Usai Kehilangan, Harapan Nining Bangkit dengan JKN

Analisaaceh.com, Langsa | Harapan positif masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dapat mempengaruhi status responden di Fasilitas Kesehatan (Faskes). Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bertujuan meningkatkan kesehatan nasional dan mengatasi permasalahan kesehatan di Indonesia.

Pemerintah Indonesia terus mengimplementasikan Program JKN demi tercapainya kesetaraan status kesehatan dan meminimalisir hambatan finansial dalam penanganan kesehatan seperti yang dirasakan Nining Apriani (39).

Nining akrab ia disapa, menurutnya Program JKN tidak hanya memberikan kepastian layanan kesehatan. Program yang dikelola oleh Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ini senantiasa berupaya meningkatkan kepuasan peserta saat mengakses layanan pada Faskes. Saat ditemui ditempat kerjanya, ia menceritakan saat harus menjalani operasi pengangkatan rahim pada beberapa tahun silam. Jum’at (20/09)

“Kedua anak saya adalah anak Program JKN, mereka dijamin penuh saat saya melahirkan secara Caesar dengan memanfaatkan Program unggulan pemerintah saat ini. Berbicara pengalaman saya menggunakan Program JKN, mengingatkan saya kepada kisah pada tahun 2022 lalu, ketika menjalani sebuah operasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa,” ungkap Nining.

Nining yang kesehariannya, menjadi seorang guru honorer disalah satu Madrasah Tsanawiyah Swasta di Kabupaten Aceh Timur, menjelaskan bagaimana ia berjuang dengan Program JKN saat mengalami keguguran anak ketiganya.

“Ketika saya mengandung anak ketiga, saya mengalami pendarahan hebat hingga janin saya tidak dapat diselamatkan. Keguguran yang saya alami tersebut mengharuskan saya menjalani operasi pengangkatan rahim, hal tersebut sangat berisiko besar pada diri saya sendiri. Pikiran saya campur aduk, saya sangat takut ketika mendengar harus menjalani operasi tersebut,” ujarnya.

Nining mengaku, walaupun sebelumnya ia sudah pernah melakukan operasi Caesar dalam persalinan putra-putrinya, namun Nining tetap berfikir jika operasi pengangkatan rahim tersebut akan dijamin oleh Program JKN atau tidak, karena jika tidak dijamin, ia harus mengeluarkan biaya yang sangat besar nantinya.

Nining melanjutkan bahwa keraguannya sirna setelah melakukan konsultasi kepada petugas BPJS Siap Membatu (Satu). Petugas BPJS Satu merupakan Petugas yang memiliki tugas memberikan informasi dan menangani pengaduan para peserta JKN di rumah sakit.

“Beruntung ada Petugas BPJS yang menggunakan rompi dengan logo BPJS Satu di RSUD Langsa saat itu. Petugas tersebut menginformasikan semua pelayanan yang akan saya terima jika mengikuti alur layanan Program JKN dapat dipastikan dijamin secara penuh. Rasa semangat saya muncul kembali, walaupun hanya sekedar informasi tetapi hal tersebut menjadi nilai positif bagi saya saat akan menjalani operasi,” tutur Nining.

“Kehilangan seorang anak mungkin menjadi luka yang tidak akan sembuh seumur hidup bagi saya. Namun memiliki kawan yang selalu menemani hingga sembuh menyadarkan saya, bahwa saya harus bisa sembuh untuk menjalani hidup kedepannya karena keluarga saya masih sangat membutuhkan saya,” sambungnya.

Pengalaman tersebut mengajarkan Nining dan menjadi bukti bahwa Program JKN sangat luar biasa dalam menjamin kesehatan bagi masyarakat. Bahkan kini ia telah banyak merekomendasikan kerabat dan temannya agar terdaftar sebagai peserta JKN.

“Selama ada Program JKN jangan ragu untuk berobat, tidak hanya memberikan penjaminan, cara mengaksesnya juga sangat mudah, serta pelayanannya dari tahun ke tahun terus meningkat sangat baik. Pengalaman yang tidak terlupakan ini terus saya sampaikan kepada teman dan keluarga,” terang Nining.

Dalam harapannya, Nining menyampaikan agar seluruh masyarakat Indonesia turut menjaga keberlanjutan Program JKN agar selalu bisa dirasakan manfaatnya.

“Terimakasih kepada BPJS Kesehatan yang telah menjamin segala pelayanan kesehatan saya. Masyarakat akan terus membutuhkan program jaminan kesehatan seperti ini, mari kita sadari dari sekarang manfaat dari Program JKN,” tutup Nining.

Redaksi

Editor Analisaaceh.com

Komentar

Recent Posts

BPS Catat Pengangguran Aceh Meningkat 7.430 Orang

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Keadaan ketenagakerjaan di Aceh pada Februari 2026 menunjukkan adanya peningkatan jumlah…

41 menit ago

Zaman Akli Serahkan SK kepada 66 PNS Formasi 2024

Analisaaceh.com, Blangpidie | Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Zaman Akli secara resmi menyerahkan Surat…

43 menit ago

1.934 Manuskrip Jadi Bahan Kajian Mahasiswa UIN Ar-Raniry

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Mahasiswa Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) Fakultas Adab dan…

45 menit ago

Komisi IV DPRK Banda Aceh Minta Audit Seluruh Daycare

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh menyampaikan sejumlah rekomendasi…

46 menit ago

Jemaah Haji Aceh Kloter 1 Tiba di Madinah, Seluruh Jemaah Sehat

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Berdasarkan informasi dari petugas penyelenggara haji, jemaah haji asal Aceh yang…

48 menit ago

Menag Tegaskan Tidak Ada Toleransi Kekerasan Seksual di Tengah Serangan Hoaks

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Kementerian Agama, Nasaruddin Umar menegaskan tidak ada toleransi terhadap segala bentuk…

50 menit ago