Analisaaceh.com, Banda Aceh | Mahasiswa Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh mengikuti praktikum manuskrip di Museum Aceh, Selasa (5/5/2026), sebagai bagian dari penguatan kompetensi di bidang filologi dan pelestarian naskah kuno.
Kegiatan yang berlangsung di ruang koleksi museum tersebut merupakan bagian dari mata kuliah Praktikum dan Pemeliharaan Naskah Kuno.
Dalam praktikum ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga berinteraksi langsung dengan manuskrip sebagai sumber primer khazanah intelektual Aceh.
Kunjungan mahasiswa diterima oleh Kepala Seksi Koleksi dan Bimbingan Edukasi Museum Aceh, Nurhasanah, bersama tim kurator filologika. Ia menyebutkan, saat ini museum menyimpan sebanyak 1.934 bundel manuskrip yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan akademik.
“Seluruh manuskrip yang tersimpan di Museum Aceh dapat dimanfaatkan untuk kajian, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Dosen pengampu mata kuliah, Hermansyah, mengatakan Museum Aceh merupakan salah satu pusat penyimpanan manuskrip terbesar di daerah tersebut dengan koleksi bernilai historis tinggi.
Menurutnya, dari total 1.934 manuskrip, belum seluruhnya terdokumentasi secara rinci berdasarkan isi dan tema. Hal ini menjadi tantangan bagi peneliti dalam menelusuri naskah sesuai bidang kajian, seperti pengobatan tradisional, kuliner, hukum adat, hingga pemikiran keislaman.
“Praktikum ini melatih mahasiswa melakukan inventarisasi awal, identifikasi fisik naskah, serta kajian deskriptif sebagai dasar penelitian filologi,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendekatan lapangan penting untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis dalam merawat, mendokumentasikan, dan mengkaji manuskrip secara langsung.
Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara UIN Ar-Raniry dan Museum Aceh yang selama ini telah terjalin melalui berbagai program edukasi, konservasi koleksi, hingga diskusi ilmiah.
Melalui praktikum tersebut, Prodi SKI berharap dapat melahirkan generasi filolog muda yang mampu menjaga dan mengembangkan warisan intelektual Aceh sebagai bagian dari pelestarian sejarah dan budaya lokal.
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Panitia Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Demokrat Aceh mencatat hingga hari…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Teuku Rahmatsyah, resmi dilantik sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh oleh…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A.,…
Analisaaceh.com, Blangpidie | Harga ayam di pasar tradisional Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), mengalami…
Analisaaceh.com, JAKARTA – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memperkuat keandalan operasional pabrik dan jaringan…
Komentar