Categories: NEWS

Pasokan Menipis, Harga Cabai Rawit di Abdya Melonjak hingga Rp80 Ribu per Kg

Analisaaceh.com, Blangpidie | Harga cabai rawit di pasar tradisional Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), mengalami kenaikan hingga mencapai Rp80 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut dipicu berkurangnya pasokan cabai ke pasar.

Salah seorang pedagang di pasar tradisional Blangpidie, Abdya, Nurul Zahri bahwa lonjakan harga cabai rawit ini dipicu oleh terbatasnya pasokan barang di pasaran.

Menurutnya, kenaikan harga cabai rawit tersebut sudah berlangsung selama sepekan terakhir.

“Harga cabai rawit saat ini naik dari Rp45 ribu menjadi Rp80 ribu per kilogram. Penyebab utamanya karena pasokan cabai berkurang, sehingga harganya ikut naik,” kata Nurul saat ditemui Analisaaceh.com, Selasa (11/8/2026).

Ia menyebutkan, cabai yang dijual di pasar Blangpidie selama ini dipasok dari sejumlah daerah, yakni petani lokal Abdya, Kabupaten Gayo Lues, serta Medan, Sumatera Utara.

Di sisi lain, sebut Nurul, harga cabai merah justru mengalami penurunan sejak tiga hari lalu. Cabai merah kini dijual seharga Rp38 ribu per kilogram, turun dari harga sebelumnya yang mencapai Rp45 ribu per kilogram.

Selain cabai, lanjutnya, beberapa komoditas dapur lainnya juga mengalami penurunan harga dalam tiga hari terakhir. Harga bawang merah saat ini berada diangka Rp25 ribu per kilogram, turun dari sebelumnya Rp30 ribu per kilogram. Sementara itu, harga tomat turun menjadi Rp16 ribu per kilogram dari harga awal Rp18 ribu per kilogram.

“Sedangkan harga telur ayam kini kita jual Rp53 ribu per papan, naik dari sebelumnya Rp50 ribu per papan. Harga ini telah bertahan selama sekitar tiga hari terakhir,” ujarnya.

Adapun sejumlah komoditas kebutuhan pokok lainnya terpantau relatif stabil. Harga bawang putih bertahan di angka Rp40 ribu per kilogram dan gula pasir Rp20 ribu per kilogram, di mana kedua harga tersebut tidak mengalami perubahan selama dua bulan terakhir.

Untuk komoditas minyak goreng curah dan kemasan, kata Nurul, masih bertahan. Minyak goreng curah masih dijual di angka Rp38 ribu per bambu dan telah bertahan selama tiga bulan.

“Minyak goreng kemasan merek Minya Kita masih dijual Rp20 ribu per liter, sedangkan minyak goreng merek Bimoli dan Sunco kita jual Rp25 ribu per liter. Harga minyak kemasan ini sudah bertahan stabil selama satu bulan terakhir,” ucap Nurul.

Nurul menambahkan, permintaan masyarakat terhadap sejumlah kebutuhan pokok saat ini cenderung meningkat. Kondisi tersebut terjadi karena seluruh komoditas tersebut merupakan kebutuhan pokok harian masyarakat yang wajib dipenuhi oleh rumah tangga.

“Permintaan pembeli saat ini meningkat karena ini memang kebutuhan masyarakat sehari-hari,” pungkasnya.

Ahlul Zikri

Komentar

Recent Posts

Permintaan Meningkat, Harga Ayam di Abdya Tembus Rp100 Ribu Per Ekor

Analisaaceh.com, Blangpidie | Harga ayam di pasar tradisional Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), mengalami…

3 jam ago

SIG Tinjau Langsung Optimalisasi Pasokan Semen di Aceh

Analisaaceh.com, JAKARTA – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memperkuat keandalan operasional pabrik dan jaringan…

3 jam ago

Pasokan Ikan Langka di Abdya, Nelayan Minta Pelabuhan dan Tambahan Solar Subsidi

Analisaaceh.com, Blangpidie | Pasokan ikan hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengalami…

3 jam ago

Diiming Rp100 Juta, Keuchik di Aceh Utara Ditangkap Bawa Ekstasi dan Etomidate

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Kepolisian Daerah (Polda) Aceh menangkap seorang kepala desa (keuchik) aktif berinisial…

16 jam ago

Polda Aceh Beberkan Modus Oknum Polisi Edar Etomidate

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Polda Aceh mengungkap skema bisnis peredaran narkotika jenis etomidate yang dijalankan…

16 jam ago

USK Sambut 8000-an Mahasiswa Baru dalam PAKARMARU 2026

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Universitas Syiah Kuala (USK) resmi memulai babak baru bagi 8000-an mahasiswa…

16 jam ago