NEWS Wabup Abdya Lantik 50 Pejabat, Minta Percepat Pelayanan

Wabup Abdya Lantik 50 Pejabat, Minta Percepat Pelayanan

Wakil Bupati Abdya Zaman Akli saat menyampaikan sambutan pada acara pelantikan pejabat administrator, pengawas, dan kepala sekolah di lingkungan Pemkab Abdya yang berlangsung di Lobi Kantor Bupati setempat, Kamis (20/8/2026). Foto:Ahlul Zikri/Analisaaceh.com

Analisaaceh.com, Blangpidie | Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Zaman Akli melantik dan mengambil sumpah terhadap puluhan pejabat eselon III dan IV di lingkungan pemerintah kabupaten (Pemkab) Abdya.

Prosesi pelantikan 50 pejabat administrator, pengawas, dan kepala sekolah tersebut berlangsung di Lobi Kantor Bupati Abdya, Kamis (20/8/2026).

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Bupati Abdya Nomor: 572 dan 573 tahun 2026 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Administrator, Jabatan Pengawas, dan Kepala Sekolah di Lingkungan Pemkab Abdya.

Dari 50 pejabat yang dilantik, masing-masing 30 pejabat administrator dan pengawas, 20 lainnya kepala sekolah.

Wakil Bupati Zaman Akli mengatakan, jabatan adalah amanah yang harus dijaga dengan sepenuh hati, karena sumpah jabatan ini bukan hanya janji kepada pemerintah semata, tetapi juga janji kepada Allah SWT yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

“Mungkin setelah pelantikan ini saudara mungkin akan kembali ke ruangan kerja dan membuka laptop seperti biasanya, akan tetapi saya ingin mengatakan satu hal, yang tidak boleh kembali seperti biasanya adalah cara kita bekerja. Jadikanlah jabatan baru menjadi semangat baru, dan kepercayaan baru harus melahirkan kinerja yang baru,” ucap Zaman Akli.

Lebih lanjut, sebut Akil, pada hakikatnya keberhasilan pemerintah tidak hanya dinilai dari seberapa banyak rapat yang dilaksanakan, seberapa banyak surat yang dikeluarkan, atau seberapa banyak kegiatan yang tercantum dalam laporan. Namun, keberhasilan akan dinilai dari satu hal yang paling sederhana, apakah kehadiran pemerintah benar-benar membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.

“Saudara semua yang dilantik pada hari ini merupakan wajah pemerintah Abdya, maka dari itu jadilah pelayan yang baik, ketika urusan yang selama ini sulit di permudahkan. Sementara bagi guru jadikan sekolah sebagai tempat belajar yang baik, tempat tumbuh kembang karakter, disiplin yang membuat siswa percaya diri sehingga masyarakat dapat menilai menilai bahwa kehadiran pemerintah menjadi solusi bagi mereka,” ujarnya.

Akli menegaskan bahwa agar seluruh pejabat di lingkungan pemerintah Abdya agar tidak hanya menunggu perubahan datang dari atas saja. Ia juga mengingatkan apabila ada pekerjaan yang bisa dipercepat supaya di.percepat dan jika ada pelayanan yang bisa disederhanakan maka di sederhanakan.

“Kemudian, kalau ada persoalan yang selama ini dibiarkan berulang, cari akar masalahnya dan selesaikan. Jangan sampai masyarakat harus datang berkali-kali hanya untuk mendapatkan hak pelayanan yang seharusnya mereka terima dengan mudah,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Zaman Akli mengajak para pejabat administrator dan pengawas supaya bisa menjadi penggerak yang mampu membuat organisasi bekerja lebih tertib, lebih cepat, dan lebih terukur serta terus bangun komunikasi yang baik dengan bawahan.

“Kepada kepala guru atau sekolah mungkin gedung bagus dan fasilitas yang lengkap tentu penting, namun yang jauh lebih penting adalah bagaimana sekolah mampu membentuk anak-anak Abdya menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, memiliki akhlak, dan siap menghadapi masa depan,” kata dia.

Hal ini perlu disampaikan karena dirinya tidak ingin jabatan berhenti hanya pada struktur organisasi. Namun, Zaman Akli berkeinginan agar jabatan itu diterjemahkan menjadi gerak, menjadi pelayanan, penyelesaian masalah, sehingga akhirnya menjadi manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Saya tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Saya hanya meminta saudara bekerja dengan sungguh-sungguh, jujur, disiplin, terbuka terhadap perubahan, dan berani bertanggung jawab terhadap keputusan yang saudara ambil,” pungkas Zaman Akli.

Artikulli paraprakPelaku Penipuan Top Up DANA di 8 Konter Banda Aceh Ditangkap
Artikulli tjetërSafaruddin: Jika PPPK Ditanggung Pusat, Anggaran Dialihkan ke Sektor Pertanian