Warga Alu Awe Lhokseumawe Gelar Demo, Tuntut Keuchik Mundur Gegara BLT

Analisaaceh.com, Lhokseumawe | Ratusan warga menggeruduk kantor Keuchik Alu Awe Kecamatan Muara Dua kota Lhokseumawe. Warga menggelar demonstrasi menuntut Keuchik Alue Awe mundur dari jabatan karena dituding tidak transparan mengelola dana desa.

Ratusan warga Kamis pagi (11/6/20) mendatangi kantor Keuchik Alue Awe yang berada di jalan lintas nasional. Ratusan warga meneriakan yel-yel menuntut keuchik mundur dari jabatan. Massa juga sempat membakar ban dan menyebabkan asap hitam membumbung tinggi. Warga juga melakukan aksi vandalisme dengan menuliskan tuntutan warga di kantor keuchik menggunakan cat semprot.

Koordinator aksi Hasriful kepada awak media mengatakan masyarakat menuntut transparansi terutama terkait penyaluran dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) sumber dana desa. Warga menyebut hingga hari ini, warga belum menerima dana BLT tersebut.

“Ini sudah masuk bulan kedua, tetapi bulan pertama saja tidak ada penyelesaian tidak ada pencairan. Satupun belum ada pencairan. Warga sudah jenuh melihat data, melihat nama. Pencairan tidak ada sama sekali,” kata Hasriful mewakili warga.

Hal lain yang menjadi tuntutan warga yakni terkait pengelolaan dana desa sejak Keuchik Mahmud H Yusuf menjabat mulai tahun 2017. Warga menyebut keuchik tidak transparan dalam pengelolaan dana desa sesuai visi misi pada saat pencalonan.

“Visi dan misi keuchik saat pencalonan yakni rapat evaluasi setiap 6 bulan dan rapat umum setiap setahun sekali. Tapi tidak pernah dilakukan” kata koordinator aksi.

Massa menyebut akan menyurati Camat Muara Dua dan ditembuskan ke Danramil dan Kapolsek agar ada tindakan lanjutan. “Kami berharap hari Sabtu atau Minggu ini agar digelar pertemuan antara Muspika dan masyarakat Alue Awe” demikian Hasriful.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah Keuchik Alue Awe Mahmud H Yusuf mengatakan pencairan BLT tahap I dalam proses pencairan. Saat ini, data penerima BLT sesuai dengan usulan kepala dusun berjumlah 102 penerima. Akan tetapi pihaknya masih menunggu penerima BST dari kementerian sosial yang tidak dicairkan beberapa waktu lalu.

“BLT masuk dalam anggaran dana desa tahap II dan belum dilakukan pencairan. Sementara mengenai data BLT masih menunggu data BST dari dinas sosial. Ada 14 orang yang belum menerima BST. Jika tidak masuk ke dalam penerima BST, maka akan kita masukan ke BLT” kata Mahmud yang menyebut Dinas Sosial Kota Lhokseumawe akan memutuskan 14 penerima BST akan mendapat kepastian pada 12 Juni nanti.

Terkait tudingan transparansi dan rapat umum yang tidak pernah digelar, Keuchik Mahmud membantah. Ia menyebut tidak ada perintah untuk mempertanggung jawabkan kepada masyarakat umum

“Tidak ada aturan untuk rapat umum. Selain itu kami ada menggelar rapat warga, mungkin yang bersangkutan tidak ikut” kata keuchik.

Editor : Nafrizal
Rubrik : LHOKSEUMAWE
Desriadi Hidayat

Komentar

Recent Posts

Dinsos Abdya Bentuk Tim Verifikasi Desil di RSUD-TP

Analisaaceh.com, Blangpidie | Dinas Sosial (Dinsos) Aceh Barat Daya (Abdya) segera membentuk Tim Verifikasi Desil…

2 hari ago

Ramlah Sali, Jamaah Haji Tertua Aceh Berusia 101 Tahun

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Seorang jamaah haji lanjut usia asal Kota Langsa menjadi perhatian menjelang…

2 hari ago

Akademisi Hukum Desak Pergub JKA Segera Dicabut

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Akademisi hukum Universitas Iskandar Muda, Lukmanul Hakim, mendesak Muzakir Manaf atau…

2 hari ago

Sekda Aceh: Pasien Katastropik Ditanggung JKA Tanpa Batas Desil

Analisaaceh.com, Bireuen | M. Nasir memastikan pasien penyakit katastropik di Aceh akan ditanggung sepenuhnya oleh…

2 hari ago

MTQ Blangpidie Ditutup, Meyza Ajak Generasi Cintai Al-Qur’an

Analisaaceh.com, Blangpidie | Perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya…

2 hari ago

Bupati Safaruddin Minta RSUD Abdya Layani Semua Pasien JKA Desil 1-10

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Dr Safaruddin menginstruksikan pihak Rumah Sakit Umum…

2 hari ago