NEWS Tekanan Ekonomi hingga Bullying, FUAD UIN SUNA Bahas Ketahanan Mental Generasi Muda

Tekanan Ekonomi hingga Bullying, FUAD UIN SUNA Bahas Ketahanan Mental Generasi Muda

Prof. Nurussakinah berfoto bersama dosen dan mahasiswa FUAD UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe dalam Kuliah Umum Psikologis Positif, Selasa (3/11/2026).

Analisaaceh.com, Lhokseumawe | Tekanan ekonomi, dinamika politik, perundungan, hingga tantangan era digital menjadi sejumlah persoalan yang perlu dihadapi generasi muda dengan kesiapan mental dan spiritual.

Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam kuliah umum bertajuk “Psikologi Positif dan Spiritualitas Islam” yang digelar Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe di Aula FUAD lantai 3, Selasa (3/11/2026).

Dekan FUAD UIN Sultanah Nahrasiyah, Dr. Mahdi, M.H., mengatakan berbagai tekanan dalam kehidupan masyarakat membutuhkan kesiapan mental, spiritual, dan keilmuan. Menurutnya, nilai-nilai dalam Al-Qur’an juga memiliki keterkaitan dengan aspek psikologis manusia.

“Di sekitar kita terdapat begitu banyak tekanan dan persoalan kehidupan, baik persoalan ekonomi, politik, maupun bullying. Al-Qur’an juga mengandung banyak nilai dan tuntunan yang berkaitan dengan aspek psikologis manusia. Karena itu, pembahasan psikologi positif yang dipadukan dengan spiritualitas Islam menjadi sangat menarik dan penting untuk dipahami,” ungkap Mahdi.

Ia menilai penguatan ilmu pengetahuan dan nilai spiritual menjadi bekal dalam menghadapi berbagai persoalan, terutama di tengah perubahan kehidupan pada era digital.

“Kita semua pasti berhadapan dengan berbagai persoalan kehidupan. Apalagi saat ini kita berada di era digital yang menghadirkan tantangan tersendiri. Semua itu harus dihadapi dengan ilmu pengetahuan, pemahaman yang baik, serta penguatan nilai-nilai spiritual,” tambahnya.

Kuliah umum mengangkat tema “Membentuk Generasi yang Tangguh, Berkarakter, dan Adaptif” dengan menghadirkan Prof. Dr. Nurussakinah Daulay, M.Psi., Psikolog, Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan, sebagai narasumber.

Dalam materinya, Prof. Nurussakinah membahas hubungan psikologi positif dengan spiritualitas Islam dalam membentuk generasi muda yang memiliki ketahanan mental, kematangan emosional, dan karakter yang kuat.

Pembahasan juga mencakup kemampuan mengelola emosi, menghadapi tekanan, membangun hubungan sosial yang sehat, serta mengambil keputusan secara bijaksana. Aspek tersebut menjadi bagian dari persiapan generasi muda dalam menghadapi perubahan dan kompleksitas kehidupan modern.

Melalui pendekatan psikologi positif berbasis spiritualitas Islam, pengembangan potensi diri diarahkan pada pembentukan pribadi yang memiliki makna hidup, optimisme, keteguhan hati, dan tanggung jawab moral.

Ketua Panitia, Linur Ficca Agustina, M.Kes., dosen FUAD, menyampaikan kegiatan tersebut diikuti lebih dari 150 peserta yang berasal dari seluruh program studi di lingkungan FUAD dan kalangan dosen.

Menurut Ficca, antusiasme peserta menunjukkan perhatian terhadap pembahasan kesehatan psikologis, penguatan spiritualitas Islam, serta pembentukan karakter generasi muda dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Kuliah umum berlangsung pukul 08.30 hingga 11.30 WIB dengan Hartini Mudarsa, M.Psi., Ketua Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI), sebagai moderator. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Dekan I FUAD, Dr. Ruhama Wazna, S.Th.I., M.A., Wakil Dekan II FUAD, Ustaz Irwanto, Lc., M.Th., serta sejumlah dosen UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe.

Artikulli paraprakInflasi Aceh 5,05 Persen, Tertinggi di Sumatera pada Oktober 2026