Categories: NEWS

APEKSI Wilayah I Sampaikan 24 Rekomendasi, Soroti Fiskal dan Bencana

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah I menyampaikan 24 poin rekomendasi kepada pemerintah pusat, yang mencakup isu fiskal daerah, kebencanaan, hingga pelayanan publik.

Ketua APEKSI Komisariat Wilayah I, Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan, daerah-daerah tidak boleh berjalan sendiri dalam menghadapi berbagai persoalan, terutama saat terjadi bencana.

“Daerah-daerah yang terdampak bencana, intinya daerah-daerah di Indonesia ini tidak sendirian apabila terjadi permasalahan. Kita semua bisa saling membantu dan berkoordinasi,” ujarnya, saat konferensi pers di Muraya Hall, Banda Aceh, Senin (21/4/2026)

Ia menyebut, berbagai rekomendasi tersebut akan dibawa ke Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APEKSI untuk difinalisasi dan diperjuangkan bersama, termasuk menyangkut kondisi keuangan daerah.

Menurutnya, salah satu isu yang mengemuka adalah komposisi belanja pegawai daerah yang dibatasi, sehingga perlu solusi bersama dengan pemerintah pusat.

“Ini akan kita sampaikan di Rakernas agar menjadi final dan bisa diperjuangkan. Termasuk bagaimana mencari solusi terkait kondisi keuangan daerah,” katanya.

Selain itu, APEKSI juga menyoroti pentingnya keadilan dalam sektor pendidikan, termasuk bagi tenaga honorer, serta penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan, kondisi fiskal daerah masih menjadi tantangan, termasuk di Banda Aceh.

“Fiskal Kota Banda Aceh bukan termasuk yang besar. Tapi kita terus berjuang agar fiskal kita lebih baik dan penggunaannya lebih terjaga,” ujarnya.

Ia menyoroti persoalan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang diharapkan dapat ditanggung pemerintah pusat agar tidak membebani keuangan daerah.

“Kalau ini bisa diterima, maka fiskal daerah bisa lebih stabil. Karena saat ini belanja pegawai sudah di atas 90 persen, ini tentu tidak sehat,” katanya.

Illiza juga menekankan pentingnya penguatan ketangguhan bencana di wilayah perkotaan, khususnya di Banda Aceh yang dinilai rawan.

“Kita terus membangun kota tangguh, mulai dari sistem peringatan dini banjir, pembentukan tim siaga bencana lintas OPD, hingga penguatan di gampong, pasar, masjid, dan rumah sakit,” ujarnya.

Menurutnya, upaya tersebut penting agar masyarakat lebih siap menghadapi bencana serta mampu meminimalkan risiko yang ditimbulkan.

“Harapannya, masyarakat semakin cerdas dan tangguh, sehingga risiko bencana bisa ditekan,” pungkasnya.

Naszadayuna

Komentar

Recent Posts

Kesiapan Menikah Jadi Perhatian, BKKBN Aceh Perkuat Program Keluarga

Analisaaceh.com, Banda Aceh | BKKBN Aceh terus mendorong penguatan pembangunan keluarga melalui sejumlah program prioritas,…

4 jam ago

Kabel Menjuntai di Perkantoran Abdya,Kadis Kominsa Abdya: Jika Tak Ditangani, Kami Ambil Sikap Tegas

Blangpidie - Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengancam akan…

4 jam ago

Diduga Cabuli Dua Anak, Pria 59 Tahun Ditangkap di TPI Lampulo

Analisaaceh.com. Banda Aceh | Seorang pria berinisial NSR (59), warga Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh,…

4 jam ago

Tekanan Ekonomi hingga Bullying, FUAD UIN SUNA Bahas Ketahanan Mental Generasi Muda

Analisaaceh.com, Lhokseumawe | Tekanan ekonomi, dinamika politik, perundungan, hingga tantangan era digital menjadi sejumlah persoalan…

11 jam ago

Inflasi Aceh 5,05 Persen, Tertinggi di Sumatera pada Oktober 2026

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Provinsi Aceh mencatat inflasi tahunan tertinggi di wilayah Sumatera pada Oktober…

23 jam ago

Kebakaran Hanguskan 22 Rumah, Balai Adat, dan Mushola di Gayo Lues

Analisaaceh.com, Gayo Lues | Kebakaran melanda permukiman warga di Dusun Belah Lane, Gampong Telege Jernih,…

23 jam ago