Categories: KESEHATANNEWSPIDIE

Beredar Isu Perubahan Sistem Jasa Medis, ini Penjelasan Kepala RSU Chik Ditiro Sigli

Analisaaceh.com, Sigli | Sistem pembagian jasa medis untuk tenaga medis menurut Kepala Rumah Sakit Chik Ditiro Sigli sudah dilakukan sosialisasi terkait skema pembagian jasa medis berdasarkan sistem Key Performance Indikator (KPI) tenaga medis.

Hal itu menanggapi terkait beredarkan isu terhadap adanya perubahan sistem jasa medis di Rumah Sakit.

“Terus terang saya mengambil resiko besar terkait keputusan ini, namun semua itu untuk kemajuan Rumah Sakit ke depan dan semua keputusan tersebut berdasarkan aturan yang berlaku,” ujar Kepala RSU Chik Ditiro Sigli dr. Muhammad Yassir, Sp.An di ruangan kerjanya, Sigli, Selasa (14/7/2020).

Berdasarkan Peraturan Mentri Kesehatan RI No. 625 Tahun 2010, jelas Yasir, penghargaan atas kinerja dalam remunerasi disebut sebagai isentif dan setiap rumah sakit wajib membuat perhitungan dengan nilai atau indek pekerjaan, indek kinerja individu, indek kinerja unit kerja dan nilai poin rumah sakit.

Dari dasar itu pihaknya membuat kerangka acuan untuk menghitung berdasarkan Key Fopermance Indikator (KPI) tenaga Medis. Yassir mengaku juga telah dilakukan sosialisasi kepada seluruh kepala bagian dan kepala ruangan.

“Keputusan ini saya ambil berdasarkan aturan yang berlaku, untuk seluruh dokter ahli sudah saya sampaikan dimana jasa medis dihitung dari hasil visit yang dilakukan oleh dokter pada pasien dan jika dokter tidak melakukan visit pada hari Sabtu dan Minggu saya mengambil kesimpulan tidak dibayar,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa kliem BPJS tersebut merupakan kliem RS, dari hasil Kliem itu baru diambil perhitungan pembagian jasa medis dan sarana prasarana rumah sakit.

Dari hasil kliem di BPJS hasil diagnosa pasien yang dilakukan pihaknya dari 100% dibagi dua menjadi 50 % untuk sarana dan pra sarana rumah sakit, sisa 50 % tersebut dimana 16 % untuk dokter ahli dan 34 % untuk seluruh tenaga medis.

“Yang perlu difahami adalah kliem rumah sakit kepada BPJS adalah kliem rumah sakit bukan seluruhnya untuk jasa medis, untuk jasa medis dihitung berdasarkan perhitungan yang telah diatur dalam undang-undang yang berlaku,” ujarnya

Terkait isu yang berkembang lanjut Yasir, hal tersebut sudah biasa dan opini di masyarakat bahwa kepala RS Chik Ditiro Sigli tidak akan mampu menjalankan aturan tersebut.

“Sebagai kepala RS mengatur managemen adalah tugas inti saya sehingga dengan adanya aturan ini akan memberikan pelayanan prima di RSU Chik Ditiro dan menjadi RSU mempunyai sistem 4,0,” pungkas Yasir.

Editor : Nafrizal
Rubrik : KESEHATAN
Redaksi

Editor Analisaaceh.com

Komentar

Recent Posts

Dinsos Abdya Bentuk Tim Verifikasi Desil di RSUD-TP

Analisaaceh.com, Blangpidie | Dinas Sosial (Dinsos) Aceh Barat Daya (Abdya) segera membentuk Tim Verifikasi Desil…

11 jam ago

Ramlah Sali, Jamaah Haji Tertua Aceh Berusia 101 Tahun

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Seorang jamaah haji lanjut usia asal Kota Langsa menjadi perhatian menjelang…

11 jam ago

Akademisi Hukum Desak Pergub JKA Segera Dicabut

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Akademisi hukum Universitas Iskandar Muda, Lukmanul Hakim, mendesak Muzakir Manaf atau…

11 jam ago

Sekda Aceh: Pasien Katastropik Ditanggung JKA Tanpa Batas Desil

Analisaaceh.com, Bireuen | M. Nasir memastikan pasien penyakit katastropik di Aceh akan ditanggung sepenuhnya oleh…

11 jam ago

MTQ Blangpidie Ditutup, Meyza Ajak Generasi Cintai Al-Qur’an

Analisaaceh.com, Blangpidie | Perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya…

1 hari ago

Bupati Safaruddin Minta RSUD Abdya Layani Semua Pasien JKA Desil 1-10

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Dr Safaruddin menginstruksikan pihak Rumah Sakit Umum…

1 hari ago