Categories: NEWS

Dampak Bencana Tekan Ekonomi, Pertumbuhan Aceh 2025 Diproyeksi 3,50–4,40 Persen

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Aceh memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Aceh pada 2025 hanya berada di kisaran 3,50–4,40 persen secara tahunan (year on year).

Proyeksi ini menunjukkan perlambatan dibanding potensi awal, seiring dampak bencana hidrometeorologi yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh pada akhir 2025.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh, Agus Chusaini, mengatakan bencana tersebut tidak hanya berdampak pada kehidupan sosial masyarakat, tetapi juga menekan sektor-sektor penopang ekonomi daerah.

Kerusakan lahan pertanian, terganggunya jalur distribusi, serta rusaknya fasilitas umum dinilai berpengaruh langsung terhadap aktivitas produksi dan perdagangan.

“Awalnya, pertumbuhan ekonomi 2025 diproyeksikan berada di sekitar 4,6 persen. Namun, dengan adanya bencana, kemungkinan besar terjadi koreksi ke bawah. Meski begitu, kami berharap pertumbuhan ekonomi Aceh masih bisa bertahan di atas 4 persen, sekitar 4,2 hingga 4,3 persen,” ujar Agus di Banda Aceh, Rabu (21/1/2026).

Data BI mencatat pertumbuhan ekonomi Aceh pada triwulan III 2025 mencapai 4,46 persen (yoy). Meski tergolong cukup baik, capaian tersebut masih tertinggal dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,04 persen dan regional Sumatera 4,90 persen.

Perlambatan diperkirakan terjadi pada sektor utama seperti pertanian dan perdagangan, dua sektor yang selama ini menjadi penopang daya beli masyarakat Aceh.

Dari sisi pengeluaran, tekanan ekonomi tercermin dari melemahnya konsumsi rumah tangga dan ekspor. Kondisi ini berpotensi berlanjut, terutama di wilayah terdampak bencana, di mana sebagian masyarakat masih berjuang memulihkan sumber penghidupan mereka.

Agus menjelaskan, perlambatan ekonomi pada 2025 juga dipengaruhi berkurangnya agenda besar daerah. Pada 2024, perekonomian Aceh terdorong oleh pelaksanaan Pilkada dan PON XXI yang menciptakan perputaran uang cukup besar. Sementara pada 2025, dorongan serupa relatif tidak ada.

“Tanpa agenda besar, daya dorong ekonomi tentu berkurang. Meski demikian, pada awal 2025 kondisi ekonomi Aceh masih tergolong cukup baik,” katanya.

Memasuki 2026, Bank Indonesia Aceh menilai perekonomian daerah mulai memasuki fase pemulihan. Pemerintah pusat dan daerah telah menyiapkan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dengan nilai anggaran yang cukup signifikan.

“Jika anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut benar-benar terealisasi di Aceh, maka diharapkan dapat menjadi pengungkit ekonomi dan menutup dampak negatif bencana,” ujar Agus.

Namun demikian, BI memperkirakan dampak bencana masih akan terasa pada semester pertama 2026, terutama karena aktivitas ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih. Harapannya, pada triwulan II 2026 masyarakat sudah dapat kembali beraktivitas secara normal.

Berbagai bantuan pemerintah, termasuk bantuan tunggu dan program pemulihan ekonomi lainnya, diharapkan mampu menjaga daya beli dan mempercepat proses pemulihan di daerah terdampak.

“Dengan berbagai langkah tersebut, kami optimistis pertumbuhan ekonomi Aceh pada 2026 dapat meningkat dan sedikit lebih tinggi dibandingkan 2025, mendekati 4,5 persen,” kata Agus.

Terkait usulan penempatan dana rehabilitasi dan rekonstruksi di perbankan Aceh, Agus menilai langkah tersebut berpotensi memberi efek berganda bagi perekonomian daerah, terutama dalam mendukung likuiditas perbankan dan penyaluran kredit ke sektor produktif.

“Masukan ini akan kami sampaikan kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat agar dapat dipertimbangkan ke depan,” pungkasnya.

Redaksi

Editor Analisaaceh.com

Komentar

Recent Posts

BNPB Targetkan Pengungsi Pidie Jaya Pindah ke Huntara Sebelum Ramadan

Analisaaceh.com, Pidie Jaya | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan seluruh pengungsi di Kabupaten Pidie…

7 menit ago

Harga Emas di Banda Aceh Nyaris Rp9 Juta per Mayam

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Kenaikan harga emas kembali menjadi perhatian masyarakat Aceh. Pada Selasa (21/1/2026),…

6 jam ago

Prabowo Cabut 28 Izin Perusahaan Pelanggaran Hutan dan Tambang, Aceh Masuk Radar Audit

Analisaaceh.com, Jakarta | Presiden Prabowo Subianto secara resmi mencabut izin operasional 28 perusahaan yang terbukti…

6 jam ago

Safaruddin Temui Menbud, Usulkan Jalur Rempah Abdya Jadi Program Nasional 

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Safaruddin terus melakukan diplomasi dengan Pemerintah…

6 jam ago

Dampak Banjir Aceh, Pengungsi Masih Capai 92 Ribu Jiwa

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Jumlah warga terdampak banjir dan longsor di Aceh masih tergolong tinggi.…

1 hari ago

ABK Tanker Asing Tumbang di Samudera Hindia, Basarnas Aceh Lakukan Medevac Darurat

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Seorang anak buah kapal (ABK) kapal tanker asing dilaporkan mengalami kondisi…

1 hari ago