Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr. Misran Fuadi, S.Ag., M.AP., bersama jajaran dan didampingi Kepala UPTD Pengelola Masjid Raya Baiturrahman Aprilizar, S.E., M.M., bersilaturahmi dengan Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman di Ruang Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (17/7/2026). Foto: Humas Dinas Syariat Islam Aceh.
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Masjid Raya Baiturrahman didorong semakin memperkuat fungsinya sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan, dan dakwah Islam di Aceh. Upaya tersebut menjadi salah satu fokus sinergi Dinas Syariat Islam Aceh dengan Imam Besar dan pengelola Masjid Raya Baiturrahman.
Penguatan sinergi itu dibahas dalam pertemuan Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr. Misran Fuadi, S.Ag., M.AP., bersama Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman di Ruang Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (17/7/2026).
Misran hadir bersama jajarannya dan didampingi Kepala UPTD Pengelola Masjid Raya Baiturrahman (PMRB), Aprilizar, S.E., M.M. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi sekaligus menyelaraskan berbagai program pembinaan keagamaan yang melibatkan Masjid Raya Baiturrahman.
Bagi Dinas Syariat Islam Aceh, keberadaan Masjid Raya Baiturrahman tidak hanya memiliki nilai historis dan menjadi ikon kebanggaan masyarakat Aceh. Masjid tersebut juga memiliki posisi strategis sebagai pusat kegiatan keagamaan yang dapat memainkan peran lebih besar dalam pembinaan umat dan penguatan syiar Islam.
Peran tersebut dinilai penting untuk terus dikembangkan melalui program dakwah, pendidikan Islam, pembinaan karakter, hingga peningkatan pelayanan kepada jamaah. Karena itu, komunikasi antara pemerintah, Imam Besar, dan pengelola masjid menjadi salah satu bagian penting dalam mengoptimalkan fungsi Masjid Raya Baiturrahman.
Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Misran Fuadi, mengatakan pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menyamakan visi dalam membangun pola pembinaan umat yang lebih terarah dan berkesinambungan.
“Silaturahmi ini merupakan langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih erat. Kami ingin memastikan setiap program pembinaan Syariat Islam dapat berjalan selaras dengan peran Masjid Raya Baiturrahman sebagai pusat kegiatan keagamaan di Aceh,” ujar Misran.
Menurutnya, posisi Masjid Raya Baiturrahman sangat strategis karena menjadi salah satu rujukan masyarakat dalam aktivitas keagamaan. Selain menjadi tempat ibadah, masjid yang berada di pusat Kota Banda Aceh tersebut juga menjadi destinasi religius yang dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah hingga wisatawan mancanegara.
Kondisi tersebut, kata Misran, menjadi modal penting untuk semakin mengembangkan fungsi Masjid Raya Baiturrahman agar mampu menjawab kebutuhan umat di tengah perkembangan zaman.
Penguatan fungsi masjid juga diharapkan tidak hanya berorientasi pada aktivitas ibadah, tetapi mencakup kegiatan pendidikan, dakwah, pembinaan generasi muda, penguatan karakter Islami, serta berbagai kegiatan sosial keagamaan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Dinas Syariat Islam Aceh bersama Imam Besar dan pengelola Masjid Raya Baiturrahman turut membahas sejumlah agenda terkait penguatan pembinaan keagamaan, peningkatan pelayanan kepada jamaah, serta pengembangan program dakwah yang lebih inovatif.
Sinergi tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan posisi Masjid Raya Baiturrahman sebagai pusat syiar Islam yang tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pendidikan, pembinaan karakter, dan pengembangan peradaban Islam di Aceh.
“Kami berkomitmen menjadikan Masjid Raya Baiturrahman sebagai pusat peradaban Islam yang tidak hanya ramai dalam pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi pusat edukasi, dakwah, dan pembinaan umat. Kolaborasi yang kuat menjadi kunci untuk mewujudkan tujuan tersebut,” kata Misran.
Menurutnya, kolaborasi diperlukan agar berbagai program yang dilaksanakan dapat saling mendukung dan memiliki arah yang sama. Dengan demikian, keberadaan Masjid Raya Baiturrahman dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat sekaligus mendukung penguatan pelaksanaan Syariat Islam di Aceh.
Sementara itu, Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman menyambut positif kunjungan dan upaya penguatan komunikasi yang dilakukan Dinas Syariat Islam Aceh.
Komunikasi yang intensif antara pemerintah dan pengelola masjid dinilai menjadi modal penting dalam menghadirkan program pembinaan umat yang lebih efektif dan mampu memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
Sinergi tersebut juga diharapkan membuka ruang bagi pengembangan berbagai kegiatan keagamaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Masjid Raya Baiturrahman dengan posisi dan sejarahnya dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan kegiatan keislaman yang menjangkau berbagai kelompok masyarakat.
Dinas Syariat Islam Aceh optimistis kolaborasi yang terus diperkuat dapat membuat Masjid Raya Baiturrahman semakin kokoh menjalankan perannya sebagai pusat syiar Islam, pendidikan, dan pembinaan umat.
Tidak hanya bagi masyarakat Aceh, keberadaan Masjid Raya Baiturrahman juga diharapkan terus menjadi representasi kehidupan dan peradaban Islam Aceh di tingkat nasional maupun internasional.
Upaya tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Dinas Syariat Islam Aceh dalam memperkuat pelaksanaan Syariat Islam yang tidak semata-mata berorientasi pada regulasi, tetapi juga menyentuh aspek pembinaan masyarakat dan penguatan nilai-nilai keislaman secara berkelanjutan.
Melalui komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah, pengelola masjid, ulama, serta berbagai elemen masyarakat, pelaksanaan program pembinaan umat diharapkan semakin terarah dan mampu menjawab perkembangan serta kebutuhan masyarakat.
Dinas Syariat Islam Aceh juga berharap sinergi tersebut dapat memperkuat peran Masjid Raya Baiturrahman sebagai ruang yang menyatukan kegiatan ibadah, dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat sehingga manfaat keberadaannya semakin luas dirasakan masyarakat Aceh.
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Sebanyak 56 peserta terbaik yang akan membawa nama Aceh pada Musabaqah…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Rangkaian KKN USK Championship 2026 Kecamatan Bandar Baru resmi berakhir dengan…
Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Safaruddin melaksanakan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke…
Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Safaruddin menemukan sejumlah kendala dalam pelayanan kesehatan…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Aceh resmi membuka pendaftaran bakal…
Analisaaceh.com, Tapaktuan | Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Selatan berhasil menangkap seorang…
Komentar