Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Rizki Kresno Edhie Hambali menandatangani prasasti peresmian fasilitas air bersih di Masjid Nurut Taqwa, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.
Analisaaceh.com, Lhoknga | Pascabencana hidrometeorologi, akses air bersih masih menjadi kebutuhan mendesak bagi ribuan warga di sejumlah wilayah terdampak di Kabupaten Aceh Tamiang. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk bersama Serikat Pekerja Semen Andalas (SPSA) dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Aceh meresmikan dua fasilitas air bersih berupa sumur bor di Masjid Nurut Taqwa, Kecamatan Karang Baru, dan Masjid Miftahul Jannah, Kecamatan Manyak Payed, Kamis (2/7).
Dua fasilitas air bersih tersebut diperkirakan akan melayani sekitar 9.000 jiwa. Peresmian dilakukan oleh Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Rizki Kresno Edhie Hambali, bersama Asisten Administrasi Umum Setdakab Aceh Tamiang, Ir. Muhammad Zein, serta Penyelidik Bumi Ahli Muda Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM Provinsi Aceh, Zacky Damanhuri, ST., dan disaksikan para tokoh masyarakat setempat.
Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia, Rizki Kresno Edhie Hambali, mengatakan pemulihan pascabencana tidak cukup hanya melalui bantuan tanggap darurat, tetapi juga perlu diwujudkan dengan menghadirkan infrastruktur yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Bagi masyarakat yang terdampak bencana, akses terhadap air bersih bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, tetapi menjadi bagian penting dari proses untuk kembali bangkit. Melalui penyediaan sumur bor ini, kami berharap masyarakat dapat merasakan manfaatnya dalam jangka panjang. Kami juga meyakini bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam membangun daerah yang lebih tangguh menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” ujar Rizki.
Sementara itu, mewakili Kepala Dinas ESDM Provinsi Aceh, Zacky Damanhuri menyampaikan apresiasi atas kolaborasi Solusi Bangun Indonesia dan SPSA dalam mendukung penyediaan akses air bersih bagi masyarakat Aceh Tamiang sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.
“Kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan keterlibatan semua pihak. Kehadiran fasilitas air bersih ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang. Kami mengapresiasi komitmen Solusi Bangun Indonesia dan SPSA yang terus hadir mendukung berbagai program kemanusiaan di Aceh,” katanya.
Asisten Administrasi Umum Setdakab Aceh Tamiang, Ir. Muhammad Zein, juga mengapresiasi bantuan yang diberikan Solusi Bangun Indonesia dan SPSA kepada masyarakat terdampak.
“Fasilitas ini akan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Selain memenuhi kebutuhan air bersih dan mendukung aktivitas ibadah, keberadaan sumur bor ini juga menjadi infrastruktur penting yang memperkuat ketahanan masyarakat apabila menghadapi kondisi serupa di masa mendatang,” ujarnya.
Sebelum proses pengeboran dilakukan, Dinas ESDM Provinsi Aceh terlebih dahulu melaksanakan survei hidrogeologi untuk menentukan lokasi dengan potensi air tanah terbaik. Berdasarkan hasil kajian tersebut, kedua lokasi dinilai memiliki akuifer yang memadai.
Sumur bor dibangun hingga kedalaman sekitar 120 meter dan dilengkapi dengan casing sumur, pompa air, sistem filtrasi, menara penampung air (tower toren), serta jaringan perpipaan. Seluruh proses pembangunan diselesaikan dalam waktu hampir dua bulan.
Penyediaan sumur bor ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Solusi Bangun Indonesia dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh. Sebelumnya, perusahaan juga telah menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan, mendukung penanganan darurat, serta berkolaborasi dengan pemerintah dalam memperkuat infrastruktur dasar bagi masyarakat terdampak.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan tersebut, Solusi Bangun Indonesia berharap semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar yang layak sehingga mampu membangun kehidupan yang lebih sehat, tangguh, dan produktif, sekaligus memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Tim Rimueng Koetaradja Satreskrim Polresta Banda Aceh menangkap seorang residivis kasus…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Bea Cukai Banda Aceh menggagalkan upaya penyelundupan dua batang emas dengan…
Analisaaceh.com, Blangpidie | Pembangunan jembatan Mancang Riek yang berada di kawasan Gampong Tangan-Tangan Cut, Kecamatan…
Analisaaceh.com, Blangpidie | Sebanyak 55 produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Pemerintah Aceh mengungkap empat poin utama yang disampaikan Gubernur Aceh, Muzakir…
Analisaaceh.com, Blangpidie | Tim gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap seorang remaja bernama Maida Fitri (12),…
Komentar