Categories: NEWS

Jembatan Mancang Riek Abdya Kembali Dibangun Usai 10 Tahun Mangkrak

Analisaaceh.com, Blangpidie | Pembangunan jembatan Mancang Riek yang berada di kawasan Gampong Tangan-Tangan Cut, Kecamatan Setia, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), kembali dilanjutkan pada tahun 2026 setelah sempat terbengkalai selama hampir 10 tahun.

Jembatan tersebut menjadi infrastruktur strategis karena menghubungkan Gampong Tangan-Tangan Cut dengan Ujung Tanoh di Kecamatan Setia, sekaligus membuka akses menuju Kecamatan Tangan-Tangan. Kehadirannya telah lama dinantikan masyarakat untuk memperlancar mobilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi antarwilayah.

Selama ini, masyarakat sangat mendambakan selesainya infrastruktur penyeberangan yang merupakan jalur vital bagi mobilitas harian warga dan peningkatan ekonomi masyarakat antar-kecamatan.

Jembatan tersebut, pada tahun 2017 lalu pembangunannya sempat dirancang. Bahkan, sejumlah tiang pancang sudah berdiri di lokasi jembatan. Namun, tanpa kejelasan, pembangunannya dihentikan dan anggarannya pun dipindahkan ke wilayah lain.

Keberadaan jembatan Mancang Riek tersebut menghubungkan langsung empat desa strategis, yakni Gampong Tangan-Tangan Cut, Ujong Tanoh, Lhang, dan Mon Mameh, serta menjadi akses penghubung antarkecamatan antara Kecamatan Setia dan Kecamatan Tangan-Tangan.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Abdya, Darma Musliandi mengatakan, pada tahun anggaran 2026 ini, fokus utama kelanjutan proyek ditargetkan pada pembangunan struktur abutment atau kepala jembatan.

“Pelaksanaan pembangunannya dimulai pekan ini dengan sumber anggaran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) sebesar Rp1,3 miliar lebih,” kata Luken—panggilan akrab Darma Musliandi, Selasa (7/7/2026).

Ia menyebutkan, pihaknya sudah melakukan proses serah terima lapangan (Mutual Check Awal/MC-0) kepada pihak rekanan agar pengerjaan bisa langsung dipacu.

Luken menerangkan bahwa dengan alokasi anggaran yang tersedia saat ini, pengerjaan di tahun 2026 memang baru bisa difokuskan pada penyelesaian struktur bawah berupa abutment

Meski demikian, pemerintah berkomitmen penuh untuk mengawal agar realisasi di lapangan berjalan maksimal.

Sebagai bentuk keseriusan, Kabid Bina Marga bersama jajaran staf teknis Dinas PUPR Abdya juga telah turun langsung ke lokasi jembatan untuk melakukan peninjauan dan survei lapangan komprehensif pada Senin (6/7/2026) kemarin.

“Kami turun langsung bersama tim teknis untuk melihat kondisi riil di lapangan serta memastikan keakuratan data perencanaan teknisnya. Langkah awal peninjauan ini sangat penting dan krusial agar seluruh proses perencanaan berjalan dengan matang,” ujar Luken.

Ia berharap, dengan ketelitian sejak tahap awal ini, pembangunan infrastruktur jembatan ke depan tidak hanya tepat sasaran secara fungsional, tetapi juga memiliki ketahanan struktur yang prima demi menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat saat melintasinya nanti.

“Nanti kelanjutan badan jembatan yang diprediksi 40 meter panjangnya akan kita usulkan kembali pada tahun depan,” pungkas Luken.

Redaksi

Editor Analisaaceh.com

Komentar

Recent Posts

Polisi Tangkap Sopir Truk Tangki Pengangkut 5 Ton Bio Solar Subsidi

Analisaaceh.com, Suka Makmue | Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Nagan Raya menangkap seorang pria berinisial…

3 hari ago

Harga Gabah di Abdya Sempat Anjlok, Bulog Ingatkan Pengepul soal HPP

Analisaaceh.com, Blangpidie | Perum Bulog Kantor Cabang Blangpidie meminta petani di Aceh Barat Daya (Abdya)…

3 hari ago

Gubernur Aceh Imbau Warga Waspadai Kabut Asap, Minta Posko Karhutla Diaktifkan

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut asap…

6 hari ago

Bawa 76 Liter Solar Subsidi dan Pompa Penyedot, Pria Nagan Raya Ditangkap

Analisaaceh.com, Meulaboh | Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Barat menetapkan seorang pria berinisial S…

6 hari ago

Kualitas Udara Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di kawasan Barueh, Kecamatan Kota Jantho,…

6 hari ago

Kabut Asap Melanda Sumatra, Penerbangan di Bandara SIM Tetap Normal

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, memastikan operasional penerbangan tetap…

6 hari ago