Categories: NEWS

Fraksi Abdya Meudaulat Desak Perusahaan Luar Wajib Punya NPWP Abdya

Analisaaceh.com, Blangpidie | Fraksi Abdya Mendaulat Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya) meminta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) untuk mendorong perusahaan luar membuka Kantor Cabang dan wajib memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) di kabupaten berjuluk ‘Bumoe Breuh Sigupai’.

Hal itu disampaikan oleh anggota Fraksi Abdya Meudaulat Jasman, dalam pandangan umum rapat Paripurna Penutupan Pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026, yang berlangsung di Gedung DPRK setempat, Selasa (21/10/2025).

Jasman mengatakan, dorongan bagi perusahaan luar yang beroperasi di Abdya membuka kantor cabang dan wajib memiliki NPWP Abdya bertujuan bertujuan meningkatkan dana bagi hasil untuk pemerintah Abdya.

“Kemudian, perlu juga kita tahu bahwa dorongan ini juga bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) berdasarkan sumber-sumber pendapatan daerah yang telah ditetapkan. Sehingga kedepan PAD Abdya semakin naik tidak seperti saat ini dari tahun ketahun malah menurun PAD nya,” kata Jasman.

Tak hanya soal peningkatan PAD, sebut Jasman, Fraksi Abdya Meudaulat juga meminta Bupati Abdya supaya mengingatkan seluruh pengelola Makan Bergizi Gratis (MBG) agar bahan baku makanan wajib di beli dari pedagang lokal Abdya.

“Maka dari itu, kami juga menekankan Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) agar melakukan penyuluhan pemberdayaan dan sosialisasi kepada petani-petani kecil Abdya tentang bahan baku pangan hasil pertanian untuk kebutuhan pokok MBG. Dan jika perlu, dinas pertanian perlu membentuk wilayah komoditas hasil pertanian guna mencukupi hajatan besar MBG ini,” ucapnya.

Lebih lanjut, kata Jasman, mereka berharap kepada unsur Forkopimda Abdya untuk selalu bersabar melakukan pengawasan ketat sehingga program pemerintah pusat ini bisa berjalan sukses tanpa ada permasalahan di kemudian hari.

“Kami melihat program MBG ini kalau dikelola dengan baik, tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi siswa, tetapi juga sangat berdampak pada perekonomian masyarakat pribumi. Karena program ini bukan hanya memberikan makan gizi gratis kepada siswa melainkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, kami harap betul-betul untuk dapat dikelola dengan baik, higenis dan bebas dari patogen,” ungkap Jasman.

Ahlul Zikri

Komentar

Recent Posts

LGBT Jadi Persoalan Serius di Aceh, Terindikasi di Warkop hingga Fitness

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menyatakan persoalan LGBT (lesbian, gay, biseksual,…

2 hari ago

Berawal dari Coba-Coba, Dosen USK Raih PhD dan Jadi Asisten Dosen di Rhode Island

Analisaaceh.com | Mimpi melanjutkan studi doktoral (S3) ke luar negeri kerap kali dibayangi oleh tembok…

2 hari ago

Mahasiswa KKN USK Edukasi Tas Siaga Bencana dan GERADAM Warga Cut Langien

Analisaaceh.com, Pidie Jaya | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) Kelompok Reguler…

2 hari ago

Sebanyak 125 Siswa SDN 1 Beutong Belajar di Kelas Darurat

Analisaaceh.com, Nagan Raya | Sebanyak 125 siswa di sekolah dasar (SD) Negeri 1 Beutong masih…

2 hari ago

Safaruddin Apresiasi Persada Abdya Lolos ke Final Soeratin U-17

Analisaaceh.com, Blangpidie | Tim Persada Aceh Barat Daya (Abdya) berhasil mencatat sejarah baru setelah melaju…

2 hari ago

Tim Dia-Bencana USK Beri Edukasi Kesehatan Pada Penderita Diabetes Penyintas Bencana

Analisaaceh.com, Pidie Jaya | Tim Dia-Bencana (Diabetes Bencana) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar edukasi kesehatan…

2 hari ago