Hati-Hati, Covid-19 Demen Sama Perokok, Lho!

Ilustrasi Perokok dan Covid-19

Beberapa waktu yang lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan bahwa selain orang tua dan orang-orang yang sudah memiliki penyakit bawaan, perokok juga sangat rentan terkena Covid-19 atau Corona.

Pasalnya, virus yang masih saja betah membuat manusia menjalani hidup sehat ini ternyata bisa masuk ke mulut perokok karena perokok menyentuh mulut dengan jari-jari yang kemungkinan ter kontaminasi. Aktivitas merokok yang melibatkan kontak jari tangan dan mulut secara intens dapat menyebabkan virus berpindah dengan cepat.

Lalu alasan selanjutnya perokok rentan terkena Covid-19 adalah kondisi kesehatan paru-paru. Perokok biasanya sudah memiliki masalah paru-paru karena sudah lama menjadi perokok berat. Orang yang merokok telah meningkatkan kadar protein Dipeptidyl peptidase-4 (DPP4), hal inilah yang membuat sel paru-paru lebih rentan terkena virus Corona.

Di dalam tubuh si perokok, mungkin saja sudah memiliki penyakit fatal sebelum Covid-19 menyerang. Bila virus ini masuk dan menyerang organ tubuh si perokok yang sudah rusak, maka berakhirlah sisa waktu si organ tubuh dan selanjutnya tanda-tanda sesak napas dan gejala Covid lainnya akan dirasa oleh si perokok tanpa bisa dihindari.

Masalahnya, bukan hanya perokok aktif saja yang memiliki ancaman ini. Perokok pasif pun juga rentan terkena penyakit pernapasan karena paru-paru perokok pasif sudah terkena racun.

Jangan salah, bila si perokok merasa sehat-sehat saja, si perokok masih bisa di diagnosa memiliki penyakit mematikan lainnya, seperti kanker. Mungkin saja penyakit ini belum bangkit sekarang, namun secara pelan-pelan kanker sudah menggerogoti setiap sel darah yang ada di dalam tubuh.

Readers, Jangan takut dengan Covid-19 saja, waspada juga pada kanker yang sudah bersarang dan menunggu tanggal main. Yuk, berhenti merokok. Karena merokok, orang lain bisa terkena imbasnya, lho!