Ketua PKPI Aceh, Hendri Yono, S.Sos, M.Si
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Sekretaris Komisi III DPR Aceh, Hendri Yono, M.Si meminta pemerintah untuk mengkaji kembali operasi tambang rakyat di Menggamat Kecamatan Kluet Tengah, Aceh Selatan.
Hal itu terkait insiden meninggalnya dua warga tertimbun longsor di lokasi bekas galian tambang PT PSU Gampong Simpang Dua kecamatan setempat pada 14 Maret lalu. Sementara enam orang dinyatakan luka-luka.
Baca Juga : 8 Penambang Emas di Aceh Selatan Terjebak Longsor, 2 Orang Meninggal Dunia
“Kita meminta pemerintah agar mengkaji kembali operasi tambang emas ini, baik dari izin maupun dampaknya,” kata Hendri kepada analisaaceh.com pada Kamis (18/3/2021).
Menurutnya, kajian dari pemerintah itu perlukan agar insiden yang menelan korban jiwa di wilayah tambang daerah Menggamat tidak kembali terjadi di kemudian hari.
“Kita turut berduka atas musibah longsor yang baru-baru ini di Menggamat yang telah menelan korban jiwa, dan kita berharap insiden seperti ini tidak terjadi lagi, maka dari itu perlu kajian yang mendalam terhadap operasi tambang,” harap anggota DPR Aceh yang juga dari dapil IX ini.
Selain itu Ketua PKPI Aceh ini juga meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas insiden tersebut.
“Kita minta kepada kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa yang memakan korban ini, apakah ada faktor lain” Pungkas Hendri Yono.
Analisaaceh.com, Blangpidie | Nasib pilu dialami Salakun (15), seorang remaja yatim asal Gampong Ie Mirah,…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fadh menyampaikan enam persoalan strategis…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Polisi menangkap dua pria yang diduga terlibat pencurian sepeda motor di…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Empat organisasi pers di Aceh, yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Jejak intelektual Syekh Yusuf al-Makassari dan ulama Aceh, Syekh Abdurrauf as-Singkili,…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Sejumlah wartawan di Kota Banda Aceh menggelar doa bersama untuk keselamatan…
Komentar