ADVERTORIAL Kadis DSI Aceh Temui Abon Paloh Kayee, Ini yang Dibahas

Kadis DSI Aceh Temui Abon Paloh Kayee, Ini yang Dibahas

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr. Misran Fuadi, S.Ag., M.AP., saat bersilaturahmi dengan ulama kharismatik Aceh, Abon Paloh Kayee, di Dayah Darul Ulum, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (2/8/2026). Foto: Dinas Syariat Islam Aceh.

Analisaaceh.com, Aceh Utara | Penguatan pelaksanaan syariat Islam di Aceh membutuhkan sinergi yang erat antara pemerintah dan ulama. Karena itu, Dinas Syariat Islam Aceh terus membangun komunikasi dengan para ulama untuk mendapatkan pandangan dan masukan dalam menjalankan program pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr. Misran Fuadi, S.Ag., M.AP., menemui ulama kharismatik Aceh, Abon Paloh Kayee, di Dayah Darul Ulum, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (2/8/2026).

Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk meminta nasihat dan masukan terkait upaya memperkuat pelaksanaan syariat Islam di Aceh. Kunjungan itu sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi antara pemerintah dengan ulama dan kalangan dayah sebagai mitra strategis dalam pembinaan umat.

Misran mengatakan, keterlibatan ulama sangat penting dalam setiap upaya penguatan kehidupan keagamaan masyarakat Aceh. Ulama selama ini tidak hanya menjadi rujukan dalam persoalan agama, tetapi juga memiliki peran besar dalam pendidikan, dakwah, dan pembentukan karakter umat.

“Ulama merupakan mitra strategis pemerintah dalam memperkuat pelaksanaan syariat Islam. Nasihat dan pandangan para ulama sangat kami perlukan agar program-program yang dijalankan tetap sesuai dengan nilai-nilai Islam serta kebutuhan masyarakat Aceh,” kata Misran.

Menurutnya, pelaksanaan syariat Islam tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah. Dukungan dan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, terutama ulama dan lembaga pendidikan dayah, diperlukan agar pembinaan keagamaan dapat berjalan secara lebih efektif dan menyentuh langsung kehidupan umat.

Ia menilai hubungan yang kuat antara pemerintah dan ulama perlu terus dipelihara. Komunikasi tersebut menjadi penting untuk mendapatkan pandangan terhadap berbagai persoalan keagamaan sekaligus menyelaraskan langkah pembinaan yang dilakukan pemerintah.

“Syariat Islam bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Karena itu, komunikasi dengan para ulama harus terus kita bangun agar setiap langkah yang dilakukan memiliki arah yang sama dalam memberikan pembinaan terbaik kepada umat,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Misran dan Abon Paloh Kayee berdiskusi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan penguatan pelaksanaan syariat Islam di Aceh. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah dan ulama dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat.

Pertemuan itu juga menjadi kesempatan bagi Dinas Syariat Islam Aceh untuk mendengarkan secara langsung pandangan ulama mengenai kondisi dan kebutuhan pembinaan umat. Masukan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menjalankan program-program keagamaan ke depan.

Misran mengatakan pendekatan melalui komunikasi dan silaturahmi dengan ulama akan terus diperkuat. Menurutnya, kebijakan dan program pembinaan keagamaan akan semakin efektif apabila dibangun dengan melibatkan pihak-pihak yang memahami kondisi masyarakat secara langsung.

“Masukan dari ulama menjadi bagian penting bagi kami dalam melakukan evaluasi dan memperkuat program pembinaan. Pemerintah membutuhkan pandangan dari berbagai pihak agar pelaksanaan syariat Islam tidak berhenti pada regulasi, tetapi benar-benar hadir dan memberikan manfaat dalam kehidupan masyarakat,” katanya.

Selain membahas penguatan syariat Islam, kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan Dinas Syariat Islam Aceh dengan kalangan dayah. Lembaga pendidikan dayah selama ini memiliki posisi penting dalam menjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus melahirkan generasi yang memiliki pemahaman keagamaan.

Keberadaan dayah juga dinilai memiliki kontribusi besar dalam perjalanan kehidupan masyarakat Aceh. Selain menjalankan fungsi pendidikan, dayah menjadi salah satu pusat dakwah dan pembinaan umat yang keberadaannya menjangkau masyarakat hingga ke tingkat gampong.

Karena itu, Dinas Syariat Islam Aceh berharap hubungan dan komunikasi dengan ulama serta kalangan dayah dapat terus diperkuat sehingga terdapat sinergi dalam menjalankan berbagai program keagamaan.

Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap pembinaan umat dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan. Sinergi pemerintah dan ulama juga diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan kehidupan keagamaan yang berkembang seiring perubahan sosial dan perkembangan zaman.

Misran menegaskan, Dinas Syariat Islam Aceh akan terus membuka ruang komunikasi dengan para ulama untuk mendapatkan pandangan, nasihat, dan masukan terkait program penguatan syariat Islam.

“Kami berharap silaturahmi seperti ini terus terjaga. Pemerintah dan ulama memiliki tujuan yang sama, yaitu bagaimana syariat Islam dapat semakin kuat dan nilai-nilai Islam benar-benar menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat Aceh,” ujarnya.

Dalam kunjungan ke Dayah Darul Ulum tersebut, Misran turut didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Dinas Syariat Islam Aceh.

Artikulli paraprakKelas Darurat SDN 10 Linge Aceh Tengah Mulai Digunakan, Sebagian Siswa Tak Lagi Belajar di Tenda
Artikulli tjetërDiduga Gelapkan Sepmor Yamaha NMAX Milik Warga Kuala Batee, Pria Asal Babahrot Abdya Ditangkap Polisi di Nagan Raya