Keuchik Gampong Suak Nibong, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Abdya, Adami Usman. Foto:Ahlul Zikri/Analisaaceh.com
Analisaaceh.com, Blangpidie | Keuchik Gampong Suak Nibong, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Adami Usman menyatakan dukungannya terhadap pembahasan batas maksimal mahar perkawinan sebesar 5 mayam yang tengah dikaji oleh Majelis Adat Aceh (MAA) Abdya.
Adami menilai, langkah yang sedang dibahas MAA Abdya tersebut merupakan terobosan positif untuk membantu masyarakat dalam menjalankan syariat serta melangsungkan pernikahan tanpa terbebani biaya yang tinggi.
“Saya sangat mendukung batas maksimal mahar 5 mayam yang kini dibahas oleh MAA Abdya,” kata Adami Usman kepada wartawan, Selasa (3/1/2026).
Menurutnya, kebijakan ini sangat krusial di tengah kondisi ekonomi saat ini. Penentuan batas atas mahar dianggap mampu mempermudah para pemuda dan calon pasangan pengantin untuk menyempurnakan ibadah tanpa harus terkendala urusan finansial yang memberatkan.
Selain perihal mahar, Adami juga menyoroti berbagai adat-istiadat yang berkembang di tengah masyarakat Abdya. Ia menilai beberapa tradisi adat perlu dibatasi dan disesuaikan dengan kondisi ekonomi masyarakat saat ini, sehingga tidak menjadi beban sosial bagi pihak keluarga.
“Mengenai adat yang tumbuh, saya juga sepakat untuk dibatasi. Beberapa prosesi perlu disesuaikan dengan kemampuan ekonomi masyarakat kita sekarang,” tuturnya.
Menurut Adami, adat seperti keumaweuh (syukuran tujuh bulanan), serta rombongan saat prosesi pertunangan. Menurutnya, jumlah rombongan maupun kemeriahan acara tersebut sebaiknya disederhanakan demi azas manfaat dan tidak menjadi beban tambahan bagi keluarga.
“Seperti adat keumaweuh tujuh bulanan serta rombongan tunangan juga perlu dibatasi,” pintanya.
Adami berharap agar pembahasan adat Aceh di Abdya dapat melibatkan seluruh keuchik agar keputusan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di tingkat gampong. Mengingat para Keuchik merupakan ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan dinamika warga, keterlibatan mereka dinilai sangat penting.
“Sebaiknya dalam pembahasan adat Aceh di Abdya ini, MAA memanggil para keuchik untuk berdiskusi. Masukan dari tingkat gampong akan membuat aturan yang dilahirkan lebih aplikatif di lapangan,” pungkas Adami.
Analisaaceh.com, Blangpidie | Satu unit rumah warga di Gampong Alue Jerjak, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal membenarkan adanya seorang pejabat eselon…
Analisaaceh.com, Aceh Utara | Kecamatan Kutamakmur keluar sebagai juara Turnamen Piala Bupati-Wakil Bupati Aceh Utara…
Analisaaceh.com, Blangpidie | Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Barat Daya (Abdya) berkolaborasi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan…
Analisaaceh.com, Blangpidie | Banjir yang menerjang Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), kemarin malam,…
Analisaaceh.com, Aceh Besar | Penyidik Polsek Mesjid Raya Polresta Banda Aceh menyerahkan tersangka berinisial NZ…
Komentar