Categories: NEWS

Krisis Air dan Debu, Warga Alue Dawah Desak Tutup Tambang di Babahrot Abdya

Analisaaceh.com, Blangpidie | Warga Gampong Alue Dawah, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), mendesak pemerintah kabupaten dan Pemerintah Aceh untuk segera menutup seluruh aktivitas pertambangan yang beroperasi di wilayah mereka. Pasalnya, keberadaan dan aktivitas tambang dinilai lebih banyak mendatangkan mudharat dari pada memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Salah seorang warga setempat, Ira Maya mengungkapkan bahwa krisis air bersih telah menjadi masalah serius yang dihadapi masyarakat, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun untuk fasilitas umum seperti masjid, pasokan air sudah tidak mencukupi. Dampak lingkungan dari aktivitas tambang dirasakan warga setiap hari.

“Saat musim kemarau, debu beterbangan hingga ke rumah-rumah. Sebaliknya, saat hujan turun, banjir datang membawa material tanah yang sering kali menutup saluran air. Belum lagi kebisingan di malam hari yang sangat mengganggu istirahat kami,” kata Ira Maya kepada Analisaaceh.com, Sabtu (27/9/2025).

Ira menyebut, keluhan warg terhadap tambang bukanlah hal baru. Sejak 2010, masyarakat telah menyuarakan keresahan mereka ini, namun hingga kini belum ada tindakan konkret dari pemerintah. Menurutnya, berbagai janji perbaikan, termasuk solusi penyediaan air bersih untuk warga, tidak pernah terealisasi.

Lebih lanjut, sebut Ira, salah satu perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut adalah PT Juya Aceh Mining (JAM). Lokasi tambang perusahaan ini berada di area perbukitan desa yang jaraknya diperkirakan hanya sekitar 300 meter dari permukiman warga dan masjid gampong.

“Kolam bekas galian batu sudah sangat dalam dan posisinya sangat dekat dengan jalan nasional. Akibat aktivitas itu, sumber mata air untuk masjid kami menjadi hilang,” ucap Ira dengan nada kecewa.

Ira menegaskan bahwa warga pada dasarnya tidak menolak pembangunan. Namun, jika aktivitas ekonomi seperti pertambangan justru lebih banyak merugikan dan menyengsarakan masyarakat, maka langkah terbaik adalah menghentikannya. Ia meminta pemerintah tidak lagi menutup mata atas penderitaan yang dialami warga setempat setiap harinya.

“Kami hidup di sini, kamilah yang merasakan dampak langsungnya setiap hari. Kami berharap pemerintah tidak menutup mata dan segera mengambil tindakan tegas, jangan biarkan penderitaan ini terus berlangsung,” pungkas Ira Maya.

Redaksi

Editor Analisaaceh.com

Komentar

Recent Posts

Safaruddin Launching My-Tirta Abdya, Perumdam Klaim Pertama di Aceh Masuk Play Store

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin melaunching aplikasi My-Tirta Abdya milik Perusahaan…

7 jam ago

Bupati Safaruddin: Perusahaan Tambang dan PMKS yang Abaikan CSR Akan Dibekukan Izin dan Diusir dari Abdya

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, mengeluarkan ultimatum keras kepada seluruh perusahaan…

13 jam ago

Bupati Safaruddin Ancam Pidanakan Pelaku Mobil Siluman Pengisi Berulang BBM di SPBU

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin mengambil langkah tegas untuk mengatasi persoalan…

15 jam ago

Ratusan Siswa di Kemukiman Krueng Batee Abdya Belum Terima MBG, SPPG Tunggu Dapur Baru Beroperasi

Analisaaceh.com, Blangpidie | Ratusan siswa di Kemukiman Krueng Batee, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat…

16 jam ago

Partai Demokrat Aceh Gelar Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Libatkan 600 Peserta Peduli Lingkungan

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Aceh menggelar Gerakan Langit Biru…

16 jam ago

Pemkab Abdya Siapkan Sentra Mualaf, Bupati Usul Insentif Pendamping Rp1,5 Juta

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, meminta Baitul Mal Abdya memperkuat program…

23 jam ago