LSM PuTra Desak Pemkab Cari Solusi Cepat Masalah Nelayan Pijay

Analisaaceh.com, Meureudu | Lembaga Swadaya Masyarakat Public Transparansi (LSM PuTra) mendesak Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya mencari solusi cepat untuk penyelesaian masalah nelayan yakni dangkalnya lima muara kuala di Kabupaten setempat.

Hal tersebut disampaikan Direktur LSM PuTra Zikrillah, SP kepada analisaaceh.com pada Kamis (19/11). Menurutnya, permasalahan dangkalnya lima muara itu bukanlah masalah yang sepele, bahkan selama delapan tahun tidak ada solusi konkrit untuk diselesaikan.

Baca: Delapan Tahun Kuala Beuracan Dangkal, Nelayan di Pijay Kesulitan Melaut

“Yang menjadi perhatian saya selama ini eksekutif dan legeslatif Pijay kerjanya apa saja, sampai saat ini belum pernah mencari solusi bersama terkait permasalahan yang dirasakan nelayan di Pijay,” tutur Zikri.

Bahkan yang lebih anehnya, kata Zikri, selama delapan tahun itu eksekutif dan legislatif Pijay tidak ada rencana atau pun pembahasan terkait persoalan yang menimpa nelayan pada pembahasan RAPBK, namun yang menjadi perdebatan di dewan selalu tupoksi anggaran.

Padahal kondisi lima muara kuala di Pijay sudah mencapai titik kritis, dimana permasalahan dangkalnya muara tersebut sudah berdampak pada kondisi ekonomi nelayan.

Baca: Terkait Dangkalnya Kuala di Pijay, DKP: Akan Dinormalisasi dan Jadi Program Prioritas

“Jika melihat kondisi ini saya sangat ragu dengan Pemkab dan anggota DPRK pijay apakah mereka serius mencari solusi permasalahan rakyatnya, dan jangan sampai masyarakat hilang kepercayaannya,” tegas Zikri.

Pihaknya berharap agar eksekutif dan legislatif Pijay untuk mencari solusi alternatif terkait pendangkalan lima muara kuala tersebut, sebelum adanya solusi yang tepat bersama pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat dalam menjawab permasalahan nelayan.

“Harapan saya pemkab Pijay mengambil solusi alternatif seperti pengerukan sementara sehingga memudahkan lalu lalang bot nelayan di muara kuala yang selama ini dangkal,” harap Zikri.

Redaksi

Editor Analisaaceh.com

Komentar

Recent Posts

MAA Abdya Usul Mahar Nikah Maksimal 5 Mayam Emas

Analisaaceh.com, Blangpidie | Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengusulkan penetapan batas…

15 jam ago

Safaruddin Tunjuk Darmawan Jadi Plt Kabag Prokopim

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin menunjuk Darmawan Saputra, SE sebagai Pelaksana…

24 jam ago

Harga BBM Non-Subsidi Turun Mulai 1 Februari 2026

Analisaaceh.com, Jakarta | PT Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan harga Bahan Bakar Minyak…

24 jam ago

SPBU di Abdya Aktifkan Lagi Sistem Barcode BBM

Analisaaceh.com, Blangpidie | Pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum…

24 jam ago

Tonggak Baru USK, Prof. Mirza Tabrani Terpilih Rektor

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A resmi terpilih sebagai Rektor…

24 jam ago

Usai Tembus Rp10 Juta, Harga Emas Banda Aceh Turun

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Harga emas di Banda Aceh mengalami penurunan pada Senin (2/2/2026), setelah…

24 jam ago