Sidang Kasus Tsunami Cup di Tipikor Banda Aceh. Foto : Naszadayuna/analisaaceh.com
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Adik Irwandi Yusuf Muhammad Zaini alias Bang M divonis empat tahun penjara atas kasus tindak pidana korupsi anggaran Aceh World Solidarity Cup (AWSC) atau Tsunami Cup Tahun 2017.
Sidang vonis itu digelar di Pengadilan Tipikor Banda Aceh, Kamis (16/2/2023). Ada dua perkara yang diadili majelis hakim yang diketahui oleh R.Hendral, S.H., M.H., Hakim Anggota I Sadri, S.H., M.H. dan Hakim Anggota II Elfama Zain, S.H.
Dalam persidangan itu majelis hakim Muhammad Zaini Alias Bang M Bin Yusuf terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Muhammad Zaini Alias Bang M Bin Yusuf selama empat tahun dan denda Rp 50 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama dua bulan dan uang pengganti nihil serta membayar biaya perkara” Ketua Majels Hakim R. Hendral.
Sementara itu, terhadap terdakwa Mirza Bin Ramli dijatuhkan pidana selama tiga tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider dua bulan pidana kurungan dan uang pengganti nihil serta membayar biaya perkara.
Bahwa setelah pembacaan putusan, Majelis Hakim memberikan kesempatan kepada Jaksa Penuntut Umum dan masing-masing terdakwa untuk menggunakan haknya baik terima atau pikir-pikir diberikan waktu selama tujuh hari.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Muhammad Zaini Yusuf (MZ) ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi anggaran Aceh World Solidarity Cup (AWSC) atau Tsunami Cup Tahun 2017.
Baca Juga: Zaini Yusuf Jadi Tersangka Korupsi Tsunami Cup 2017
Adik mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf tersebut ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh guna pemeriksaan lebih lanjut.
“MZ merupakan panitia AWSC tahun 2017 telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan oleh tim jaksa penyidik kejaksaan Negeri Banda Aceh,” kata Kajari Banda Aceh, Edi Ermawan melalui Kepala Seksi Intelijen, Muharizal, Senin (19/9/2022).
Muharizal menjelaskan bahwa MZ diduga turut menikmati dana penyimpangan anggaran AWSC 2017 sebesar Rp730 juta.
Analisaaceh.com, Banda Aceh | BKKBN Aceh terus mendorong penguatan pembangunan keluarga melalui sejumlah program prioritas,…
Blangpidie - Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengancam akan…
Analisaaceh.com. Banda Aceh | Seorang pria berinisial NSR (59), warga Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh,…
Analisaaceh.com, Lhokseumawe | Tekanan ekonomi, dinamika politik, perundungan, hingga tantangan era digital menjadi sejumlah persoalan…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Provinsi Aceh mencatat inflasi tahunan tertinggi di wilayah Sumatera pada Oktober…
Analisaaceh.com, Gayo Lues | Kebakaran melanda permukiman warga di Dusun Belah Lane, Gampong Telege Jernih,…
Komentar