Categories: LHOKSEUMAWENEWS

Menekan Covid-19, Qanun Gampong & Dana Desa Bisa Digunakan

Analisaaceh.com, Lhokseumawe | Teuku Fazil Mutasar, Tenaga Ahli Pemerintah Kota Lhokseumawe bidang sosial dan politik, Kamis 26/3/2020, mengatakan dana desa bisa digunakan untuk pencegahan virus corona (covid -19) sesuai dengan Permendesa dan PDTT nomor 11 tahun 2019 tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2020.

Ia menyebutkan, Ada Rp 28,8 triliun dana desa yang didistribusikan pada tahap pertama. Dana ini disalurkan langsung dari kas negara ke kas gampong.

Ia menambahkan, dana ini bisa cair jika tiga syarat terpenuhi. Pertama, ada Peraturan Gubernur dan Peraturan Walikota atau Peraturan Bupati. Peraturan itu berisi tentang besaran alokasi dan besaran pembangunan dana desa di masing-masing gampong di wilayah Kabupaten dan Kota.

Kedua, ada Peraturan Gampong dengan APBG Ketiga, harus ada surat kuasa dari Kepala Daerah, Bupati atau Walikota untuk memberi surat kuasa. Surat kuasa untuk distribusi penyaluran tahap pertama, kedua dan ketiga dari KPPN rekening kas gampong.

Dirinya mengatakan, tahapan ini bisa dilakukan jika Gampong sudah memiliki program. Bila di dalamnya tidak terdapat program padat karya tunai, maka agar merubah APBG dan memasukkan program padat karya tunai gampong.

Secara eksplisit ditekankan dana desa bisa digunakan untuk langkah pencegahan di bidang pelayanan sosial dasar khususnya kesehatan masyarakat desa.

Artinya bahwa, Permendesa berikan peluang agar gampong bisa menggunakan dan desa untuk mencegah meluasnya penyebaran Coronavirus (Covid-19).

Untuk itu kepada keuchik (kepala desa) yang ada di aceh khususnya Lhokseumawe agar segera melakukan tindakan pencegahan penyebaran virus corona tersebut.

Pertama, Gampong (Desa) mengeluarkan Qanun Gampong (peraturan desa) tentang pencegahan penyebaran Coronavirus(Covid-19), hal-hal yang lebih detail bisa diatur melalui Qanun Gampong tersebut, seperti mengajak warga untuk tetap berada di rumah dan menghindari tempat keramaian sampai batas waktu yang telah ditentukan oleh Pemerintah pusat.

Kedua, dalam melaksanakan Qanun Gampong tersebut tentu memerlukan anggaran untuk melakukan sosialisasi seperti pemasangan spanduk atau baliho tentang bahaya virus corona (Covid -19) yang bisa diambil anggaran nya dari dana desa yang bersumber dari kegiatan padat karya tunai.

Tentu dengan pola seperti ini, minimal kita bisa mencegah penyebaran coronavirus (covid-19) ini untuk tidak ada korban jiwa di Aceh khususnya Lhokseumawe. Perlu kita sadari bahwa tugas ini memerlukan kerjasama yang baik antara setiap stakeholder dari yang paling bawah yaitu Gampong (Desa). (RB)

Riza Mirza

Blogger, praktisi IT, "jurnalis teknologi", dan peminat film.

Komentar

Recent Posts

Derita Infeksi Jantung, Anak Yatim di Abdya Butuh Biaya ke RSUDZA Banda Aceh

Analisaaceh.com, Blangpidie | Nasib pilu dialami Salakun (15), seorang remaja yatim asal Gampong Ie Mirah,…

1 hari ago

Dek Fadh Sampaikan Enam Persoalan Pertanahan Aceh ke Komisi II DPR RI

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fadh menyampaikan enam persoalan strategis…

1 hari ago

2 Terduga Curanmor di Banda Aceh Ditangkap, Polisi Dalami Rencana Penjualan ke Pulau Aceh

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Polisi menangkap dua pria yang diduga terlibat pencurian sepeda motor di…

3 hari ago

TVRI Rumahkan 17 Kontributor di Aceh, 4 Organisasi Pers Keluarkan Pernyataan Sikap

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Empat organisasi pers di Aceh, yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi…

3 hari ago

Jejak Intelektual Syekh Yusuf dan Abdurrauf As-Singkili Dikaji di Banda Aceh

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Jejak intelektual Syekh Yusuf al-Makassari dan ulama Aceh, Syekh Abdurrauf as-Singkili,…

3 hari ago

Wartawan Banda Aceh Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang di Gunung Anak Krakatau

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Sejumlah wartawan di Kota Banda Aceh menggelar doa bersama untuk keselamatan…

6 hari ago