Categories: NEWSPEMERINTAH ACEH

Meski Ditunda Akibat Covid-19, Aceh Tetap Jadi Ikon INACRAFT ke 22

Analisaaceh.com, Jakarta | Pemerintah Aceh menyatakan siap melaksanakan event Ajang International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) ke-22 pada 2021 nanti. Sedianya, kegiatan tersebut akan diselenggarakan tahun ini di Jakarta Convention Center dari tanggal 24 hingga 28 April 2019 yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

Namun akibat pandemi Covid-19, maka festival produk kerajinan bergengsi tersebut diadakan tahun berikutnya, yakni pada 31 Maret hingga 4 April 2021 di tempat yang sama.

“Kami mewakili pemerintah Aceh menyatakan kesiapan untuk menjadi icon INACRAFT ke-22 tahun 2021 nanti,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh, Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, MT dalam Video Conference terkait acara INACRAFT ke-22, di Jakarta, Rabu (12/8/2020).

Dyah mengatakan, Aceh ditetapkan sebagai ikon festival produk kerajinan terbesar tersebut. Ajang International ini menawarkan beragam produk kerajinan. Seharusnya, INACRAFT berlangsung di Jakarta Convention Center dari tanggal 24 hingga 28 April 2019 yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo.

Surat Keputusan (SK) Penunjukan Pemerintah Aceh sebagai ikon INACRAFT 2020 juga telah diterima Dyah saat Musyawarah Nasional VIII Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraf Indonesia (ASEPHI) di Jakarta, Rabu (31/7/2019) tahun lalu.

“Pemerintah Aceh telah melakukan persiapan terkait terpilihnya Provinsi Aceh sebagai ikon INACRAFT ke 22 nantinya,” jelas Dyah.

Terpilihnya Aceh sebagai ikon INACRAFT 2020, tentu menjadi kabar baik bagi Aceh sebab dapat mempromosikan Aceh secara maksimal, terarah, dan berkesan kepada pengunjung.

“Dengan begitu, Aceh dapat menarik masyarakat wisatawan baik dari Indonesia maupun mancanegara untuk datang ke Aceh,” Kata istri Plt Gubernur Aceh itu.

Untuk diketahui, Ajang International Handicraft Trade Fair akan kembali dihadirkan menggunakan seluruh ruangan dengan luas area pameran 25.000 meter persegi yang akan diisi oleh lebih kurang 1.300 UMKM peserta dan lebih dari 1.000 ragam produk kerajinan berkualitas dari seluruh nusantara dengan mengusung konsep baru, SMART Exhibition.

Redaksi

Editor Analisaaceh.com

Komentar

Recent Posts

Ratusan Warga Babahrot Abdya Minta PT CA Angkat Kaki dari Lahan TORA

Analisaaceh.com, Blangpidie | Ratusan masyarakat yang tergabung dalam kelompok Tani Seuneubok Lubok Raja Karya Abadi…

2 hari ago

Dukung Jakarta Understanding, Dekan FUAD UINSUNA Soroti Tantangan Dakwah Digital

Analisaaceh.com, Lhokseumawe | Dekan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe,…

3 hari ago

Tiga Pengasuh Daycare di Banda Aceh Divonis Hingga 3 Tahun Penjara

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Tiga pengasuh sebuah daycare di Banda Aceh dijatuhi hukuman penjara oleh…

3 hari ago

Polisi Amankan Dua Pria Terkait Dugaan Penggelapan Motor Milik Anggota TNI

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banda Aceh mengamankan dua pria berinisial…

3 hari ago

Mahasiswa Poltekpel Aceh Meninggal, Polisi Tunggu Hasil Visum dan CT Scan

Analisaaceh.com, Aceh Besar | Seorang mahasiswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh, Muhammad Rasya Fadilla (18),…

3 hari ago

Wabup Zaman Akli: Pabrik Es Perkuat Rantai Dingin Perikanan Abdya

Analisaaceh.com, Blangpidie | Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Zaman Akli menyebutkan bahwa kehadiran Pabrik…

3 hari ago