MTQ Ke 34 di Pidie, Bener Meriah Pulang Dengan Tangan Kosong

Analisaaceh.com, Bener Meriah | Kabupaten Bener Meriah harus mengakui Kabupaten Lainya pada event Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-34 tingkat Provinsi Aceh yang dihelat di Kabupaten Pidie. Perolehan itu sesuai dengan rekafitulasi para finalis Kabupaten/kota yang masuk final pada ajang dua tahunan itu.

Kabupaten Bener Meriah berada pada posisi terakhir yaitu pada urutan ke-23 dengan kata lain, Kabupaten berjulukan Negeri di atas Awan itu harus pulang dengan tangan kosong.

“Kita memang harus mengakui kekalahan ini, ini kan Musabaqah, jadi harus siap menerima konsekwensi kalah atau menyabet juara, dan ini menjadi pengalaman yang berharga untuk masa yang akan datang” kata Plt Sekda Bener Meriah Khairun Aksa, SE.MM kepada Analisaaceh.com melalui sambungan Selularnya, Jum’at (27/09/2019) malam, sembari menyebut ia saat ini sedang berada di Jakarta.

Kabupaten Bener Meriah sebelumnya memberangkatkan 41 peserta dan didampingi 39 official serta pelatih. Di antara 7 cabang perlombaan yang diikuti yaitu, Hifzil Qur’an, Syarhil Qur’an, MTQ, Tafsir dan beberapa cabang lainya.

Secara terpisah, Ketua Kafilah Bener Meriah H.Saidi Bentara,S.Ag.MA menyatakan, harus mengakui keunggulan peserta dari Kabupaten-Kabupaten lain yang ada di Aceh tampil dengan sangat maksimal.

“Ini pelajaran yang sangat berharga bagi Kabupaten Bener Meriah, dari segi pembinaan kita sudah sangat maksimal, peserta juga sudah maksimal, kenapa seperti ini karena saudara kita dari Kabupaten lain jauh lebih maksimal dan ini menjadi standar evaluasi ke depan, dan kita harus berpikir positif,” kata Saidi Bentara.

Lebih lanjut kata dia, jikapun rekapitulasi yang telah tersebar saat ini merupakan hasil akhir, maka Bener Meriah pulang dengan tangan kosong.

“Kita berharap Bener Meriah yang terbaik, namun jikapun itu menjadi hasil akhir, maka harus menjadi cambuk dan evaluasi bagi kita,” papar Saidi mengaku sedang berada di Kabupaten Pidie.

Sementara itu Kabupaten Aceh Tengah berada pada urutan ke-8, Sedangkan diurutan pertama yaitu Kabupaten Aceh Besar, menyusul Kabupaten Aceh Timur, Aceh Utara dan Kabupaten Pidie.

Editor : Nafrizal

Redaksi

Editor Analisaaceh.com

Komentar

Recent Posts

Tekanan Ekonomi hingga Bullying, FUAD UIN SUNA Bahas Ketahanan Mental Generasi Muda

Analisaaceh.com, Lhokseumawe | Tekanan ekonomi, dinamika politik, perundungan, hingga tantangan era digital menjadi sejumlah persoalan…

3 jam ago

Inflasi Aceh 5,05 Persen, Tertinggi di Sumatera pada Oktober 2026

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Provinsi Aceh mencatat inflasi tahunan tertinggi di wilayah Sumatera pada Oktober…

15 jam ago

Kebakaran Hanguskan 22 Rumah, Balai Adat, dan Mushola di Gayo Lues

Analisaaceh.com, Gayo Lues | Kebakaran melanda permukiman warga di Dusun Belah Lane, Gampong Telege Jernih,…

15 jam ago

Perbaiki Listrik di Atap Garasi, Pria di Aceh Besar Tersengat

Analisaaceh.com, Aceh Besar | Seorang pria bernama Putra (40), asal Jawa Timur, tersengat listrik saat…

15 jam ago

BMKG Peringatkan Curah Hujan Tinggi di Sejumlah Wilayah Aceh

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I mengeluarkan peringatan…

15 jam ago

BMKG Tetapkan Tiga Kabupaten di Aceh Berstatus Awas Hujan Tinggi

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini curah hujan…

15 jam ago