Categories: NEWS

Nekat Mencuri untuk Beli Sabu, 2 Pria Ditangkap di Aceh Besar

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Satres Narkoba Polresta Banda Aceh menangkap dua pria, AF (34) dan KH (36), terkait kasus narkoba dan pencurian. Mereka ditangkap di depan Gedung Museum Aceh pada Minggu (28/7/2024) sekitar pukul 02.00 WIB.

Kedua tersangka, AF dan KH, adalah warga Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar. AF ditangkap atas kasus narkotika, sementara KH ditangkap karena terlibat dalam pencurian dan pembongkaran rumah bersama AF.

Menurut Kasat Resnarkoba Polresta Banda Aceh, Rajabul Asra, dalam konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh pada Rabu (14/8/2024), mereka mencuri dari rumah milik MN di komplek BTN Ajun, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar.

“Mereka melakukan pencurian untuk membeli sabu dan mendapatkan keuntungan,” jelas Rajabul Asra.

Saat penggeledahan, petugas menemukan satu bungkus narkotika jenis sabu, alat hisap, sejumlah perhiasan, dan uang tunai di dalam tas tersangka.

“Dari hasil interogasi, AF mengaku mendapatkan sabu dari T (DPO). Ia juga mengakui sudah lebih dari 10 kali membeli sabu dari T,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rajabul Asra menjelaskan bahwa petugas awalnya curiga terhadap perhiasan yang ditemukan di dalam tas AF. Setelah dilakukan pendalaman, AF akhirnya mengakui bahwa barang-barang tersebut adalah hasil pencurian yang dilakukan bersama KH di komplek BTN Ajun.

“Pencurian tersebut telah dilaporkan oleh korban pada Jumat, 26 Juli 2024, di Polsek Peukan Bada dengan total kerugian sebesar Rp250 juta,” ujarnya.

Berdasarkan hasil interogasi, diketahui bahwa kedua tersangka telah melakukan pencurian di tempat yang sama sebanyak dua kali, yaitu pada Kamis, 25 Juli 2024, dan Jumat, 26 Juli 2024.

Dari penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu, alat hisap, sepeda motor, perhiasan, uang tunai, dua unit laptop, televisi, dan berbagai hasil curian lainnya.

“Akibat perbuatannya, kedua tersangka diancam hukuman pidana penjara untuk kasus narkotika jenis sabu dengan minimal hukuman lima tahun dan maksimal 20 tahun, serta denda mulai dari Rp1 miliar hingga Rp10 miliar. Selain itu, untuk kasus pencurian dengan pemberatan, mereka diancam dengan hukuman maksimal sembilan tahun penjara sesuai dengan pasal 363 ayat (2) KUHPidana.” Pungkasnya.

Naszadayuna

Komentar

Recent Posts

Dinsos Abdya Bentuk Tim Verifikasi Desil di RSUD-TP

Analisaaceh.com, Blangpidie | Dinas Sosial (Dinsos) Aceh Barat Daya (Abdya) segera membentuk Tim Verifikasi Desil…

2 hari ago

Ramlah Sali, Jamaah Haji Tertua Aceh Berusia 101 Tahun

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Seorang jamaah haji lanjut usia asal Kota Langsa menjadi perhatian menjelang…

2 hari ago

Akademisi Hukum Desak Pergub JKA Segera Dicabut

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Akademisi hukum Universitas Iskandar Muda, Lukmanul Hakim, mendesak Muzakir Manaf atau…

2 hari ago

Sekda Aceh: Pasien Katastropik Ditanggung JKA Tanpa Batas Desil

Analisaaceh.com, Bireuen | M. Nasir memastikan pasien penyakit katastropik di Aceh akan ditanggung sepenuhnya oleh…

2 hari ago

MTQ Blangpidie Ditutup, Meyza Ajak Generasi Cintai Al-Qur’an

Analisaaceh.com, Blangpidie | Perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya…

3 hari ago

Bupati Safaruddin Minta RSUD Abdya Layani Semua Pasien JKA Desil 1-10

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Dr Safaruddin menginstruksikan pihak Rumah Sakit Umum…

3 hari ago