
Analisaaceh.com, Blangpidie | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat Daya (Abdya) menyerahkan 22 Surat Keputusan (SK) Pensiun kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa purna tugas terhitung mulai tanggal (TMT) 1 Agustus dan 1 September 2026.
Penyerahan SK pensiun tersebut diserahkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Abdya, Amrizal yang berlangsung di Aula Kantor BKPSDM Abdya, Kamis (27/8/2026).
Dalam sambutannya, Kepala BKPSDM Abdya, Nur Afni mengatakan, penyerahan SK pensiun menjadi momentum penting sebagai bentuk penghargaan pemerintah daerah terhadap ASN yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun.
Menurutnya, SK pensiun bukan sekadar dokumen administrasi, tetapi juga menjadi bukti penghargaan negara atas perjalanan panjang pengabdian para ASN kepada masyarakat dan pemerintah daerah.
“SK Pensiun bukan hanya sebuah dokumen administrasi, tetapi merupakan bukti penghargaan negara atas perjalanan panjang pengabdian sebagai ASN. Selama puluhan tahun, Bapak-Ibu telah mengabdikan tenaga, pikiran, waktu, dan kemampuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mendukung jalannya pemerintahan di Kabupaten Abdya,” ujar Nur Afni.
Ia menyampaikan, perjalanan selama menjadi ASN tentu diwarnai berbagai pengalaman, baik suka maupun duka. Seluruh pengalaman tersebut, menjadi bagian dari perjalanan hidup sekaligus catatan pengabdian yang patut dihargai.
Atas nama Pemkab Abdya dan keluarga besar BKPSDM, Nur Afni menyampaikan apresiasi serta terima kasih kepada seluruh penerima SK pensiun atas dedikasi, loyalitas dan pengabdian yang telah diberikan selama menjalankan tugas sebagai ASN.
Nur Afni juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pelayanan administrasi kepegawaian masih terdapat kekurangan, serta berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan yang cepat, tepat, dan humanis.
Ia menegaskan bahwa memasuki masa pensiun bukan berarti berakhirnya peran seseorang di tengah masyarakat. Pensiun merupakan awal dari fase kehidupan baru setelah menyelesaikan tugas formal sebagai abdi negara
“Memasuki masa pensiun bukan berarti berakhirnya peran dalam kehidupan bermasyarakat. Seragam boleh dilepas, jabatan boleh berakhir, tetapi jasa, pengabdian dan silaturahmi akan tetapi menjadi bagian dari sejarah pemerintah kabupaten Abdya. Kami berharap masa pensiun dapat dijalani dengan penuh rasa syukur, kebahagiaan dan ketenangan. Gunakan kesempatan ini untuk lebih banyak berkumpul bersama keluarga, meningkatkan ibadah, menjaga kesehatan, serta melakukan kegiatan positif yang bermanfaat,” ucapnya.
Nur Afni berharap pengalaman, ilmu dan keteladanan yang diperoleh selama menjadi ASN dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Masyarakat masih membutuhkan pengalaman dan nasihat dari para pensiunan yang telah melalui perjalanan panjang dalam kehidupan maupun pemerintahan,” ungkap Nur Afni.
Sementara itu, perwakilan pensiunan ASN, Asril. IH mengaku terharu sekaligus bersyukur karena telah sampai pada masa berakhirnya karier sebagai PNS. Ia menyebut, meskipun masa pengabdian sebagai PNS telah selesai, hubungan silaturahmi dengan pemerintah daerah tetap harus dijaga.
“Hari ini kita sampai pada waktunya mengakhiri karier sebagai PNS. Meski tugas formal telah berakhir, hubungan silaturahmi dengan pemerintah daerah dan masyarakat akan tetap terjalin,” ujarnya.
Ia mengungkapkan telah mengabdi sebagai ASN selama kurang lebih 19 tahun. Selama masa tersebut, banyak pengalaman yang diperoleh, terutama mengenai kedisiplinan dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, menjadi abdi negara menuntut setiap ASN untuk bekerja disiplin serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Hari ini saya merasa terharu dan bersyukur. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang selama ini telah memberikan support dan motivasi selama kami menjadi PNS dan mengabdi sebagai abdi negara,” pungkasnya.
Berikut nama-nama ASN yang pensiun:
1. Lismawati, SH jabatan Analis Hukum Ahli Muda pada Sekretariat DPRK Abdya
2. Herawati, S.Pd jabatan Guru SMP Negeri 1 Tangan-tangan
3. Ratna Umami, S.Pd jabatan Guru SMP Negeri 1 Tangan-tangan
4. Ernalisda jabatan Guru SD Negeri 10 Lembah Sabil
5. Yusma, S.Pd jabatan Guru SD Negeri 12 Manggeng
6. Anasma, S.Pd jabatan Guru SD Negeri 13 Blangpidie
7. Syarifah, S.Pd jabatan Guru SD Negeri 2 Kuala Batee
8. Hamzah, A.Ma. Pd jabatan Guru SD Negeri 12 Babahrot
9. H. Marjan, A.Md. Kep jabatan Perawat Penyelia pada UPTD Puskesmas Lembah Sabil
10. Iskandar jabatan Petugas Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air pada Dinas PUPR Abdya
11. Anasruddin jabatan Penilik Jalan Padang Dinas PUPR Abdya
12. Irmansyah, SP jabatan Sekretaris pada Sekretariat Majelis Adat Aceh (MAA) Abdya
13. Muhammad JAIZ, S.E jabatan Analisis Budaya Keagamaan pada Kecamatan Lembah Sabil
14. Mainidar jabatan Kasi Pemberdayaan Perempuan Dan Kesehatan pada Kecamatan Kuala Batee
15. Agus Rizal jantan Pengadministrasi Kurikulum pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
16. Zaini Dahlan jabatan Pengadministrasi Persuratan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
17. M. Zain, A.Md.Pd jabatan Guru SMP Negeri 4 Babahrot
18. Sabaruddin jabatan Guru SD Negeri 1 Lembah Sabil
19. Junaidi. A jabatan Guru SD NEGERI 1 Babahrot
20. Nurlaila, S.Pd.SD jabatan Guru SD Negeri 8 Babahrot
21. Ali Jasmi jabatan Pengadministrasi Umum pada Satpol PP dan WH Abdya
22. Asril. IH jabatan Kasubbid Akuntansi Pengeluaran pada Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Abdya



