Categories: KOLOMOPINIPendidikan

Pendidikan Kunci Kemajuan Bangsa

*(Oleh : Amiruddin (Abu Teuming)

KINI kita berada pada bulan Agustus. Bulan paling bersejarah bagi bangsa Indonesia. Betapa tidak? Setiap tahun, pada bulan tersebut berkibar bendera merah putih. Di setiap rumah warga, perkantoran, persimpangan jalan, bahkan di kendaraan berkibar bendera kebanggaan Indonesia.

Hal itu tak terjadi begitu saja. Bukan semata instruksi pemerintah untuk mengibarkan bendera negara, melainkan ada rasa cinta tanah air yang disebut nasionalisme.

Rasa nasionalisme ini yang mendongkrak setiap rakyat Indonesia untuk memantapkan tiang-tiang bendera, dan mengikat sangsaka merah putih di puncaknya. Sebagai wujud Indonesia ini negeri kita. Negeri yang telah lama merdeka dari rong-rongan penjajah Belanda.

Nasionalisme yang tumbuh subur dalam jiwa rakyat Indonesia telah berhasil mematahkan agresi Belanda berkali-kali. Meskipun beberapa wilayah mampu dikuasai Belanda saat agresi kedua, namun ada wilayah yang tak mampu ditaklukan Belanda, seperti Aceh.

Aceh lah yang mengabarkan pada dunia melalui Radio Rimba Raya di Aceh Tengah, bahwa NKRI masih ada. Pemimpin RI masih bertahan, rakyat Indonesia masih berjuang. Yang akhirnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus mengakui kedaulatan RI.

Pertahanan tersebut menjadi aksi nyata kecintaan dan nasionalisme rakyat Aceh, umumnya rakyat Indonesia atas negeri ini.

Perjuangan melawan penjajah sudah berakhir. Nuklir dan letupan senjata tidak terdengar lagi. Pertumpahan darah akibat peperangan telah berakhir. Indonesia, khususnya rakyat Indonesia wajib berjuang memajukan bangsa besar tersebut. Maju dari segala sisi, sesuai tupoksi dan kreatifitas anak bangsa.

Kunci utama pembangunan dan kemajuan adalah pendidikan. Sebab, dengan pendidikan semua mampu diubah jadi lebih baik. Perekonomian akan stabil, politik akan aman, bila dipimpin dan dijalankan oleh orang-orang kompeten.

Negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Singapura tidak terlepas dari majunya pendidikan. Karenanya, putra putri Indonesia, kalian tidak butuh mengeluarkan biaya dan dan menghabiskan tenaga untuk melawan penjajah. Sebab pengorbanan itu telah dilakukan oleh pahlawan bangsa Indonesia.

Tugas generasi ibu pertiwi adalah belajar dan belajar. Menggali pengetahuan sains dan teknologi, lalu mengabdi untuk negeri, demi tergapainya cita-cita pendiri bangsa, yakni kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Selamat HUT RI!

Penulis adalah seorang Penyuluh Informasi Publik (PIP) Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, dan anggota aktif Forum Aceh Menulis (FAMe) )*

Rizha

COE & Founder analisaaceh.COM

Komentar

Recent Posts

Kesiapan Menikah Jadi Perhatian, BKKBN Aceh Perkuat Program Keluarga

Analisaaceh.com, Banda Aceh | BKKBN Aceh terus mendorong penguatan pembangunan keluarga melalui sejumlah program prioritas,…

2 menit ago

Kabel Menjuntai di Perkantoran Abdya,Kadis Kominsa Abdya: Jika Tak Ditangani, Kami Ambil Sikap Tegas

Blangpidie - Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengancam akan…

3 menit ago

Diduga Cabuli Dua Anak, Pria 59 Tahun Ditangkap di TPI Lampulo

Analisaaceh.com. Banda Aceh | Seorang pria berinisial NSR (59), warga Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh,…

4 menit ago

Tekanan Ekonomi hingga Bullying, FUAD UIN SUNA Bahas Ketahanan Mental Generasi Muda

Analisaaceh.com, Lhokseumawe | Tekanan ekonomi, dinamika politik, perundungan, hingga tantangan era digital menjadi sejumlah persoalan…

7 jam ago

Inflasi Aceh 5,05 Persen, Tertinggi di Sumatera pada Oktober 2026

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Provinsi Aceh mencatat inflasi tahunan tertinggi di wilayah Sumatera pada Oktober…

19 jam ago

Kebakaran Hanguskan 22 Rumah, Balai Adat, dan Mushola di Gayo Lues

Analisaaceh.com, Gayo Lues | Kebakaran melanda permukiman warga di Dusun Belah Lane, Gampong Telege Jernih,…

19 jam ago