Categories: NEWS

Pengamat Nilai Sudah Saatnya Gubernur Aceh Ganti Sekda

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Pengamat kebijakan publik menilai sudah saatnya Gubernur Aceh mempertimbangkan pergantian Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, seiring beratnya dinamika pembangunan Aceh pascabencana serta tuntutan pencapaian visi dan misi Pemerintah Aceh periode 2025–2030.

Pengamat Kebijakan Publik Aceh, Nasrul Zaman, menyebutkan desakan tersebut bukan tanpa dasar. Menurutnya, terdapat setidaknya tiga alasan utama yang perlu menjadi pertimbangan Gubernur Aceh.

Pertama, Sekda Aceh saat ini dinilai minim kapasitas dan integritas. Hal ini, kata Nasrul, tercermin dari kegagalan yang bersangkutan dalam uji kelayakan sebagai komisaris Bank Aceh yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kedua, Nasrul menyoroti persoalan kepatuhan terhadap jenjang Diklat Kepemimpinan (Diklat PIM). Ia menyebut Sekda Aceh tidak mengikuti Diklat PIM IV hingga I secara tertib dan berjenjang sebagaimana ketentuan yang berlaku, sehingga kelayakan jenjang kepangkatan yang diperoleh patut dipertanyakan.

Ketiga, dari sisi riwayat jabatan, Sekda Aceh dinilai tidak memiliki pengalaman pada instansi strategis pemerintahan seperti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), pengelolaan keuangan, maupun inspektorat. Kondisi tersebut, menurut Nasrul, berdampak pada lemahnya kemampuan manajerial, organisatoris, serta koordinasi antar Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).

“Akibatnya, tata kelola aparatur sipil negara di Pemerintah Aceh menjadi amburadul. Kita melihat ada penempatan ASN yang tidak sesuai kompetensi, seperti dokter ditempatkan di sektor kehutanan dan tenaga ahli transportasi di dinas kesehatan,” ujar Nasrul, Senin (27/1/2026).

Ia juga menilai ketidakmampuan Sekda Aceh sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) berkontribusi pada terganggunya fungsi perencanaan daerah.

“Hal ini ditandai dengan mundurnya Kepala Bappeda Aceh di tengah masa jabatan, meski yang bersangkutan memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman panjang di bidang perencanaan pembangunan,”paparnya.

Selain itu, Nasrul turut menyoroti lemahnya koordinasi dalam penanganan bencana. Ia menyebut pada hari ketiga pascabencana, Sekda Aceh masih menghadiri kegiatan seminar, sementara Gubernur Aceh telah turun langsung ke lapangan dan tinggal bersama korban bencana.

“Pencairan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) juga terlambat. Idealnya dipercepat, tetapi justru baru dicairkan sekitar satu minggu setelah bencana,” katanya.

Naszadayuna

Komentar

Recent Posts

Polisi Tangkap Pelaku Pemerasan Wisatawan di Bukit Lamreh

Analisaaceh.com, Aceh Besar | Personel Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Mesjid Raya telah mengamankan satu…

6 hari ago

Selundupkan 77 Satwa Dilindungi ke Thailand, AS Divonis 3 Tahun

Analisaaceh.com, IDI | Pengadilan Negeri Idi menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara kepada terdakwa berinisial AS…

6 hari ago

Pemerintah Aceh Minta Dana Otsus Diperkuat Lewat UUPA

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Pemerintah Aceh mendorong penguatan Dana Otonomi Khusus (Otsus) dalam revisi Undang-Undang…

6 hari ago

Ketua PPIH Aceh: Sebanyak 784 Jemaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Arijal, menyampaikan sebanyak…

6 hari ago

BBPOM Aceh Ingatkan Apotek Patuhi Izin dan Jalur Obat

Analisaaceh.com, Sinabang | Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh, Riyanto,…

6 hari ago

Bupati Safaruddin Minta Pejabat Eselon II Abdya Segera Kuliah S-2

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia…

1 minggu ago