Categories: NEWS

Peringati Hardiknas, Zaman Akli: Pendidikan Adalah Proses Memanusiakan Manusia

Analisaaceh.com, Blangpidie | Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Zaman Akli menyebutkan bahwa pendidikan merupakan proses penting untuk memanusiakan manusia melalui pendekatan yang tulus, penuh kasih sayang, dan berorientasi pada pengembangan potensi.

Hal itu disampaikan oleh Zaman Akli saat bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 yang berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Abdya, Senin (4/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Zaman Akli membacakan secara langsung amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.

Zaman Akli menyampaikan bahwa peringatan Hardiknas merupakan momentum penting untuk melakukan refleksi, meneguhkan, dan menghidupkan spirit pendidikan nasional.

“Pada hakikatnya pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih dan sayang untuk memanusiakan manusia. Pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah, kodrat alamiah manusia, atau potensi sebagai makhluk tuhan yang mulia. Inti dari proses pendidikan adalah memuliakan,” kata Zaman Akli.

Ia juga menegaskan bahwa konsep pendidikan yang diwariskan Ki Hajar Dewantara melalui sistem among-yakni asah, asih, dan asuh-tetap relevan dalam membangun karakter generasi bangsa.

Lebih lanjut, sebut Zaman Akli, sesuai dengan amanat Undang-undang Dasar 1945 dan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, pendidikan pada hakikatnya adalah proses mencerdaskan kehidupan, membangun watak dan peradaban bangsa.

“Pendidikan adalah proses menumbuhkembangkan potensi manusia sehingga menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, sehat jasmani dan rohani, jujur, bertanggung jawab, demokratis, dan kepribadian utama lainnya,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, makmur, dan bermartabat.

Berdasarkan landasan tersebut, tambahnya, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai program prioritas untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional

“Seperti sebuah adagium populer yang menyebutkan: jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas. Pembelajaran mendalam adalah ikhtiar yang dimaksudkan untuk mencapai cita ideal pendidikan nasional,” terangnya.

Untuk mendukung hal itu, sebutnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menetapkan lima kebijakan strategis yang dijalankan.

Pertama, program pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran sebagai salah satu program hasil terbaik cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, progam digitalisasi pembelajaran melalui penyediaan papan interaktif digital (PID) guna menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan modern.

“Tahun 2025 lalu, revitalisasi telah menyasar 16.176 satuan pendidikan, sementara digitalisasi telah menjangkau lebih dari 288.000 sekolah secara nasional,” sebutnya.

Kebijakan kedua fokus pada peningkatan kualifikasi, kompetensi dan kesejahteraan guru. Kunci keberhasilan pendidikan terletak pada guru sebagai teladan, agen pembelajaran dan peradaban.

“Guna memenuhi kualifikasi guru, pemerintah memberikan beasiswa bagi guru yang belum S1 sebesar Rp3 juta per semester melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di kampus yang memenuhi ketentuan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Selain itu, nominal tunjangan sertifikasi kini sudah dinaikkan dan disalurkan langsung setiap bulan untuk menjamin ketenangan guru dalam mengajar,” katanya.

Ketiga, penguatan karakter melalui budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Pemerintah berkomitmen menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang bebas dari perundungan, dan penerapan makan bergizi gratis (MBG), serta tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat (7KAIH).

Keempat, peningkatan kualitas literasi, numerasi, serta penerapan STEM (Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai alat evaluasi mutu pendidikan.

Kelima, pembukaan akses pendidikan yang luas, mudah, murah, dan fleksibel, termasuk layanan khusus bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) dan daerah terpencil.

Zaman Akli menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pihak dalam kemajuan pendidikan.

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan mutu pendidikan sangat bergantung pada Tigal utama, yakni pola pikir (mindset) yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus.

“Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh pola pikir, mental, dan komitmen bersama untuk menjalankan misi pendidikan secara konsisten,” jelasnya.

Zaman Akli mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua, demi terciptanya Indonesia yang cerdas, maju dan bermartabat.

“Mari kita perkuat kerjasama untuk kemajuan pendidikan di Abdya, agar mampu melahirkan generasi yang unggul, berakhlak mulia dan berdaya saing global,” pungkas Zaman Akli.

Redaksi

Editor Analisaaceh.com

Komentar

Recent Posts

Tekan Pelanggan Hukum, Perumdam Tirta Abdya dan Kajari Teken MoU

Analisaaceh.com, Blangpidie | Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya)…

1 jam ago

Polisi Turun ke Lokasi Pencurian di Baitussalam, Warga Diminta Segera Lapor

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Polsek Baitussalam mendatangi ke sejumlah lokasi pencurian yang terjadi di Gampong…

1 jam ago

Demo JKA Memanas, Mahasiswa Desak Pencabutan Pergub No. 2/2026 di Kantor Gubernur Aceh

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus masih bertahan melakukan aksi unjuk rasa…

1 jam ago

Kepergok Ngopi Saat Jam Kerja, Warga Desak Satpol PP Tertibkan ASN Abdya yang Bolos di Warung Kopi

Analisaaceh.com, Blangpidie | Sejumlah oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya…

1 jam ago

Aceh Dapat 10 Kuota Haji Tambahan dari Presiden, Gubernur Aceh Ikut Serta

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Pemerintah Aceh memastikan kesiapan penuh keberangkatan jemaah haji tahun 2026. Sebanyak…

1 jam ago

5.426 Jemaah Haji Aceh Siap Berangkat, 40 Persen Lansia

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Aceh, Arijal, melaporkan…

1 jam ago