Categories: NEWS

Aceh Dapat 10 Kuota Haji Tambahan dari Presiden, Gubernur Aceh Ikut Serta

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Pemerintah Aceh memastikan kesiapan penuh keberangkatan jemaah haji tahun 2026. Sebanyak 10 kuota tambahan haji diberikan khusus oleh Presiden melalui Kementerian Haji dan Umrah, yang diperuntukkan bagi unsur pemerintah, ulama, serta perwakilan Baitul Asyi.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhullah sekaligus wakil koordinator Penyelenggara Ibadah Haji, (PPHI) menyampaikan, dari total tambahan tersebut, dua kuota dialokasikan untuk perwakilan Baitul Asyi, sementara sisanya diberikan kepada tokoh ulama dan unsur pemerintah daerah, termasuk Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf beserta rombongan serta perwakilan kabupaten/kota.

“Kuota ini adalah bentuk perhatian pemerintah pusat. Tidak semua daerah mendapatkannya, dan Aceh mendapat kehormatan tersebut,” ujar Wagub dalam konferensi pers di Emberkasi asrama Haji Aceh, Senin (4/4/2026).

Keberangkatan perdana jemaah haji Aceh dijadwalkan dimulai besok. Prosesi pelepasan akan dilakukan setelah salat Asar, sementara penerbangan dilakukan pada dini hari.

Wagub juga menegaskan bahwa biaya haji tahun ini tidak mengalami kenaikan, meskipun terdapat dampak konflik di Timur Tengah yang menyebabkan kenaikan harga avtur dan biaya operasional penerbangan.

Secara nasional, pemerintah bahkan harus menanggung tambahan biaya hingga sekitar Rp1,7 triliun agar tidak membebani jemaah.

“Di banyak negara, harga BBM sudah naik beberapa kali akibat konflik global. Namun di Indonesia masih stabil, sehingga jemaah tidak terbebani,” jelasnya.

Terkait dana wakaf Baitul Asyi, jemaah haji asal Aceh dipastikan tetap menerima manfaat seperti tahun sebelumnya, yakni sekitar 2.000 riyal per jemaah. Pemerintah Aceh bahkan telah mengusulkan peningkatan menjadi 3.000 riyal, meski keputusan final akan diumumkan pada 10 Mei.

Dana ini berasal dari pengelolaan wakaf yang telah berlangsung lama dan secara khusus diperuntukkan bagi masyarakat Aceh yang menunaikan ibadah haji.

“Selama tidak ada kondisi luar biasa seperti bencana besar atau pandemi, dana ini tidak akan berkurang,” ungkapnya.

Selain itu, jemaah juga menerima living cost sebesar 700 riyal untuk kebutuhan selama di Tanah Suci.

Naszadayuna

Komentar

Recent Posts

Polisi Tangkap Pelaku Pemerasan Wisatawan di Bukit Lamreh

Analisaaceh.com, Aceh Besar | Personel Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Mesjid Raya telah mengamankan satu…

2 hari ago

Selundupkan 77 Satwa Dilindungi ke Thailand, AS Divonis 3 Tahun

Analisaaceh.com, IDI | Pengadilan Negeri Idi menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara kepada terdakwa berinisial AS…

2 hari ago

Pemerintah Aceh Minta Dana Otsus Diperkuat Lewat UUPA

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Pemerintah Aceh mendorong penguatan Dana Otonomi Khusus (Otsus) dalam revisi Undang-Undang…

2 hari ago

Ketua PPIH Aceh: Sebanyak 784 Jemaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Arijal, menyampaikan sebanyak…

2 hari ago

BBPOM Aceh Ingatkan Apotek Patuhi Izin dan Jalur Obat

Analisaaceh.com, Sinabang | Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh, Riyanto,…

2 hari ago

Bupati Safaruddin Minta Pejabat Eselon II Abdya Segera Kuliah S-2

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia…

4 hari ago