konferensi pers di Mapolda, foto: naszadayuna/analisaaceh.com
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Polda Aceh mengungkap skema bisnis peredaran narkotika jenis etomidate yang dijalankan oknum anggota Polri berinisial RF (31). Dari setiap cartridge vape yang dijual, tersangka diketahui meraup keuntungan sebesar Rp150 ribu.
Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan mengatakan RF ditangkap di Desa Bate Timoh, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, pada Sabtu (25/7/2026). Saat penangkapan, petugas menyita 142 cartridge atau vape getar yang hasil uji laboratorium dinyatakan positif mengandung etomidate, narkotika golongan II.
“Petugas berhasil mengamankan seorang pelaku berinisial RF, 31 tahun, yang merupakan oknum anggota Polri,” kata Ruddi dalam konferensi pers di Mapolda Aceh, Senin (10/8/2026).
Berdasarkan hasil penyidikan, RF memperoleh barang tersebut dari seorang pemasok berinisial RK yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Tersangka membeli setiap cartridge seharga Rp850 ribu, kemudian menjualnya kembali kepada pembeli berinisial T seharga Rp1 juta.
“Dari setiap transaksi tersebut, tersangka RF memperoleh keuntungan sebesar Rp150 ribu per pcs,” ujar Ruddi.
Untuk menghindari kecurigaan, etomidate dikemas menggunakan plastik hitam sebelum disimpan di dalam mobil yang digunakan sebagai sarana distribusi ke sejumlah wilayah di Aceh dan provinsi sekitarnya.
Kapolda menjelaskan, penangkapan bermula saat personel Subdit II Ditresnarkoba Polda Aceh melakukan penyekatan di depan SPBU Desa Cot Meurak, Kecamatan Jeumpa. Kendaraan yang dikemudikan RF justru menerobos barikade petugas hingga menabrak sebuah sepeda motor.
“Kendaraan yang dikemudikan RF menerobos barikade petugas hingga menabrak satu unit sepeda motor sebelum akhirnya berhenti di Dusun Bayu, Desa Meunasah Mon Jambe, Kecamatan Jeumpa, setelah mengalami pecah ban,” katanya.
RF akhirnya berhasil diamankan, sementara tiga orang lain yang berada di dalam mobil berhasil melarikan diri dan kini berstatus DPO bersama RK.
Ruddi menegaskan tidak ada perlakuan khusus terhadap RF meski berstatus anggota Polri aktif.
“Hasil uji Laboratorium Forensik Polda Sumatera Utara Nomor LAB: 5396/NNF/2026 memastikan seluruh barang bukti yang disita positif mengandung etomidate,” ujarnya.
Ia menambahkan penyidik masih memburu para pelaku lain yang masuk DPO untuk mengungkap jaringan peredaran etomidate tersebut.
“Berdasarkan asumsi penggunaan, 142 cartridge vape getar yang mengandung etomidate diperkirakan dapat digunakan oleh 142 orang, sehingga pengungkapan ini berhasil menyelamatkan 142 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika,” pungkas Ruddi.
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Kepolisian Daerah (Polda) Aceh menangkap seorang kepala desa (keuchik) aktif berinisial…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Universitas Syiah Kuala (USK) resmi memulai babak baru bagi 8000-an mahasiswa…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Seorang mantan karyawan Hotel Amoda Banda Aceh berinisial SSE (33), warga…
Analisaaceh.com, BANDA ACEH — Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh menegaskan pembinaan remaja tidak dapat bertumpu…
Analisaaceh.com, Lhokseumawe | UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menggelar agenda pengembangan kelembagaan bertajuk Merawat dan Mengembangkan…
Analisaaceh.com, BANDA ACEH | Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh menggandeng Dinas Pendidikan Aceh untuk memperkuat…
Komentar