Pesantren Kilat Aceh Ramfest Kenalkan Budaya Hingga Wisata Islami

Event Aceh Ramadhan Festival (Ramfest) 2022 (Foto: Ist)

Analisaaceh.com, Aceh Besar | Memasuki hari ketiga event Aceh Ramadhan Festival (Ramfest) 2022, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menggelar kegiatan pesantren kilat yang di selenggarakan di Gampong Nusa, Aceh Besar.

Pesantren kilat ini bertujuan untuk memperkenalkan nilai-nilai kebudayaan masyarakat Aceh sebagai destinasi wisata unggulan islami di Indonesia.

Apalagi lokasi yang dipilih merupakan peraih juara pertama Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2021 kategori Home Stay. Sehingga nantinya para peserta bisa mengeksplorasi sisi keindahan Gampong Nusa.

Baca Juga: Sandiaga Uno: Aceh Ramadhan Festival Jadi Momentum Kebangkitan Pariwisata dan Ekonomi Aceh

Kepala Disbudpar Aceh, Jamaluddin melalui Kepala Bidang Promosi, T Hendra Faisal yang melepas peserta pesantren kilat dari lokasi utama Aceh Ramadhan Festival di Taman Seni dan Budaya mengatakan, kegiatan ini juga bertujuan untuk mendukung promosi pariwisata Aceh.

“Nilai kebudayaan dan destinasi wisata Islami tersebut, kita coba kurasi melalui kegiatan pesantren kilat, yang secara khusus kita laksanakan di Gampong Nusa, Aceh Besar, yang merupakan Juara Pertama Anugerah Desa Wisata Indonesia tahun 2021, Kategori Home Stay,” kata T Hendra Faisal dalam sambutannya, Jumat (15/4/2022).

Peserta yang mengikuti pesantren kilat di Gampong Nusa ini diikuti oleh duta wisata Provinsi Aceh, Influencer lokal hingga Nasional dan masyarakat umum. Mereka nantinya akan berbaur dengan masyarakat setempat.

Melalui kegiatan ini, kata Hendra, peserta nantinya dapat menimba ilmu serta pengalaman terkait nilai budaya, adat istiadat dan kekhususan daerah Aceh dalam menyambut bulan suci Ramadhan sesuai dengan tema kegiatan Aceh Ramadhan Festival yaitu ‘Wonderful Ramadhan in Aceh’.

Baca Juga: Keren! Tiga Agenda Wisata Aceh Masuk Kharisma Event Nusantara 2022

“Kita berharap peserta pesantren kilat untuk mengikuti kegiatan ini dengan serius, dijaga kesopanan, rama-tamah, mempromosikan adat istiadat, budaya dan objek-objek wisata yang ada di daerah Aceh ini,” katanya.

Disbudpar Aceh juga mengapresiasi masyarakat Gampong Nusa yang siap mensukseskan dan bersedia menyiapkan tempat bagi peserta pesantren kilat. Diharap, masyarakat di sana bisa mengenalkan adat, istiadat dan budaya setempat ke peserta.

“Kami juga mengapresiasi sebesar-besarnya, disini ada juga teman-teman dari Kemenpar RI beserta teman-teman Influencer dari Jakarta yang akan bergabung bersama mengikuti pesantren kilat ini,” ucapnya.

Sementara itu, Panitia Penyelenggara Pesantren Kilat, Rubama menyampaikan, pihaknya siap menyambut peserta dari berbagai kalangan yang nantinya bisa mempromosikan keindahan dan budaya Gampong Nusa ke masyarakat luas.

Kegiatan pesantren kilat di Gampong Nusa, kata Rubama, hampir setiap tahun dilaksanakan. Namun, tahun ini pihaknya mengapresiasi Disbudpar Aceh yang mempercayai Gampong Nusa sebagai lokasi pesantren kilat dalam event Aceh Ramadhan Festival.

“Kita mengucapkan terimakasih kepada Disbudpar Aceh yang telah memberikan kepercayaan dan menjadi bagian dari festival ini. Peserta nanti akan kita ajak berkeliling Gampong Nusa dan mengenalkan segala adat, budaya dan destinasi wisata di sini,” ucapnya.

Baca Juga: 101 Event dalam Khazanah Piasan Nanggroe 2022 Diluncurkan

Diketahui event Aceh Ramadhan Festival ini juga masuk dalam Kharisma Event Nasional (KEN) yang dibuka langsung oleh Sekretaris Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Event Kemenparekraf/Baperakraf RI, Drs Edy Wardoyo.

Kegiatan ini tidak hanya terpusat di Taman Seni dan Budaya saja. Melainkan, juga diselenggarakan di dua tempat terpisah, yaitu di Masjid Al Huda, Gampong Laksana, Banda Aceh dan Desa Wisata Gampong Nusa, Aceh Besar, sebagai lokasi pesantren kilat.

Festival ini juga melibatkan 40 para pelaku UMKM dari 50 brand lokal, baik kuliner maupun non kuliner, yang berasal dari Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar. Event kali ini juga melibatkan para pelaku ekonomi kreatif, para hafiz, dan komunitas-komunitas dakwah.

Adapun pelaku UMKM kuliner yang ikut memeriahkan Aceh Ramadhan Festival 2022 kali ini yang dipusatkan di Taman Seni dan Budaya yaitu, Poeloet Bakar Ulee Lheue, Gunung Salju dan Ice Cream, Waroeng Guritno, Maroon, Es Campur Afuk, Dapoer CTC Berkah, Agam Durian, Kuta Alam Roastery, Bakso Paknu, Moya Bakkery, Rumoh Ummy, Muloh Teupeh, Kiboy Food, Es Semangka India, APJI, Bhoiyaki Aceh, Burgerlah, Pesen Djajan, Chezeetea.

Kemudian ada produk lokal Aceh, yang terdiri dari Aldi Store BNA, Madebyfr, IFC, AZD, Puwoe Baked by Bibi, DW Disbudpar Aceh, UPTD Taman Budaya, Ikaboga Aceh dan PPJI. Mereka telah siap menyuguhkan usaha kreatifnya ke pengunjung.

Tidak ketinggalan, bagi para content creator, influenser juga bisa ambil bagian dalam event ini untuk mengikuti lomba foto dan video, serta ambil bagian memviralkan kemeriahan event ini dengan tagar #AcehRamadhanFestival #AcehRamFest #wonderfulramadhaninaceh #ramadhandiaceh #thisisaceh dan #thelightofaceh.

Komentar
Artikulli paraprakBongkar Penimbunan BBM Subsidi di Nagan Raya, 4 Ton Solar Diamankan Polisi
Artikulli tjetërJual Solar Subsidi, Seorang Kakek di Aceh Utara Ditangkap Polisi