Categories: NEWS

Rafli: Aceh Harus Manfaatkan Peluang Ekspor ke Jepang

Analisaaceh.com, Jakarta | Anggota Komisi VI DPR RI asal Aceh, Rafli, menegaskan bahwa Aceh harus memanfaatkan secara betul-betul peluang ekspor berbagai bahan baku ke Jepang, dan peluang investor Jepang berinvestasi di Aceh.

Provinsi Aceh salah satu provinsi yang melakukan promosi peluang investasi ke Jepang, diselenggarakan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sejak 28 Oktober sampai 2 November 2019 di Tokyo dan Toyama, Jepang.

“Promosi peluang investasi menjadi awal yang baik untuk menarik investor agar yakin berinvestasi di Aceh dalam upaya merealisasikan pembangunan ekonomi Aceh,” ujar Rafli, Minggu (3/11/2019).

Sebagai legislator di Komisi VI, yang membidangi Investasi, Perdagangan, Perindustrian, BUMN Koperasi dan UMKM, Rafli akan terus berupaya menyumbangkan gagasan dan pemikiran untuk pencapaian prima peluang kerjasama Jepang dan Aceh.

“Kami di komisi VI akan terus memberikan gagasan dan menyumbangkan pemikiran untuk memperkuat capaian peluang kerjasama antara Jepang dan Aceh, peluang investasi ini sangat bagus,” ujar politisi PKS ini.

Senada itu, ia juga mengingatkan Pemerintah Pusat agar memperhatikan program prioritas bidang perindustrian yang dituangkan dalam visi misi Pemerintah Aceh.

“Aceh harus memiliki sentra-sentra produksi, industri, dan pusat pengembangan ekonomi kreatif, ini harus betul-betul diperhatikan oleh kementerian terkait,” tegasnya.

Ditambahkan Rafli, program CSR BUMN dan swasta juga harus terkoordinir untuk peningkatan pembiayaan bagi entrepreneur di Aceh.

Menyinggung UMKM, Rafli mengatakan, Presiden RI Joko Widodo pada pelantikan 20 Oktober 2019 lalu, memastikan segala bentuk kendala regulasi harus dipangkas dan disederhanakan. Pemerintah dan DPR juga menyiapkan dua undang-undang besar, yakni UU Cipta Lapangan Kerja dan UU Pemberdayaan UMKM.

“UU yang menghambat penciptaan lapangan kerja dan pengembangan UMKM juga akan langsung direvisi sekaligus, komitmen ini terus kita tagih,” ujar Rafli.

Rafli juga menginformasikan, bahwa Komisi VI FPKS juga akan mengusulkan rancangan UU Kewirausahaan Nasional, guna menumbuhkan semangat kewirausahaan yang inovatif dalam rangka membangun perekonomian nasional berdasarkan demokrasi ekonomi yang berkeadilan. Selain itu juga diatur tugas dan wewenang Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dalam rangka pengembangan kewirausahaan nasional.

“Saya berharap kesempatan ini menjadi inkubator mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya manusia, sehingga mampu menciptakan dan mengembangkan usaha baru yang mempunyai nilai ekonomi dan berdaya saing tinggi,” kata Rafli.

Selain itu, Komisi VI juga akan melanjutkan pembahasan UU Pengkoperasian yang belum rampung pada periode sebelumnya.

“Komitmen bertransformasi dari ketergantungan pada sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa, terus kita kawal dan tagih kepada Pemerintah pusat,” tegas Rafli.

Ia kembali mengingatkan “harkat martabat tinggi Pemerintah Pusat adalah kesejahteraan dan kebahagiaan daerah,” tutupnya.

Redaksi

Editor Analisaaceh.com

Komentar

Recent Posts

Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Perkuat Posisi di Tengah Lonjakan Peminat PTKIN

Analisaaceh.com, Lhokseumawe | Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terus menunjukkan daya saingnya di tingkat…

4 jam ago

Pemkab Aceh Utara Ajukan Pencairan Stimulan Rumah Rusak ke BNPB

Analisaaceh.com, Lhoksukon | Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil mengajukan pencairan anggaran tahap II…

1 hari ago

Pasca Lebaran, Harga Gabah di Abdya Merosot ke Angka Rp6.600 Per Kilogram

Analisaaceh.com, Blangpidie | Harga gabah di tingkat petani di Aceh Barat Daya (Abdya) mengalami penurunan…

1 hari ago

Juara AKSI 2026 Tgk Habibi An Nawawi Isi Tabligh Akbar di Abdya, Ajak Pemuda Bawa Perubahan

Analisaaceh.com, Blangpidie | Kehadiran juara satu ajang Akademi Sahur Indonesia (AKSI) Indosiar 2026, Tgk Habibi…

2 hari ago

Dampak Bencana Berlanjut, Sawah Warga Beutong Ateuh Terancam Tak Terairi

Analisaaceh.com, Suka Makmue | Sektor pertanian di kawasan Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, hingga kini…

2 hari ago

Kasus Korupsi Beasiswa Rp14 M, Eks Kadis BPSDM Ditetapkan Jadi Tersangka

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh berinisial S ditetapkan sebagai tersangka…

3 hari ago