Categories: Info CoronaNEWS

Salurkan Sembako kepada 24.550 KK, Tgk Amran: Keuchik ke Depan Setiap Data Fakir Maskin Harus Valid

Analisaaceh.com, Tapaktuan | Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui Dinas Sosial, menyalurkan paket bantuan sosial dari Provinsi Aceh kepada masyarakat yang kurang mampu terdampak COVID-19 kabupaten setempat.

Bantuan yang diperuntukkan kepada 24.550 Kepala Keluarga (KK) tersebut diserahkan secara simbolis oleh Plt Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran, kepada Keuchik dalam Kecamatan Samadua dan Tapaktuan di Aula Kantor Camat Samadua, Rabu (6/5/2020).

Plt Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran, mengatakan, paket bantuan itu bersumber dari Provinsi Aceh sebanyak 5.933 dan dari Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Selatan sebanyak 18.617 paket dari sumber dana hasil refocusing anggaran dan kegiatan DID sebesar Rp. 4,5 milyar.

“Kita harap dengan bantuan paket sembako ini dapat membatu masyarakat di tengah-tengah wabah COVID-19. Kepada camat dan keuchik ke depannya, agar data fakir miskin betul-betul valid sehingga setiap bantuan yang diberikan oleh pemerintah tepat sasaran dan bermanfaat,” harap Plt Bupati Aceh Selatan.

Adapun bantuan yang disalurkan yaitu berupa beras 10 Kg, gula pasir 2 Kg, minyak goreng 2 liter, ikan sarden 4 kaleng dan mie instant 1 kotak.

Sementara itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan, Hadi Surya, S.TP., MT menyampaikan, kegiatan di DPRK cenderung ke pertumbuhan ekonomi dan masyarakat dalam bentuk lain. Jadi tidak serta-merta ketika dewan tak mengalihkan Pokok Pikiran (pokir) untuk corona tidak dukung dalam pencegahan COVID-19.

Hal itu terkait apa yang disampaikan pimpinan DPRK Aceh Selatan sebelumnya, bahwa sebagian anggota dewan mengalihkan pokir nya itu akan ada dan pihaknya akan menyurati TAPK dalam waktu dekat secara terbuka.

“Kita akan sebutkan misalnya saya bersedia ditunda kegiatan di salah satu dinas dan akan kita rincinkan sehingga khalayak bisa terbuka,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, pokok pikiran DPRK merupakan subsidi non langsung seperti bantuan UMKM, maka dari itu dirinya menegaskan bahwa tidak selamanya diterapkan pola konsumtif namun juga produktif.

“Pokir yang dialihkan seperti bentuk fisik. Saya pribadi selaku ketua komisi II bidang perekonomian menentang teman-teman dewan untuk tidak alihkan kegiatan sifatnya produktif, jangan kita terjebak dengan pola konsumtif,” tegasnya.

Redaksi

Editor Analisaaceh.com

Komentar

Recent Posts

Derita Infeksi Jantung, Anak Yatim di Abdya Butuh Biaya ke RSUDZA Banda Aceh

Analisaaceh.com, Blangpidie | Nasib pilu dialami Salakun (15), seorang remaja yatim asal Gampong Ie Mirah,…

14 jam ago

Dek Fadh Sampaikan Enam Persoalan Pertanahan Aceh ke Komisi II DPR RI

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fadh menyampaikan enam persoalan strategis…

14 jam ago

2 Terduga Curanmor di Banda Aceh Ditangkap, Polisi Dalami Rencana Penjualan ke Pulau Aceh

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Polisi menangkap dua pria yang diduga terlibat pencurian sepeda motor di…

2 hari ago

TVRI Rumahkan 17 Kontributor di Aceh, 4 Organisasi Pers Keluarkan Pernyataan Sikap

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Empat organisasi pers di Aceh, yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi…

2 hari ago

Jejak Intelektual Syekh Yusuf dan Abdurrauf As-Singkili Dikaji di Banda Aceh

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Jejak intelektual Syekh Yusuf al-Makassari dan ulama Aceh, Syekh Abdurrauf as-Singkili,…

2 hari ago

Wartawan Banda Aceh Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang di Gunung Anak Krakatau

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Sejumlah wartawan di Kota Banda Aceh menggelar doa bersama untuk keselamatan…

5 hari ago