NEWS Telepon Polisi Ngaku KDRT, Ibu Ini Ternyata Minta Makan

Telepon Polisi Ngaku KDRT, Ibu Ini Ternyata Minta Makan

Wardiah saat didatangi polisi, foto: ist

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Sebuah peristiwa unik sekaligus menyentuh terjadi di wilayah hukum Polresta Banda Aceh, tepatnya di kawasan Lamtemen Barat, Kecamatan Jaya Baru.

Seorang perempuan bernama Wardiah menghubungi layanan darurat Call Center 110 pada Sabtu sekitar pukul 15.15 WIB, dengan laporan dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Menindaklanjuti laporan tersebut, personel kepolisian langsung bergerak menuju lokasi untuk memberikan pertolongan.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Andi Kirana melalui Kapolsek Jaya Baru, Iptu Tea Gustianingsih, mengatakan setibanya di lokasi, petugas menemukan kondisi yang tidak terduga.

“Setelah kami cek, yang bersangkutan ternyata tidak sedang mengalami kekerasan. Ia mengaku sangat lapar dan membutuhkan bantuan makanan,” ujar Iptu Tea.

Dari hasil konfirmasi, Wardiah menjelaskan bahwa peristiwa KDRT yang dimaksud telah terjadi sekitar satu tahun lalu. Ia mengaku menghubungi polisi karena tidak mengetahui harus meminta bantuan ke mana saat mengalami kesulitan.

Melihat kondisi tersebut, personel kepolisian segera memberikan bantuan berupa makanan dan air minum.

“Petugas juga mendengarkan keluhan Wardiah serta memberikan arahan agar ia dapat berkoordinasi dengan aparatur desa setempat guna memperoleh bantuan sosial secara berkelanjutan,”paparnya.

Peristiwa ini menjadi gambaran bahwa di balik laporan darurat, terdapat persoalan sosial yang membutuhkan perhatian dan penanganan lebih lanjut dari berbagai pihak.

Artikulli paraprakDistribusi 392 Koper Haji Banda Aceh Ditargetkan Rampung
Artikulli tjetër15 Ribu Lemang dan 34 Ribu Tape, Abdya Cetak Rekor MURI