Categories: NEWS

WNA Kanada Dideportasi dari Aceh karena Langgar Izin Tinggal

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh melaksanakan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) berupa deportasi terhadap seorang warga negara asing (WNA) asal Kanada berinisial MMN karena melanggar ketentuan keimigrasian di Indonesia.

Proses deportasi dilakukan pada Rabu (10/6/2026) melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, setelah WNA tersebut dikenai tindakan berdasarkan Pasal 78 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh, Tato Juliadin Hidayawan, mengatakan penindakan tersebut merupakan bagian dari komitmen imigrasi dalam menegakkan hukum keimigrasian di wilayah Aceh.

“Tindakan pendeportasian ini adalah bukti nyata bahwa kita tidak berkompromi terhadap setiap pelanggaran keimigrasian di wilayah Aceh. Penegakan hukum yang humanis namun tetap tegas harus terus dikedepankan demi menjaga marwah dan kedaulatan negara,” ujarnya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh, Bambang Tri Cahyono, menyebutkan bahwa deportasi tersebut dilaksanakan berdasarkan surat perintah resmi yang diterbitkan pada 8 Juni 2026.

Selama proses pemulangan, WNA perempuan tersebut mendapat pengawalan dari petugas Imigrasi Banda Aceh untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur, mulai dari keberangkatan dari Aceh hingga proses keberangkatan internasional di Bandara Soekarno-Hatta.

“Setibanya di bandara, petugas melakukan pendampingan dalam proses pemeriksaan dokumen dan check-in di area keberangkatan internasional,”katanya.

Setelah seluruh persyaratan dinyatakan lengkap, yang bersangkutan diarahkan menuju ruang tunggu sebelum diberangkatkan ke negara asalnya.

MMN dipulangkan menggunakan maskapai penerbangan internasional dari Jakarta menuju Kanada. Petugas memastikan proses keberangkatan berlangsung dengan lancar hingga pesawat yang membawa WNA tersebut lepas landas.

Naszadayuna

Komentar

Recent Posts

Warga Pidie Tewas dalam Insiden Pengibaran Bendera, Pemerintah Aceh Minta Penanganan Hukum

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Seorang warga Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, meninggal dunia…

2 hari ago

Kesiapan Menikah Jadi Perhatian, BKKBN Aceh Perkuat Program Keluarga

Analisaaceh.com, Banda Aceh | BKKBN Aceh terus mendorong penguatan pembangunan keluarga melalui sejumlah program prioritas,…

4 hari ago

Kabel Menjuntai di Perkantoran Abdya,Kadis Kominsa Abdya: Jika Tak Ditangani, Kami Ambil Sikap Tegas

Blangpidie - Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengancam akan…

4 hari ago

Diduga Cabuli Dua Anak, Pria 59 Tahun Ditangkap di TPI Lampulo

Analisaaceh.com. Banda Aceh | Seorang pria berinisial NSR (59), warga Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh,…

4 hari ago

Tekanan Ekonomi hingga Bullying, FUAD UIN SUNA Bahas Ketahanan Mental Generasi Muda

Analisaaceh.com, Lhokseumawe | Tekanan ekonomi, dinamika politik, perundungan, hingga tantangan era digital menjadi sejumlah persoalan…

4 hari ago

Inflasi Aceh 5,05 Persen, Tertinggi di Sumatera pada Oktober 2026

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Provinsi Aceh mencatat inflasi tahunan tertinggi di wilayah Sumatera pada Oktober…

5 hari ago