Analisaaceh.com, Suka Makmue | Warga Gampong Babah Suak, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, membangun rumah secara mandiri setelah hunian sementara belum tersedia pascabanjir yang melanda wilayah tersebut.
Keputusan ini diambil karena pembangunan hunian sementara yang dijanjikan belum selesai dan belum dapat ditempati hingga akhir Maret 2026.
Salah seorang warga, Rusli, mengatakan ia bersama warga lain tidak lagi menunggu kepastian bantuan tempat tinggal dari pemerintah.
“Kami mendirikan rumah sendiri. Kalau ditunggu barak atau hunian sementara tak kunjung siap. Kemarin dijanjikan puasa siap, tapi nyatanya hari ini kami belum bisa tempati,” kata Rusli kepada wartawan, Minggu (29/3/2026).
Rusli menjelaskan, kondisi tersebut memaksanya mencari alternatif tempat tinggal. Ia bahkan menempati lahan yang bukan miliknya dan membeli secara sederhana dengan kuitansi dari pemilik tanah.
“Ini awalnya bukan tanah kami. Kami terpaksa membelinya dengan teken kuitansi kepada pemilik tanah. Walaupun tidak punya uang, terpaksa harus berutang dulu,” ujarnya.
Ia juga menilai spesifikasi hunian sementara yang direncanakan kurang layak untuk ditempati dalam jangka waktu lama.
Menurutnya, material yang digunakan tidak mampu memberikan kenyamanan dan perlindungan dari cuaca di kawasan pegunungan.
“Kalau pun dibangun huntara, siang terasa panas dan malam kedinginan. Kondisi itu yang membuat kami merasa tidak nyaman,” tambahnya.
Kondisi ini membuat warga memilih mandiri dan tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan dalam memenuhi kebutuhan dasar, terutama tempat tinggal.
Rusli menegaskan, kebutuhan tempat tinggal tidak bisa menunggu proses yang lama, sehingga warga berinisiatif membangun rumah sendiri.
“Artinya, kita tidak bisa terlalu berharap kepada orang lain dalam situasi seperti ini,” pungkasnya.




