Aksi di Bandung Ricuh, 105 Mahasiswa Mendapat Perawatan

(Foto/dok.liputan6.com)

Analisaaceh.com, Bandung | Sekitar 105 orang mahasiswa harus mendapat perawatan akibat luka-luka, sesak nafas dan kelelahan usai aksi unjuk rasa menolak RUU KUHP dan revisi UU KPK yang berakhir ricuh di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa (24/9/2019).

Perawatan tersebut dilakukan di kampus Universitas Islam Bandung (Unisba), yang ditampung di aula kampus.

Dokter Yudi Periandi dari Fakultas Kedokteran Unisba mengatakan, pihaknya memberi perawatan kepada para mahasiswa serta dibantu berbagai elemen. Di antaranya beberapa KSR kampus dan petugas kesehatan dari Dinkes Kota Bandung.

Para mahasiswa yang mendapat perawatan rata-rata karena masalah sesak nafas oleh gas air mata, mata pedih karena water canon, syok dan memar selepas massa aksi dibubarkan aparat keamanan.

“Kita cek pakai alat, tapi ada sekitar enam orang kita rujuk ke rumah sakit karena tidak ada obat-obatan yang memadai. Ada satu orang juga yang mengalami trauma di dada dan harus mendapatkan perawatan intensif,” terang Yudi.

Wakil Rektor III Unisba, Asep Ramdan Hidayat mengatakan, perawatan terhadap para demonstran dilakukan secara sukarela. Pihaknya mengaku kampusnya menjadi titik evakuasi adalah insidental.

“Kami tidak menyiapkan secara khusus, namun kami berkewajiban memberikan pertolongan pertama kepada mahasiswa yang menyelamatkan diri,” ujarnya.

Namun, saat evakuasi tidak sedikit mahasiswa yang berasal dari kampus lain. Pertolonganpun diberikan secara cuma-cuma tidak sehingga pihaknya pun memberikan pertolongan yang sama.

Sumber : Liputan6.com

Komentar
Artikulli paraprakAksi Berlanjut Malam, Gerbang Tol Pejompongan Dibakar Masa
Artikulli tjetërPemerintah Akan Berikan Petani Sawit Rp 25 Juta/Ha