Ingin aku bertanya pada ayahku, kenapa aku disini, kenapa mereka memisahkan aku dengan ibuku. Hal itu tak dapat kulakukan, mungkin saja ayahku tidak paham dengan bahasaku.
“Bagaimana perkembangan anakku Buk.” Tanya ayahku.
“Insyaallah baik Pak.” Jawab seorang perawat
“Kapan dibawakan ke ibunya Buk.”
“Tunggu arahan dari dokter dulu Pak.”
Aku memahami, ternyata kedua orangtuaku juga merindukan kehadiranku di sisi mereka.
Ayahku pergi. Sebelumnya, ia mencium keningku dan berkata, kau lelaki, kau harus kuat, lelaki tak boleh cengeng, doa kami menyertaimu. Ibu merindukanmu cepatlah pulih Nak.
Aku seolah tak ikhlas ayahku pergi. Kuharap ia membawaku bersamanya untuk bertemu Ibu. Keadaanku tak memungkinkan untuk itu. Aku masih perlu perawatan disini.
Esok harinya, aku mendengar kabar bahwa ibuku sedang mengalami kegundahan mendalam. Ia diizinkan dokter untuk pulang ke rumah, sementara aku belum mendapatkan kabar apa-apa dari dokterku. Ibuku menangis tak karuan. Ayahku kebingungan untuk mengatasinya.
Ibuku tak mau pulang, jika aku tak ikut bersamanya. Meski ia dalam keadaan sakit, ia rela untuk tetap bertahan disini meski harus tidur di lorong-lorong rumah sakit. Ia sangat merindukanku.
Dokter masuk untuk memeriksa beberapa orang kami yang berada disini. Aku berdoa pada tuhanku agar aku juga diizinkan pulang. Aku tak mau ibuku yang baru saja di operasi harus bermalaman di tempat yang tidak menentu.
Do’aku terkabul. Aku diizinkan pulang dan berjumpa dengan ibuku. Dokter memerintahkan perawat untuk menelfon keluargaku. Aku sangat bahagia, aku ingin tidur di pangkuan ibuku, aku ingin menikmati kehangatan keluarga kami.
Kami pulang. Keluargaku menjemputku di ruangan ini. Ibuku menunggu di mobil. Hatiku dag dig dug. Aku takut ibuku menangis, sebab aku tak mau itu.
Ibu tersenyum, aku merasakan kenyamanan yang tak dapat dinilai. Kehangatan, aroma kasih sayangnya yang kurasakan, kiranya tak dapat kubalas dengan nilai apapun.
Perjuangan cukup hebat, dari proses mengandungku hingga aku lahir, aku salut padanya. “Ibu, love you forever.” Kutanamkan dalam hatiku, bahwa aku akan menyayangi orangtuaku, keluargaku, sebagaimana mereka semua padaku.
Aku pun terlelap tidur di pangkuan Ibu dan kami pun melaju pulang.
Penulis adalah seorang Abdi Masyarakat)*
Page: 1 2
Analisaaceh.com, Aceh Besar | Seorang pria bernama Putra (40), asal Jawa Timur, tersengat listrik saat…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I mengeluarkan peringatan…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini curah hujan…
Blangpidie - Masyarakat Gampong Padang Bak Jok, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), menyambut…
Analisaaceh.com, Blangpidie | Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Aceh Barat Daya (Abdya) mendesak penyelesaian sengketa lahan…
Analisaaceh.com, Blangpidie | Aksi unjuk rasa ratusan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Seuneubok Lubok…
Komentar