Bahaya Narkoba Perlu Masuk dalam Kurikulum Pendidikan

Kepala Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Mahdi Efendi dan juga Wakil Ketua TP-PKK Aceh, Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, MT membuka Pelantikan Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Anti Narkoba (DPP-IKAN) Periode 2019-2024, Banda Aceh, Jum'at, (22/11/2019)

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan, bahaya narkoba perlu dimasukkan dalam kurikulum pendidikan. Hal itu mengingat peredaran narkoba di Aceh yang kian hebat. Bahkan hampir 80 narapidana di penjara di Aceh adalah terpidana kasus narkoba.

“Salah satu langkah yang perlu kita tempuh adalah memasukkan ancaman dan bahaya narkoba dalam kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah,” kata Nova dalam sambutan yang dibacakan Kepala Kesbangpol Aceh usai pelantikan Pengurus DPP Ikatan Keluarga Anti Narkoba (DPP IKAN) di balaikota Banda Aceh, Jumat (22/11/2019).

Nova menyebutkan semua lembaga harus bergerak bersama menyosialisasikan bahaya narkoba ke semua jenjang dan terus memperkuat simpul di masyarakat untuk mendorong gerakan anti narkoba.

Kehadiran IKAN, kata Nova adalah salah satu contoh simpul masyarakat yang dapat mendukung langkah pemerintah menghentikan peredaran narkoba di Aceh.

Ketua DPP Ikan, Syahrul Mauliadi, mengatakan pihaknya hadir untuk mendukung pemerintah dalam hal menghentikan peredaran narkoba dan mengampanyekan bahaya narkoba di tengah masyarakat.

“Kita hadir untukenyelamatkan generasi bangsa (dari bahaya narkoba),” kata Syahrul. Lembaga IKAN, kata dia akan terus berproses dan produktif menuju Aceh Hebat.

Usai pelantikan, pihaknya juga menandatangani kerja sama dengan mitra kerja yaitu PKK Aceh dan Lembaga Perempuan LIRA pimpinan Dyah Erti Idawati. Kedua lembaga itu dinilai sangat mendukung IKAN dalam hal pembinaan keluarga serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Komentar
Artikulli paraprakBertanding dalam Festival Qasidah Nasional, Lasqi Aceh Target Raih Juara
Artikulli tjetërPuan Persada Gelar Cerdas Cermat Berbahasa Gayo, SMP Linge Juara