Categories: NEWS

Cakupan Imunisasi di Aceh Masih Rendah, Sejumlah Daerah Alami Penurunan

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Aceh masih tergolong rendah dan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren penurunan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh, Iman Murahman, mengatakan pada 2022 cakupan imunisasi mencapai 45,7 persen, namun menurun menjadi 34,3 persen pada 2025.

“Penurunan ini terjadi di sejumlah kabupaten/kota, terutama pada periode 2024 hingga 2025. Beberapa daerah yang mengalami penurunan antara lain Aceh Selatan, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Aceh Barat Daya,” katanya dalam acara yang bertema “penguatan peran media dalam peningkatan cakupan imunisasi di Aceh” di Banda Aceh. Jum’at (17/4/2026).

Di sisi lain, terdapat beberapa daerah yang menunjukkan peningkatan cakupan imunisasi dibandingkan tahun sebelumnya, baik secara jumlah maupun persentase, seperti Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Lhokseumawe, Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Sabang, dan Banda Aceh.

Meski demikian, secara keseluruhan cakupan imunisasi di Aceh masih perlu ditingkatkan.

Menurut Iman, salah satu penyebab utama adalah masih adanya orang tua yang belum mengizinkan anaknya untuk mendapatkan imunisasi.

“Masih ada orang tua yang belum mengizinkan anaknya untuk diimunisasi. Selain itu, ada juga kekhawatiran terhadap efek samping,” ujarnya.

Ia menambahkan, tantangan juga ditemukan pada sebagian tenaga kesehatan yang belum sepenuhnya menerima imunisasi, sehingga diperlukan penguatan peran tenaga kesehatan sebagai contoh bagi masyarakat.

Selain itu, sulitnya mendapatkan izin dari keluarga menjadi faktor dominan, disusul kekhawatiran anak akan sakit setelah imunisasi serta anggapan bahwa imunisasi belum menjadi kebutuhan penting.

Dalam kurun waktu 2021 hingga 2025, tercatat sekitar 281 ribu anak di Aceh belum pernah mendapatkan imunisasi (zero dose). Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, seperti campak.

Pemerintah, lanjutnya, terus melakukan berbagai upaya, termasuk pendekatan kepada pemerintah daerah dan masyarakat, serta pelaksanaan imunisasi kejar melalui layanan kesehatan seperti posyandu.

Redaksi

Editor Analisaaceh.com

Komentar

Recent Posts

Diduga Gelapkan Sepmor Yamaha NMAX Milik Warga Kuala Batee, Pria Asal Babahrot Abdya Ditangkap Polisi di Nagan Raya

Analisaaceh.com, Blangpidie | Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Aceh Barat Daya (Abdya) seorang…

9 jam ago

Kelas Darurat SDN 10 Linge Aceh Tengah Mulai Digunakan, Sebagian Siswa Tak Lagi Belajar di Tenda

Analisaaceh.com, Aceh Tengah | Sebagian siswa SD Negeri 10 Linge, Kabupaten Aceh Tengah, kini tidak…

10 jam ago

Bupati Safaruddin Sentil Kontribusi Dua Anggota DPRA Asal Abdya, Pastikan Tak Ada Pokir di APBK 2027

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, menegaskan komitmen pemerintah daerah mendorong pemerataan…

12 jam ago

Diduga Sopir Mengantuk, Pikap Tabrak Pembatas di Tol Sigli–Banda Aceh

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Sebuah mobil pikap Isuzu Traga bernomor polisi BL 8235 DN mengalami…

12 jam ago

Safaruddin Launching My-Tirta Abdya, Perumdam Klaim Pertama di Aceh Masuk Play Store

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin melaunching aplikasi My-Tirta Abdya milik Perusahaan…

2 hari ago

Bupati Safaruddin: Perusahaan Tambang dan PMKS yang Abaikan CSR Akan Dibekukan Izin dan Diusir dari Abdya

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, mengeluarkan ultimatum keras kepada seluruh perusahaan…

2 hari ago