Categories: NEWS

Demo di DPRA, Mahasiswa Minta Gubernur Aceh Teken Petisi Tuntutan Dalam 24 Jam

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Mahasiswa Aceh (GMMA) meminta Gubernur Aceh untuk menandatangani petisi tuntutan mereka dalam kurun waktu 24 jam. Bahkan massa akan hadir apabila tuntutan tersebut tidak penenuhi.

Hal tersebut disampaikan mahasiswa saat menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPRA pada Senin (11/4/2022).

Seperti diketahui, petisi yang berisi tuntutan dari mahasiswa ini harus ditandatangani oleh penanggung jawab aksi, koordinator lapangan, komandan lapangan, Plt Ketua DPRA dan Gubernur Aceh.

Baca Juga: Demo di DPR Aceh, Ini Tuntutan Mahasiswa

Mereka meminta DPRA untuk mendesak pemerintah pusat agar menstabilkan harga bahan pokok, kenaikan BBM dan meminta DPRA mendesak direktorat jenderal pajak (DJP) terkait kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11 persen.

Mahasiswa juga meminta setiap institusi pendidikan di Aceh untuk menerapkan Permendikbud No 20 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) untuk mencegah pelecehan seksual di Aceh, serta mendesak gubernur untuk meminta kepada seluruh kepala desa agar memantau setiap pangkalan gas LPG yang melakukan penyelewengan harga.

Baca Juga: Polda Aceh Imbau Peserta Unjuk Rasa 11 April Tidak Anarkis

Plt Ketua DPR Aceh, Safaruddin mengatakan bahwa pihaknya setuju untuk menandatangi petisi tersebut sesuai dengan keinginan massa, namun dirinya tidak bisa menjamin Gubernur Aceh dapat ikut menandatangani juga.

“Kami bisa bantu komunikasikan dengan pihak Gubernur, ini bukan wewanang kami untuk menandatangani, kalian juga harus meminta kepada pihak mereka,” kata Safaruddin.

Namun, massa tetap meminta DPRA bisa menghadirkan tanda tangan gubernur Aceh dalam 24 jam ke depan, jika tidak maka massa akan datang kembali untuk demo.

Baca Juga: Unjuk Rasa di Aceh Selatan, Ini Tuntutan Mahasiswa

“Kami juga melampirkan Gubernur Aceh, kami minta DPRA untuk ikut membubuhkan tanda tangan Gubernur Aceh, jika tidak kami tidak menuntup kemungkinan akan melakukan aksi kembali di depan kantor gubernur,” kata salah satu orator aksi dari UIN Arraniry. (Yuna)

Editor : Nafrizal
Rubrik : NEWS
Redaksi

Editor Analisaaceh.com

Komentar

Recent Posts

Razia Gabungan di Rutan Jantho, Petugas Amankan Barang Terlarang

Analisaaceh.com, Aceh Besar | Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Jantho bersama aparat penegak hukum…

10 jam ago

Deninteldam IM Musnahkan 3.500 Batang Ganja di Aceh Besar

Analisaaceh.com, Aceh Besar | Personel Detasemen Intelijen Kodam Iskandar Muda (Deninteldam IM) menemukan ladang ganja…

10 jam ago

Kacabdisdik Abdya Dorong Bahasa Aceh Tiap Kamis di Sekolah

Analisaaceh.com, Blangpidie | Kepala Cabang Dinas Pendidikan Cabang (Kacabdisdik), Aceh Barat Daya (Abdya), Andri Nofidar…

10 jam ago

Zaman Akli Serahkan Bungong Jaroe untuk Ahli Waris Teungku Peukan

Anlisaaceh.com, Blangpidie | Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Zaman Akli, menyerahkan "bungong jaroe" atau…

10 jam ago

Ratusan Hektar Sawah Tamanan Padi di Abdya Terendam Banjir Luapan, Petani Minta Tanggul Diperbaiki

Analisaaceh.com, Blangpidie | Hujan deras yang melanda Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) pada Rabu (16/9/2026)…

10 jam ago

10 Terpidana Zina dan Ikhtilath Jalani Eksekusi Cambuk di Banda Aceh

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Sebanyak 10 terpidana jarimah zina dan ikhtilath menjalani eksekusi uqubat cambuk…

1 hari ago