Categories: NEWS

DPRK Abdya dan Apkasindo Minta Bupati Tertibkan PKS Soal Harga Sawit

Analisaaceh.com, Blangpidie | Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya) Roni Guswandi mendesak Bupati Safaruddin segera memanggil para pemilik Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di daerah setempat.

Mengingat, kata Roni, sudah banyak petani yang mengeluhkan tidak sesuainya harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat PKS dengan harga yang ditetapkan oleh Pemerintah Aceh.

“Kami kira ini perlu segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Abdya dengan serius. Maka kami mendesak Bapak Bupati untuk segera memanggil pemilik PKS yang beroperasi di Abdya,” kata Roni Guswandi, Kamis (30/4/2026).

Ia mengaku, hampir selalu ada petani yang melaporkan terkait rendahnya pembelian harga TBS di tingkat PKS Abdya. Padahal, Pemerintah Aceh sudah menentukan harga TBS selama 15 hari sekali.

“Hari ini, harga TBS yang dibeli ditingkat PKS Rp2.770 – Rp3.000 rupiah per kilogram. Padahal, harga yang ditetapkan oleh Pemerintah Aceh per 22 April – 5 Mei 2026 bekisar Rp3.275 – Rp3.394 rupiah per kilogram,” ujar Roni.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasido) Abdya, Muazam menyampaikan kekesalannya terhadap pihak PKS di kabupaten Abdya.

“Coba bayangkan, saat harga sawit naik, harga ditingkat PKS tidak naik, saat harganya turun, mereka cepat-cepat ikutan menurunkan harga,” ucap Muazam dengan nada kesal.

Ia menyebutkan, mulai per 22 April – 5 Mei 2026, Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) menetapkan harga TBS kelapa sawit wilayah barat sebesar Rp3.275 – Rp3.394 per kilogram.

“Tapi fakta di lapangan, kan tidak seperti itu. Penyebabnya karena monopoli dan diskriminasi, serta kurangnya pengawasan dari instansi terkait,” ujarnya.

Seharusnya, sebut Muazam, pemerintah melalui dinas terkait pro aktif dan berinisiatif untuk melakukan pengawasan ke lapangan, jangan hanya tunggu perintah dari Bupati atau gubernur.

“Mereka harusnya turun dan memantau kondisi di lapangan, sehingga tahu kondisi riil di lapangan. Jangan tunggu perintah,” kata Muazam.

Selain itu, Muazam juga menyoroti PKS di Abdya yang dinilai kurang berpihak kepada petani sawit.

“Jangan PKS itu setelah diberikan izin oleh pemerintah, lupa terhadap petani. Mereka sudah asik sendiri. Jadi, alasan harga itu tidak sesuai karena rendemennya kurang. Boleh kita cek di lab Unsyiah,” tegas Muazam.

Oleh karena itu, ia meminta Bupati Safaruddin untuk memanggil pemilik PKS di Abdya, agar harga TBS kelapa sawit berpihak kepada petani.

“Harapan kita Pak Bupati harus panggil mereka, sehingga harga TBS yang dibeli tidak merugikan para petani,” pungkas Muazam.

Redaksi

Editor Analisaaceh.com

Komentar

Recent Posts

Derita Infeksi Jantung, Anak Yatim di Abdya Butuh Biaya ke RSUDZA Banda Aceh

Analisaaceh.com, Blangpidie | Nasib pilu dialami Salakun (15), seorang remaja yatim asal Gampong Ie Mirah,…

16 jam ago

Dek Fadh Sampaikan Enam Persoalan Pertanahan Aceh ke Komisi II DPR RI

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fadh menyampaikan enam persoalan strategis…

16 jam ago

2 Terduga Curanmor di Banda Aceh Ditangkap, Polisi Dalami Rencana Penjualan ke Pulau Aceh

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Polisi menangkap dua pria yang diduga terlibat pencurian sepeda motor di…

2 hari ago

TVRI Rumahkan 17 Kontributor di Aceh, 4 Organisasi Pers Keluarkan Pernyataan Sikap

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Empat organisasi pers di Aceh, yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi…

2 hari ago

Jejak Intelektual Syekh Yusuf dan Abdurrauf As-Singkili Dikaji di Banda Aceh

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Jejak intelektual Syekh Yusuf al-Makassari dan ulama Aceh, Syekh Abdurrauf as-Singkili,…

2 hari ago

Wartawan Banda Aceh Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang di Gunung Anak Krakatau

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Sejumlah wartawan di Kota Banda Aceh menggelar doa bersama untuk keselamatan…

5 hari ago