Mobil tim SAR Abdya rusak di tengah jalan saat menjalankan misi kemanusian di Kecamatan Babahrot. Foto: Dok SAR.
Analisaaceh.com, Blangpidie | Keterbatasan anggaran operasional yang telah berlangsung selama dua tahun terakhir mulai berdampak serius terhadap kinerja tim SAR di Aceh Barat Daya (Abdya), terutama saat menjalankan misi kemanusiaan di lapangan.
Ketua Satgas SAR Abdya, Zulkifli H, mengungkapkan bahwa sejumlah kendala teknis terjadi saat tim melakukan evakuasi di sejumlah daerah, salah di Kecamatan Babahrot, dua hari lalu. Mulai dari kerusakan kendaraan operasional hingga peralatan utama yang tidak lagi layak pakai.
“Di lapangan mungkin sudah terlihat langsung kondisi alat operasional kami. Ada mobil yang rusak saat menuju lokasi evakuasi,” kata Zulkifli, Selasa (28/4/2026).
Ia menjelaskan, kerusakan tersebut tidak terlepas dari ketiadaan anggaran operasional selama dua tahun terakhir, yang berdampak pada minimnya perawatan terhadap armada dan peralatan SAR.
Selain kendaraan, sebutnya, kerusakan juga terjadi pada perahu karet yang digunakan dalam proses evakuasi. Bahkan, mesin perahu mengalami gangguan setelah baling-baling (propeller) rusak akibat menghantam batu di lokasi kejadian.
“Mesin rubber boat kami rusak karena terkena batu, propellernya bengkok bahkan patah. Ini sangat menghambat proses evakuasi di lapangan,” ujarnya.
Menurut Zulkifli, sebagian besar peralatan operasional SAR Abdya saat ini sudah memasuki masa pakai yang melewati batas (overlimit), sehingga rentan mengalami kerusakan saat digunakan dalam kondisi darurat.
Lebih lanjut, tambahnya, kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap efektivitas dan keselamatan tim saat menjalankan misi penyelamatan.
“Kami tetap turun ke lapangan dengan segala keterbatasan. Tapi kalau alat terus bermasalah, tentu ini bukan hanya soal kenyamanan kerja, tapi juga menyangkut keselamatan tim dan korban yang kami tangani,” tambahnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap keberlangsungan operasional tim SAR, khususnya dalam hal penganggaran dan peremajaan peralatan.
“Relawan ini bekerja untuk kemanusiaan, tapi tidak bisa dibiarkan berjalan tanpa dukungan. Jangan sampai kami hanya kuat di semangat, tapi lemah di perlengkapan,” pungkas Zulkifli.
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Kejaksaan Negeri Banda Aceh melaksanakan pemusnahan barang bukti dari sejumlah perkara…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Tiga terdakwa dugaan korupsi dana publikasi di lingkungan Dinas Komunikasi Informasi…
Analisaaceh.com, Blangpidie | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat Daya (Abdya) melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat…
Analisaaceh.com, Jakarta | Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, menghadiri peluncuran InnoFood 2026 yang digelar…
Analisaaceh.com, Jakarta | Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem bersama Duta Besar Uni Emirat Arab…
Analisaaceh.com, Blangpidie | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat Daya (Abdya) memperingati Hari Otonomi Daerah XXX…
Komentar