Categories: NEWS

Empat Tersangka Korupsi Beasiswa Aceh Dilimpahkan ke JPU, Rp3,38 M Disita

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Aceh melimpahkan empat terdakwa beserta barang bukti (tahap II) dalam perkara dugaan korupsi pengelolaan Beasiswa Pemerintah Aceh Tahun Anggaran 2021–2024, pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh kepada Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Banda Aceh, Rabu (29/7/2026).

Empat terdakwa tersebut masing-masing berinisial SY selaku Kepala BPSDM Aceh sekaligus Pengguna Anggaran, CP selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), RHY selaku Kepala Sub Bidang Pengembangan Sumber Daya Non Aparatur yang juga menjabat Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), serta ET selaku Bendahara Yayasan Interkultural Edukasi Partner (IEP) Persada Indonesia.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Banda Aceh, Muhammad Kadafi, mengatakan dalam pelimpahan tahap II tersebut penyidik turut menyerahkan barang bukti berupa dokumen pengelolaan beasiswa serta uang tunai senilai Rp3.388.565.324 dan 2.400 dolar Amerika Serikat yang merupakan hasil penyelamatan kerugian negara pada tahap penyidikan.

“Barang bukti yang diserahkan berupa dokumen terkait pengelolaan Beasiswa Pemerintah Aceh Tahun Anggaran 2021 sampai 2024 serta uang tunai sebesar Rp3.388.565.324 dan 2.400 dolar Amerika Serikat yang merupakan penyelamatan kerugian negara pada tahap penyidikan,” kata Muhammad Kadafi.

Dalam perkara tersebut, para terdakwa diduga melakukan mark-up terhadap sejumlah komponen biaya beasiswa yang diajukan Yayasan IEP Persada Indonesia kepada BPSDM Aceh, mulai dari biaya pendidikan (tuition fee) hingga biaya hidup mahasiswa (living allowance).

“Penyidik juga menduga adanya pembayaran komponen biaya yang tidak sesuai dengan ketentuan dalam Letter of Sponsorship serta pertanggungjawaban fiktif pada program Beasiswa S3 Masyarakat Aceh Luar Negeri Lanjutan dan S3 Dosen PTN/PTS Luar Negeri Lanjutan Tahun Anggaran 2024,” katanya.

Selain itu, penyidik menduga diterbitkannya Surat Keputusan Kepala BPSDM Aceh tentang Penetapan dan Besaran Beasiswa S2 dan S3 Luar Negeri Lanjutan Tahun Anggaran 2024 yang masih mencantumkan nama mahasiswa yang telah lulus dan tidak lagi melanjutkan pendidikan ke jenjang S3 sebagai penerima beasiswa.

Program tersebut merupakan beasiswa bagi mahasiswa Program Split-site Master Universitas Syiah Kuala dan University of Rhode Island.

Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh, dugaan tindak pidana itu mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp14.328.781.624,06.

Usai pelimpahan tahap II, keempat terdakwa langsung ditahan selama 20 hari. Tiga terdakwa, yakni SY, CP, dan RHY, ditahan di Rutan Kelas IIB Banda Aceh Kajhu, sedangkan ET ditahan di Lapas Kelas III Lhoknga.

Naszadayuna

Komentar

Recent Posts

Kesiapan Menikah Jadi Perhatian, BKKBN Aceh Perkuat Program Keluarga

Analisaaceh.com, Banda Aceh | BKKBN Aceh terus mendorong penguatan pembangunan keluarga melalui sejumlah program prioritas,…

42 menit ago

Kabel Menjuntai di Perkantoran Abdya,Kadis Kominsa Abdya: Jika Tak Ditangani, Kami Ambil Sikap Tegas

Blangpidie - Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengancam akan…

43 menit ago

Diduga Cabuli Dua Anak, Pria 59 Tahun Ditangkap di TPI Lampulo

Analisaaceh.com. Banda Aceh | Seorang pria berinisial NSR (59), warga Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh,…

45 menit ago

Tekanan Ekonomi hingga Bullying, FUAD UIN SUNA Bahas Ketahanan Mental Generasi Muda

Analisaaceh.com, Lhokseumawe | Tekanan ekonomi, dinamika politik, perundungan, hingga tantangan era digital menjadi sejumlah persoalan…

8 jam ago

Inflasi Aceh 5,05 Persen, Tertinggi di Sumatera pada Oktober 2026

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Provinsi Aceh mencatat inflasi tahunan tertinggi di wilayah Sumatera pada Oktober…

20 jam ago

Kebakaran Hanguskan 22 Rumah, Balai Adat, dan Mushola di Gayo Lues

Analisaaceh.com, Gayo Lues | Kebakaran melanda permukiman warga di Dusun Belah Lane, Gampong Telege Jernih,…

20 jam ago