Wakil Bupati Abdya, Zaman Ali saat menyampaikan sambutan pada Rapat Kerja Evaluasi Kegiatan Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Abdya Semester I Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Tgk Dikila, Kantor Bapperida Abdya, Rabu (29/7/2026). Foto:Ahlul Zikri/Analisaaceh.com
Analisaaceh.com, Blangpidie | Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Zaman Akli menegaskan bahwa percepatan penanggulangan kemiskinan menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Abdya. Pemerintah menargetkan angka kemiskinan yang saat ini mencapai 13,30 persen dapat ditekan hingga dibawah 10 persen dalam tiga hingga empat tahun ke depan.
Pernyataan itu disampaikan Zaman Akli saat menyampaikan sambutan pada Rapat Kerja Evaluasi Kegiatan Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Abdya Semester I Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Tgk Dikila, Kantor Bapperida Abdya, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, rapat kerja tersebut memiliki nilai strategis karena menjadi wadah untuk mengevaluasi capaian program, mengidentifikasi berbagai tantangan, sekaligus menyusun langkah yang lebih efektif dalam mempercepat pengentasan kemiskinan di Abdya.
“Pertemuan ini menjadi momentum untuk mengukur sejauh mana upaya yang telah dilakukan mampu memberikan nyata bagi masyarakat, khususnya mereka yang masih hidup dalam keterbatasan ekonomi,” kata Zaman Akli
Ia menegaskan, kemiskinan tidak hanya dipandang sebagai data statistik. Di balik angka tersebut terdapat keluarga yang berjuang memenuhi kebutuhan hidup, anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan yang lebih baik, masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan layak, hingga warga yang berharap memperoleh kesempatan meningkatkan taraf hidup.
“Persoalan kemiskinan tidak sekadar angka dalam laporan statistik, melainkan menyangkut kehidupan nyata masyarakat yang memperjuangkan kebutuhan pokok, pendidikan anak, serta layanan kesehatan.
“Oleh karena itu, setiap kebijakan yang disusun pemerintah harus mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat serta menghadirkan solusi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Zaman Akli mengatakan, komitmen Pemkab Abdya dalam percepatan penanggulangan kemiskinan sejalan dengan visi pembangunan daerah, yakni “Abdya Maju, Masyarakat Sejahtera.” Menurutnya, visi tersebut hanya dapat diwujudkan melalui sinergi seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, dunia usaha, akademisi, pemerintah gampong, dan seluruh elemen masyarakat.
Lebih lanjut, sebut Akli, angka kemiskinan di Abdya saat ini mengalami penurunan 2,05 pada tahun 2025 dari 15,35 persen menjadi 13,30 persen.
“Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan Abdya pada tahun 2025 berada pada 13,30 persen. Angka ini tentu patut menjadi perhatian kita bersama. Pemkab Abdya telah menetapkan target yang jelas, yaitu menurunkan angka kemiskinan hingga berada di bawah 10 persen dalam tiga hingga empat tahun ke depan,” ucap Akli.
Menurutnya, pencapaian target tersebut memerlukan komitmen bersama serta penghentian pola kerja yang parsial dan egosektoral di level perangkat daerah.
“Target tersebut dapat dicapai apabila seluruh pihak bekerja secara terpadu, menggunakan data yang sama, dan tidak berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, Zaman Akli menekankan tiga aspek penting yang harus menjadi perhatian bersama.
Pertama, akurasi data. Ia menilai data yang valid, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi dasar utama dalam menentukan sasaran penerima manfaat. Karena itu, koordinasi antara BPS, Dinas Sosial, Bapperida, pemerintah gampong, serta seluruh perangkat daerah harus terus diperkuat agar memiliki satu data yang benar-benar akurat.
Kedua, konvergensi program. Menurutnya, penanggulangan kemiskinan tidak cukup hanya melalui bantuan sosial, tetapi harus didukung peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, penciptaan lapangan kerja, pembangunan infrastruktur dasar, serta penguatan usaha mikro dan sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat Abdya.
Ketiga, kolaborasi. Ia menegaskan persoalan kemiskinan tidak dapat diselesaikan oleh satu lembaga saja. Diperlukan kerja sama antara pemerintah daerah, pemerintah gampong, dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial, lembaga keuangan, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, hingga seluruh pemangku kepentingan.
“Semakin kuat kolaborasi yang kita bangun, semakin besar pula peluang kita untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan,” terangnya.
Melalui rapat evaluasi tersebut, Akli berharap seluruh peserta tidak hanya memaparkan capaian program, tetapi juga mampu mengidentifikasi berbagai kendala yang masih dihadapi.
“Saya berharap hasil evaluasi semester I ini harus menghasilkan rekomendasi yang konkret, terukur, dan dapat segera ditindaklanjuti, sehingga pelaksanaan program pada semester berikutnya semakin tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” sebutnya.
Akli juga mengajak seluruh anggota Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Abdya untuk terus memperkuat koordinasi, menjaga semangat pengabdian, serta memastikan setiap kebijakan benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat
“Jadikan setiap rupiah anggaran yang kita kelola sebagai investasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mengurangi kemiskinan secara berkelanjutan,” pungkas Zaman Akli.
Analisaaceh.com, BANDA ACEH | Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Banda Aceh menyita sebanyak 80 unit…
Analisaaceh.com, Blangpidie | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh(DPRA) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Usman IA,…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Aceh melimpahkan empat terdakwa…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh mendorong penguatan Koperasi Konsumen Amanah Syariah…
Analisaaceh.com, Blangpidie | Anggota DPR-RI asal Aceh, Teuku Zulkarnaini yang akrab disapa Ampon Bang mengajak…
Analisaaceh.com, Blangpidie | Ketua STKIP Muhammadiyah Abdya, Afdhal Jihad menilai pengembangan sektor pariwisata harus diawali…
Komentar