Categories: ACEH SELATANHukumNEWS

Kejari Aceh Selatan Tahan 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Jalan Layang Wisata Tapaktuan

Analisaaceh.com, Tapaktuan | Kejaksaan Negeri Aceh Selatan menetapkan 3 tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan layang ODTW objek wisata Tapaktuan Tapa yang menggunakan dan Otsus Tahun 2017.

Kejaksaan Negeri Aceh Selatan, Fajar Mufti dalam konferensi pers, Jum’at (11/10/2019) mengatakan, ditetapkannya 3 tersangka yakni AM, MI dan IM setelah dilakukan penyidikan dari Kejaksaan Negeri Aceh Selatan berdasarkan barang bukti dan pemeriksaan sejumlah saksi.

“Pemeriksaan itu juga melibatkan ahli bangunan fisik dari Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh dan juga ahli keuangan BPKP Banda Aceh,” ujarnya.

Pembangunan jalan layang objek Tapaktuan Tapa itu dibangun melalui dana Otsus sebesar Rp 921 juta. Setelah dilakukan audit, ditemukan adanya kerugian negara sebesar Rp 300 juta.

“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut, dan tidak menutup kemungkinan akan ditemukannya tersangka-tersangka lainnya,” jelas Fajar.

Kasi Viksus, Sutrisna menjelaskan, tersangka AM merupakan pihak PPTK, MI merupakan Direktur CV. Gunung Pulai dan IM merupakan pelaksana lapangan.

Sutrisna mengatakan, berdasarkan hasil lelang, pembangunan Jalan Layang ODTW Tapaktuan Tapa dari dana Otsus itu dimenangkan oleh CV. Gunung Pulai dengan dengan nilai kontrak sebesar Rp. 900 juta. Akan tetapi pembangunan tersebut tidak dilaksanakan sesuai dengan gambar perencanaan (bestek), yaitu adanya item perkerjaan yang diubah sehingga tidak sesuai dengan spesifikasi perencanaan awal dan ada item pekerjaan yang tidak dilaksanakan, namun perubahan pelaksanaan pekerjaan tersebut tidak melalui mekanisme perubahan pekerjaan tambah kurang (addendum).

“Anggaran pembangunan itu telah dilakukan pencairan sebanyak 2 kali, yaitu pencairan uang muka (30%) dan pencairan termyn II (60%) sehingga secara keseluruhan dana yang telah dicairkan adalah adalah 90%,” ungkapnya.

Akan tetapi, lanjut Sutrina, dengan batas waktu pelaksanaan pekerjaan berakhirnya kontrak yaitu tanggal 16 Oktober 2017, pekerjaan tersebut tidak dapat diselesaikan 100%, sehingga kemudian dilakukan pemutusan kontrak berdasarkan surat Kepala Dinas Pariwisata Kab. Aceh Selatan Nomor: 5564/XII/2017.

“Sampai dengan saat ini, tidak ada serah terima pekerjaan dari pihak Penyedia/kontraktor pelaksana CV. Gunung Pulai kepada pihak Dinas Pariwisata Kab. Aceh Selatan, atau setidak-tidaknya pertanggung jawaban atas pengelolaan dan penggunaan dana kegiatan yang telah dicairkan 90% dari nilai kontrak yaitu kurang lebih sebesar Rp.820 juta,” terangnya.

Setelah ditetapkan, para tersangka langsung dibawa ke Rutan Kelas IB Tapaktuan untuk dilakukan penahanan sebelum dilimpahkan ke pengadilan Tipikor Banda Aceh.

Tersangka dituntut dengan pasal 2, 3, 24 jo pasal 18 ayat 1 (1) ayat (2) Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Editor : Nafrizal

Redaksi

Editor Analisaaceh.com

Komentar

Recent Posts

Metro Langgien FC Kunci Gelar Juara KKN USK Championship 2026 di Bandar Baru

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Rangkaian KKN USK Championship 2026 Kecamatan Bandar Baru resmi berakhir dengan…

3 jam ago

Safaruddin Sidak SPBU, Pengelola Nakal Bakal Dilaporkan ke Pertamina

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Safaruddin melaksanakan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke…

3 jam ago

Sidak Puskesmas Babahrot, Bupati Safaruddin: Kebersihan dan Ketersediaan Obat Harus Terjaga

Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Safaruddin menemukan sejumlah kendala dalam pelayanan kesehatan…

4 jam ago

Demokrat Aceh Buka Pendaftaran Ketua DPD hingga 11 Agustus

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Aceh resmi membuka pendaftaran bakal…

4 jam ago

Sempat Kabur ke Aceh Jaya, Tim Tabur Kejari Aceh Selatan Tangkap DPO Kasus Migas di Tapaktuan

Analisaaceh.com, Tapaktuan | Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Selatan berhasil menangkap seorang…

3 hari ago

USK dan Badan Keahlian DPR RI Teken MoU, Bahas Penguatan Pengawas Sistem Merit ASN

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Universitas Syiah Kuala (USK) dan Badan Keahlian Dewan Perwakilan Rakyat Republik…

3 hari ago