Categories: NEWS

Kejari Tetapkan Tiga Tersangka Dugaan Kasus Korupsi PT Bank BPRS Bireuen

Analisaaceh.com, Bireuen | Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen menetapkan tiga tersangka terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi dana penyertaan modal pada PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Kota Juang tahun anggaran 2019 sampai 2021.

Tiga tersangka itu yakni, Z (54), Y (54), dan KH (56) dinilai telah menimbulkan kerugian keuangan Negara, Rp1.078.840.999,69,- Ini sesuai hasil perhitungan kerugian keuangan negara dari auditor Inspektorat Aceh.

Kepala Kejaksaan Negeri Bireuen, Munawal Hadi mengatakan, penetapan ketiga tersangka tersebut berdasarkan hasil dari penyidikan tim, yang tertuang dalam Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Bireuen Nomor: Print-03/L.1.21/Fd.1/12/2022, tanggal 13 Desember 2022 jo Nomor: Print-01/L.1.21/Fd.1/05/2023, tanggal 26 Mei 2023.

“Pada tahun 2019 dan 2021 Pemerintah Kabupaten Bireuen memberikan dana penyertaan modal kepada PT Bank BPRS Kota Juang sebagai bentuk investasi, dengan tujuan untuk modal kegiatan usaha dalam bentuk pembiayaan,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Bireuen, Munawal Hadi  Rabu (1/11/2023)..

Lanjutnya, adapun dana yang diberikan pada modal penyertaan itu sebesar Rp 1.000.000.000 pada tahun 2019 dan Rp 500.000.000 pada tahun 2021, dimana anggaran tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Bireuen.

Munawal mengungkapkan, tersangka Z yang saat itu juga menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten (TAPK) serta Pejabat Pengelolaan Keuangan Daerah (PPKD) telah mengusulkan dan mencairkan dana penyertaan modal, yang pelaksanaan kegiatan tersebut yang tidak sesuai dengan aturan investasi pemerintah daerah.

Sementara tersangka Y, selaku Direktur Utama PT BPRS Kota Juang mempermudah pembiayaan dengan tetap menyetujui setiap pembiayaan yang tidak sesuai dengan ketentuan Perbankan Syariah dan hal itu bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.

“Sedangkan tersangka KH selaku Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Bireuen, yang juga sekaligus sebagai Pembina PT BPRS Kota Juang mengkondisikan pembiayaan di BPRS Kota Juang untuk kelompok petani porang fiktif yang mana sebagian besar uang tersebut digunakan oleh tersangka KH untuk kepentingan pribadi,” ungkap Kajari.

Untuk para tersangka saat ini telah dilakukan penahanan di Rutan Klas II Bireuen selama 20 hari kedepan. Kemudian dalam perkembangan penanganan perkara ini, tidak menutup kemungkinan tim Penyidik akan menetapkan tersangka lainnya berdasarkan alat bukti baru.

Chairul

Komentar

Recent Posts

Diduga Aniaya Warga, Mantan Keuchik di Abdya Dilaporkan ke Polisi

Analisaaceh.com, Blangpidie | Seorang warga Gampong Krueng Panto, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya…

7 hari ago

Muhammadiyah Aceh Gelar Shalat Id Serentak di 50 Titik

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Warga Muhammadiyah di Kota Banda Aceh melaksanakan Shalat Idul Fitri 1447…

7 hari ago

Tgk Yong Sebut Safaruddin Ayah bagi Anak Yatim di Abdya

Analisaaceh.com, Blangpidie | Eks Penerangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Blangpidie, TR Kamaluddin alias Tgk…

2 minggu ago

Roni Guswandi Resmi Mendaftar Sebagai Calon Ketua Umum FPTI Aceh

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Roni Guswandi bersama tim resmi mendaftar diri sebagai Calon Ketua Umum…

2 minggu ago

Panwaslih Abdya Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim

Analisaaceh.com, Blangpidie | Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melaksanakan kegiatan ngabuburit…

2 minggu ago

Penunjukan Imum Chiek Diprotes, Bupati Aceh Besar Dilaporkan ke Ombudsman

Analisaaceh.com, Aceh Besar | Perwakilan masyarakat Indrapuri dan pengurus Masjid Abu Indrapuri melaporkan proses penunjukan…

2 minggu ago