Categories: NEWS

Keuchik Alue Pisang Bantah Teken Rekomendasi Izin Tambang

Analisaaceh.com, Blangpidie | Keuchik Gampong Alue Pisang, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Mukhsin menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menandatangani surat rekomendasi izin survei tambang untuk perusahaan manapun. Bahkan, ia mengaku nama gampong yang dipimpinnya justru dicatut dalam dokumen perizinan tambang.

Pernyataan itu disampaikan Mukhsin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar bersama perwakilan Keuchik dari Kecamatan Kuala Batee dan pihak perusahaan PT AMP yang berlangsung di Ruang Rapat DPRK Abdya, Senin (22/9/2025).

Daram RDP tersebut, Mukhsin menjelaskan bahwa setidaknya tiga perusahaan tambang telah mendatangi gampongnya untuk meminta rekomendasi izin, namun semua permohonan tersebut ditolak dan dirinya tidak pernah menandatangani surat izin tersebut.

“Kalau ke Gampong Alue Pisang, bukan hanya PT Abdya Mineral Prima saja yang datang meminta rekomendasi izin. Ada juga PT Metalindo Alam Lestari dan PT Aceh Mandiri Persada. Semuanya tidak saya tandatangani surat izin rekomendasi tersebut” kata Mukhsin di hadapan peserta rapat.

Mukhsin mengaku kecewa karena nama Gampong Alue Pisang tetap muncul dalam dokumen perizinan, meskipun ia secara tegas menolak menandatangani surat rekomendasi.

“Atas nama Keuchik Gampong Alue Pisang saya sangat dirugikan, karena gampong kami dicatut tanpa sepengetahuan dan persetujuan. Saya tegaskan, saya tidak pernah menandatangani surat apapun, akan tetapi nama gampong Alue Pisang tetap dicatut dalam perizinan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Mukhsin juga mengungkapkan bahwa pernah terjadi upaya intervensi terhadap dirinya. Ia menyebut bahwa saat PT Aceh Mandiri Persada mengajukan permohonan izin, dirinya pernah dipanggil ke kantor Sekda pada masa Pj Bupati Sunawardi. Di sana, ia mengaku diintervensi untuk menandatangani surat rekomendasi tersebut.

“Waktu itu kami dipanggil ke kantor Sekda, saat Pak Liza Marfandi menjabat. Bahkan, saat itu kami diintervensi agar menandatangani surat rekomendasi tersebut, yang saat itu Pj Bupati Sunawardi. Saya bilang, kalau Bapak meminta tanah pribadi saya, mungkin saya kasih izinnya. Tetapi, atas nama gampong saya tidak akan pernah memberikan izin tanpa persetujuan dari masyarakat gampong,” ucap Mukhsin.

Mukhsin juga menjelaskan alasan penolakan masyarakat Alue Pisang terhadap kehadiran perusahaan tambang. Menurutnya, lahan di gampong tersebut merupakan tanah produktif yang menjadi sumber penghidupan warga.

“Di sana banyak tanaman produktif seperti pala, pinang, durian, dan jengkol. Dengan hasil pertanian itu saja masyarakat Alue Pisang sudah lebih dari cukup untuk menopang kehidupan, tanpa kehadiran perusahaan tambang,” ujarnya.

Mukhsin menyampaikan bahwa dirinya bersama forum keuchik se-Kecamatan Kuala Batee sepakat menolak kehadiran perusahaan tambang di wilayah mereka.

“Secara pribadi dan atas nama forum keuchik Kecamatan Kuala Batee saya menolak dengan tegas terhadap kehadiran perusahaan tambang ke gampong kami,” pungkas Mukhsin.

Ahlul Zikri

Komentar

Recent Posts

Gegara Cekcok Usai Kecelakaan, Pria di Banda Aceh Tusuk Pemotor

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Seorang pria berinisial ZZ (40) diduga menusuk pengendara sepeda motor, M…

16 jam ago

BBPOM Aceh Temukan Minimnya Pemahaman Aturan Obat di Swalayan

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh menemukan…

16 jam ago

1.995 UMKM Terdampak Bencana di Aceh Selatan Lolos Verifikasi, 594 Data Diusulkan Ulang

Analisaaceh.com, Tapaktuan | Sebanyak 1.995 pelaku Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh…

19 jam ago

Nelayan Abdya Temukan Mayat di Perairan Simeulue, Diduga ABK KM Sukma Baru yang Hilang

Analisaaceh.com, Blangpidie | Nelayan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menemukan sesosok mayat di perairan Simeulue…

2 hari ago

Kapolri Tinjau Laboratorium Sabu di Pidie, 1,2 Ton Barang Bukti Disita

Analisaaceh.com, Banda Aceh | Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto meninjau laboratorium narkotika ilegal yang…

2 hari ago

Diduga Sediakan Tempat Prostitusi di Aceh Barat, Tiga Perempuan dan Seorang Pria Ditangkap Polisi

Analisaaceh.com, Meulaboh | Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Barat empat orang yang diduga terlibat…

2 hari ago