Buk Syamsidar (53) alias Tek Nong sedang menggendong cucu bungsunya yang Piatu di kediamannya, Gampong Padang Kawa Kecamatan Tangan-tangan Kabupaten Abdya. Foto:Ahlul Zikri/Analisaaceh.com
Analisaaceh.com, Blangpidie | Syamsidar (53) atau yang akrab disapa Tek Nong terduduk lesu bersandar di dinding rumahnya yang mulai lapuk. Warga Dusun Sejahtera, Gampong Padang Kawa, Kecamatan Tangan-tangan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) ini, kini harus memikul beban berat sebagai satu-satunya tulang punggung keluarga.
Sejak putri sulungnya, Hasnidar, meninggal dunia sekitar dua pekan lalu akibat sakit dan ditelantarkan oleh suaminya, tanggung jawab Tek Nong bertambah. Ia kini mengasuh lima orang sekaligus; dua anak gadisnya yang beranjak remaja dan tiga cucu perempuan yang masih kecil. Ketiga cucunya kini berstatus piatu dan kehilangan sosok ayah yang tidak bertanggung jawab.
“Sekarang semua saya yang tanggung,” kata Tek Nong, Kamis (30/4/2026).
Kondisi tersebut diperparah dengan keterbatasan ekonomi. Rumah yang ditempati Tek Nong tampak sederhana dan mulai lapuk. Sebagian dindingnya rapuh, sementara kebutuhan sehari-hari kerap tidak terpenuhi.
Sebelum kondisi ini, Tek Nong bekerja menggembala kerbau milik warga. Namun, ia terpaksa berhenti sejak merawat cucunya yang masih bayi, sesaat setelah Hasnidar jatuh sakit usai melahirkan pada Februari 2024.
Sejak saat itu, dapur keluarga ini nyaris tak lagi mengepul dari penghasilan tetap. Untuk bertahan hidup, Tek Nong hanya mengandalkan bantuan seadanya yang diberikan oleh warga sekitar.
“Untuk makan saja susah, apalagi memperbaiki rumah,” ujarnya pelan.
Kondisi ekonomi juga berdampak pada masa depan anak-anaknya. Dua anak gadisnya baru lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) belum mendapatkan pekerjaan, sehingga mereka belum mampu membantu menopang ekonomi keluarga.
“Kalau bisa ada pekerjaan untuk anak saya. Mereka sudah tamat SMA,” kata Tek Nong.
Selain itu, Tek Nong juga menyimpan kecemasan mendalam terkait nasib tiga cucunya yang masih kecil. Meski berstatus piatu—kehilangan ibu, perhatian terhadap mereka sering kali luput karena sang ayah masih ada, meski tidak bertanggung jawab.
“Cucu saya ini piatu, bukan yatim. Tapi justru kurang diperhatikan, padahal mereka ditelantarkan,” ucapnya dengan suara lirih.
Tek Nong berharap ada pihak dermawan yang bersedia menjadi orang tua asuh bagi cucu-cucunya, agar pendidikan dan tumbuh kembang mereka tidak terputus oleh kemiskinan.
Kesulitan ekonomi yang dialami keluarga ini bahkan sempat mengganggu pendidikan. Anak-anaknya kerap tidak masuk sekolah karena tidak memiliki uang jajan maupun biaya transportasi ke sekolah yang jaraknya jauh dari rumah.
“Kadang tidak pergi karena tidak ada uang minyak. Sekolahnya jauh ke Suak Labu,” sebut Tek Nong.
Meski begitu, ia bersyukur anaknya tetap berhasil lulus.
Tokoh masyarakat setempat, Akiman (42) mengatakan, kondisi Tek Nong mencerminkan kerentanan sosial yang nyata di tingkat desa. Menurutnya, beban pengasuhan lintas generasi tidak diimbangi dengan dukungan ekonomi yang memadai.
“Kami prihatin. Dengan kondisi seperti ini, beliau (Tek Nong) sangat layak dibantu. Warga hanya bisa membantu semampu kami,” ujar Akiman.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius melalui program bantuan berkelanjutan, bukan sekedar bantuan sesaat.
“Kami berharap pemerintah daerah hadir memberikan intervensi konkret, tidak sekedar bantuan sesaat, tetapi solusi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan keluarga ini,” ungkap Akiman.
Di tengah keterbatasan, Tek Nong tetap bertahan demi keluarganya. Namun, kebutuhan hidup yang terus berjalan membuat harapan akan bantuan menjadi satu-satunya tumpuan saat ini.
Analisaaceh.com, Blangpidie | Atlet Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menorehkan…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Keterbukaan informasi publik di Aceh belum sepenuhnya berjalan optimal. Ketua Komisi…
Analisaaceh.com, Blangpidie | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Dr Safaruddin SSos MSP menunjukkan Mulya Arfan…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Pengadilan Negeri Banda Aceh menggelar sidang perdana perkara dugaan ujaran kebencian…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Warga Gampong Punge Jurong, Kecamatan Meuraxa, digegerkan dengan penemuan janin bayi…
Analisaaceh.com, Blangpidie | Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya) Roni Guswandi…
Komentar