terdakwa dipersidangan, foto: naszadayuna/analisaaceh.com
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putra Masduri menuntut lima terdakwa dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi wastafel dengan pidana penjara selama tiga tahun dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, Jumat (5/6/2026).
“Menjatuhkan pidana terhadap para terdakwa dengan pidana penjara selama tiga tahun,” kata Putra Masduri saat membacakan tuntutan di hadapan majelis hakim.
Dalam tuntutannya, JPU meminta terdakwa Syifak Muhammad Yus dijatuhi hukuman tiga tahun penjara serta membayar uang pengganti sebesar Rp735 juta. Sementara Muslim Ibrahim dituntut tiga tahun penjara dengan uang pengganti sebesar Rp225 juta.
Untuk terdakwa Mursalin, jaksa menuntut pidana penjara tiga tahun dikurangi masa tahanan yang telah dijalani, denda Rp50 juta subsider 50 hari kurungan, serta membayar uang pengganti sebesar Rp477 juta.
“Uang pengganti sebesar Rp477 juta tersebut termasuk yang telah dikembalikan oleh terdakwa,” ujar Putra.
Terdakwa Herlin juga dituntut tiga tahun penjara dikurangi masa tahanan, denda Rp50 juta subsider 50 hari kurungan, dan membayar uang pengganti sebesar Rp740 juta.
“Uang pengganti sebesar Rp740 juta telah disetorkan pada tahap penyidikan dan persidangan,” kata Putra.
Menurut jaksa, dana tersebut merupakan bagian dari pengembalian yang dilakukan oleh Syifak Muhammad Yus dengan nilai lebih dari Rp6 miliar.
Sementara itu, terdakwa Abdul Hanif dituntut tiga tahun penjara dikurangi masa tahanan, denda Rp50 juta subsider 50 hari kurungan, serta uang pengganti sebesar Rp382 juta.
“Uang pengganti tersebut telah dihitung dan diserahkan pada tahap penyidikan dan persidangan dari pengembalian yang dilakukan Syifak Muhammad Yus sebesar Rp6,042 miliar,” ungkapnya.
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Seorang warga Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, meninggal dunia…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | BKKBN Aceh terus mendorong penguatan pembangunan keluarga melalui sejumlah program prioritas,…
Blangpidie - Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengancam akan…
Analisaaceh.com. Banda Aceh | Seorang pria berinisial NSR (59), warga Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh,…
Analisaaceh.com, Lhokseumawe | Tekanan ekonomi, dinamika politik, perundungan, hingga tantangan era digital menjadi sejumlah persoalan…
Analisaaceh.com, Banda Aceh | Provinsi Aceh mencatat inflasi tahunan tertinggi di wilayah Sumatera pada Oktober…
Komentar